Carlos Ghosn, Bos Aliansi Nissan-Renault-Mitsubishi Dipecat!

Carlos Ghosn, Bos Aliansi Nissan-Renault-Mitsubishi Dipecat!

Pimpinan direksi dari aliansi Nissan, Renaut dan Mitsubishi, Carlos Ghosn, diajukan untuk dipecat oleh CEO Nissan, Hiroto Saikawa. Alasannya, Ghosn sedang dalam pemeriksaan terkait laporan palsu keuangan yang Ia lakukan selama bertahun-tahun.

Dalam sebuah pernyataan resmi, Nissan membeberkan telah melakukan investigasi selama beberapa bulan ke belakang kepada Ghosn dan salah satu anggota direksi lain, Greg Kelly. Ditemukan, Ghosn dan Kelly melakukan kecurangan dalam pelaporan pendapatan dan kompensasi selama beberapa tahun. Selain itu, ditambahkan oleh Nissan, Ghosn juga dituduh menyalahgunakan aset perusahaan untuk keperluan pribadi serta sejumlah kesalahan lain yang kemudian merugikan perusahaan. Menurut laporan salah satu sumber media, sekitar $44 juta atau Rp 640 miliar tidak dilaporkan oleh Ghosn selama periode lima tahun, sejak 2011.

Diwartakan media di Jepang, Ghosn sedang dimintai keterangan oleh jaksa dan besar kemungkinan bakal ditahan. Dengan itu, CEO Nissan, Hiroto Saikawa mengajukan kepada jajaran direksi untuk mencabut status dan posisi Ghosn sebagai chairman dan direktur representatif. Begitu juga dengan Kelly, yang diajukan untuk segera dipecat.

Kasus Ghosn ini lantas menjadikan saham Renault, yang tadinya Ghosn menjabat sebagai CEO, anjlok sebesar 13 persen. Penurunan itu, dikatakan paling besar bagi manufaktur Prancis selama tiga tahun belakangan. Nissan juga mengumumkan, saham di Frankfurt stock exchange turun sebesar 10 persen.

"Nissan meminta maaf sebesar-besarnya karena telah menimbulkan kekhawatiran kepada para shareholder dan stakeholder. Kami akan melanjutkan pekerjaan kami untuk mengidentifikasi masalah tata kelola dan kepatuhan serta mengambil langkah yang sesuai," ujar pihak Nissan dalam sebuah pernyataan.

Kasus Ghosn ini seperti memberi percikan bensin pada api. Pasalnya, belum lama Nissan menemukan ada kecurangan laporan data dalam uji emisi dan BBM di sejumlah pabrik mereka. Tepatnya pada Juli 2018, yang juga menyebabkan saham Nissan dan Renault turun.

Sampai berita ini dipublikasi, belum ada keterangan resmi dari pihak Renault maupun Mitsubishi. Ya, Ghosn juga memegang jabatan chairman dari Mitsubishi Motors, selain dari Renault dan Nissan.

Berita ini sangat mengejutkan, lantaran dari tangan dingin Ghosn berhasil melakukan strukturisasi ulang Renault pada 1990-an. Ia pun mendapat titel sebagai Le Cost Killer, yang merujuk pada kepiawaiannya dalam menghemat budget perusahaan. Keberhasilannya berlanjut pada 2005 saat Ghosn menjabat sebagai CEO Renault dan Nissan sekaligus. Sampai ia mundur dari posisi CEO Nissan tahun lalu. Aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi, sudah merasakan manisnya di bawah kepemimpinan Ghosn. (Tom/Odi)

Sumber: CNBC

Baca Juga: Rugi Terus, Indomobil Menjual 5,1% Saham Nissan Indonesia