Daihatsu Rocky Dipastikan Masuk Indonesia, NJKB Terendah Rp 130 Juta

Daihatsu Rocky Dipastikan Masuk Indonesia, NJKB Terendah Rp 130 Juta

Informasi menarik kami dapatkan, Daihatsu tengah menyiapkan kedatangan Rocky. Yap, keberadaan crossover SUV ini memang berkali-kali sudah ditanyakan kepada pihak Daihatsu. Dan berkali-kali juga mereka tidak menjawab atau bungkam. Tapi perkembangan tren dan pasar sepertinya tak bisa lagi ditahan. Maklum, ekosistem pasar SUV kecil empat meteran di Indonesia mulai terbangun.

Segmen ini dihuni duluan oleh kendaraan macam Nissan Magnite, Kia Sonet di Tanah Air. Sementara unit lain juga siap menyusul, seperti Toyota Raize serta Renault Kiger. Astra Daihatsu Motor (ADM), punya produk untuk penetrasi di sini lewat Rocky. Rencanannya ia ditawarkan dalam enam varian, berdasar Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB). Paling rendah Rp 130 juta dengan nomor koding 103091 27549, kemudian tipe A251RS GMLFJ 1.2M M/T

Perlu dicatat, harga itu belum termasuk perpajakan, Bea Balik Nama (BBN) serta margin keuntungan perusahaan. Itu semua tertera di Penghitungan Dasar Pengenaan Pajak Kendaraan Bermotor Dan Bea Balik Nama 2021. Untuk lebih detail lagi, berikut lima varian sisanya.

  • A251RS GMVVJ 1.0 R AT: Rp 168 juta
  • A251RS GMVVJ 1.0 R MT: Rp 158 juta
  • A251RS GBXFJ 1.2 X AT: Rp 153 juta
  • A251RS GBLFJ 1.2 M AT: Rp 143 juta
  • A251RS GMXFJ 1.2 X MT: Rp 140 juta

Daihatsu Rocky

Mari berkenalan lebih dekat bersama Daihatsu Rocky. Ia merupakan produk kedua pengguna platform Daihatsu New Global Architecture alias DNGA. Kalau di Jepang harga unit berkisar dari 1.750.000 yen hingga 2.242.200 yen. Atau setara Rp 232 juta (2WD) hingga Rp 298 jutaaan (4WD). Rentang angka itu mirip dengan lawan-lawan lain di Indonesia kisaran Rp 200 jutaan. Rocky tidak dilahirkan sendirian. Namun ia datang bersama saudaranya, Toyota Raize.

Target utama mobil ini, konsumen yang berorientasi gaya, menikmati kehidupan muda nan aktif. Cocok dijadikan teman liburan, berkerja dan berbelanja. Ia memiliki panjang 3.995 mm, lebar 1.695 mm, tinggi 1.620 mm serta jarak sumbu roda 2.525 mm. Kapasitas bagasi maksimum 369 liter + 80 liter. Lantaran rancangan DNGA, mobil punya radius putar minimum 4,9 meter untuk model yang dilengkapi ban 16 inci. Lalu 5 meter bagi unit berpelek 17 inci. Titik pinggulnya setinggi 665 mm dan bidang pandang vertikal lebar dari kursi pengemudi 31 derajat. Sehingga Anda melihat kondisi sekitar, lalu berkendara penuh percaya diri.

Sistem redaman Rocky dikembangkan dengan geometri yang baru. Posisi pemasangan suspensi, karakteristik bush, konstanta pegas, jua performa shock absorber dioptimalkan. Tujuannya, mencapai stabilitas handling oke dan kenyamanan berkendara maksimal. Daihatsu juga mengembangkan bodi lebih ringan, sangat kaku. Mereka pakai bahan berkualitas tinggi, untuk mencapai fun to drive.

Baca juga: Penuhi Aturan, Mobil Daihatsu Produksi 2021 Sudah Dilengkapi APAR

Daihatsu Rocky interior

Enjin

Kemudian unit daya. Powertrain dilengkapi mesin 1KR-VET bensin DOHC 1,0 liter 3 silinder segaris plus induksi turbo. Pabrikan memastikan kinerja daya setara dengan mesin 1,5 liter NA. Buncahan maksimum 98 PS pada 6.000rpm dan torsi maksimum 140 Nm (14,3kgfm) di rentang 2.400-4.000 rpm. Lantas pilihan mesin naturally aspirated 1,2 liter memberi tendangan momen puntir 88 PS dan 108 Nm. Girboks manual lima percepatan tersedia di semua varian.

Opsi lain berupa transmisi D-CVT. Sistem mengadopsi teknologi penggunaan gigi split, yang baru dikembangkan DNGA. Manfaatnya banyak, seperti berkontribusi pada efisiensi bahan bakar, kesenyapan transmisi dan perluasan rasio roda gigi. Karakteristik throttle akselerator juga dioptimalkan pada bukaan rendah dan saat butuh respons di rentang bukaan tengah serta tinggi. Daihatsu mengklaim, ia hanya minum bensin sedikit. Dalam mode pengujian WLTC berkisar 18,6 km/liter. Sedangkan mode JC08 23,4 km/liter.

Daihatsu Rocky

Nah, sebelumnya Astra Daihatsu Motor kerap menguji mesin turbo kecil di Indonesia melalui Thor. Dan itu disiapkan menyongsong segmen baru. "Karena tren ke depan kami melihat, terutama segmen millennial, turbo akan menjadi pilihan mereka. Daihatsu harus antisipatif. Kalau tren ini datang, mau tidak mau kami harus siapkan juga. Kalau sekarang kami melihat belum terlalu besar tapi sudah studi dari sekarang. Jadi ini bagian dari studi, dan menjadi normal karena R&D Indonesia, ADM, kerjanya seperti itu. Mempelajari apa yang menjadi kebutuhan untuk masyarakat Indonesia. Kalau pasarnya itu besar itu akan lebih menarik untuk kami masuk daripada pasarnya kecil," jelas Amelia Tjandra, Direktur Pemasaran ADM, beberapa waktu lalu.

Pada varian atas, Rocky berpenggerak 4WD menggunakan Dynamic Torque Control 4WD. Sistem menggunakan fungsi kopling yang dikontrol secara elektronik. Dengan mendeteksi kondisi mengemudi dan permukaan jalan, ECU mendistribusikan torsi mulus. Dari 100: 0 hingga 50:50 di roda depan plus belakang. Tak lain agar mencapai kinerja mengemudi lebih stabil dibandingkan model 4WD kopling mekanis.

Untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar, penggerak 2WD bisa diaktifkan pada permukaan non-slip. Kekuatan penggerak roda belakang ditingkatkan untuk menambah cengkeraman dan meningkatkan stabilitas. Namun sepertinya hanya penggerak dua roda saja yang dipasarkan di Indonesia.

Baca juga: LCGC Produksi Daihatsu Sudah Tembus Angka 1,1 Juta Unit dalam 8 Tahun

Daihatsu Rocky NJCAP

Uji Tabrak Sempurna

Daihatsu Rocky mendapat sambutan yang baik dari masyarakat Jepang. Perusahaan sempat mengumumkan kalau ia mendapat rating tertinggi bintang 5. Tepatnya dalam uji keselamatan kendaraan JNCAP (Japan New Car Assessment Program) dari Kementerian Transportasi Jepang dan NASVA (National Agency for Automotive Safety & Victims’ Aid).

Evaluasi JNCAP ini dilakukan dengan mempertimbangkan kasus aktual dan karakteristik kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Jepang. Tiga aspek utama disorot meliputi: perlindungan terhadap penumpang, keamanan bagi pejalan kaki dan pengingat sabuk pengaman. Selain itu platform dipakai menggunakan teknologi keamanan terkini untuk menghindari tubrukan. Seperti Smart Assist System, membuat Rocky meraih rating tertinggi. Jika fitur keamanan tak disunat bagi market sini, niscaya keunggulan itu tetap terjaga.

Jadi, sekarang tinggal menunggu tanggal peluncurkan dan banderol resminya saja. Dan sangat mungkin untuk diproduksi lokal."Kalau tidak diproduksi di Indonesia, itu (Rocky, Red) akan mahal banget. Jadi kalau mau diproduksi, harus di Indonesia. Tidak mungkin dari Jepang kami bawa ke Indonesia," imbuh dia. (Alx/Raju)