Beginilah Trik Mitsubishi Jepang Untuk Mengakali Hasil Uji Efisiensi

Beginilah Trik Mitsubishi Jepang Untuk Mengakali Hasil Uji Efisiensi

Jakarta: Mitsubishi Motors Corporation (MMC) beberapa hari lalu mengumumkan telah melakukan metode pengujian yang tidak sesuai dengan standar Kementrian Darat, Infrastruktur, Transport dan Pariwisata (MLIT) Jepang untuk masuk dalam program Kei-Car atau Mini Car di Negeri Sakura. Dengan masuk di program tersebut, salah satu keuntungan yang didapatkan, mobil-mobil Mini Car mendapatkan insentif pajak sehingga harga jualnya menjadi lebih murah.

Syarat agar bisa masuk dalam sertifikasi Mini Car di antaranya adalah memiliki nilai efisiensi, dan kapasitas mesin, dimensi kendaraan hingga kapasitas angkut yang sesuai regulasi. Agar mendapatkan sertifikasi Mini Car inilah, dalam proses sertifikasi, MMC secara sengaja memanipulasi proses pengujian sehingga angka efisiensi yang dihasilkan membaik.

Berita pun beredar secara viral, bahwa MMC telah melakukan penaikkan tekanan angin untuk menurunkan running resistance atau rolling resistance pada roda. Pihak Mitsubishi Indonesia melalui PT Krama Yudha Tiga Berlian (KTB) Motors pun memberikan penjelasan terhadap hal ini sebagai bentuk tanggung jawab mereka sebagai Agen Pemegang Merek Mitsubishi di Tanah Air.

“Bukan, metodenya bukan menaikkan tekanan angin,” ucap ungkap Hisashi Ishimaki, Presiden Direktur PT Krama Yudha Tiga Berlian Motor pada CarBay saat menggelar jumpa pers di SCBD, Jakarta Selatan, Kamis (21/4).

Ishimaki dan Jajaran KTB

“Dari informasi yang kami dapat, telah terjadi peningkatan standar nilai running resistance sehingga efisiensi yang dihasilkan membaik sekitar 10 persen,” jelas Ishimaki sambil menggambarkan diagram untuk memvisualisasikan proses manipulasi data tersebut. Penggunaan standar yang berbeda ini tentunya berbeda dengan ketentuan yang ditetapkan MILT.

Menurutnya jika tidak terjadi manipulasi datapun, hasil efisiensinya masih di atas batas minimal, namun tetap saja tidak sesuai dengan rata-rata atau nilai tengah yang diharapkan dimiliki oleh mobil Mini Car. Perlu diketahui, regulasi Mini Car atau Kei Car atau Light Car, seperti dijelaskan JAMA (Japan Automobile Manufacturers Association Inc) kendaraan jenis ini memiliki dimensi maksimal 3,4 m x 1,8 m x 2 m (P x L x T meter).

Maksimum kapasitas mesin juga ditetapkan yakni 660 CC, namun boleh menggunakan perangkat induksi tenaga seperti turbocharged maupun supercharged. Output tenaga juga dibatasi, maksimal hanya 64 PS. Tak hanya itu, daya angkut maksimum mobil juga ditetapkan yakni 4 orang dan bagasi 350 kg. Sementara, Pemerintah Jepang lewat MILT juga menerapkan standar efisiensi bagi mobil-mobilnya lewat regulasi FY2020 Standard.

Keuntungan mobil jenis ini tentunya adalah biaya operasional yang lebih ringan. Bukan hanya karena bahan bakarnya irit, namun pemerintah di Jepang juga menghapuskan biaya parkir dan insentif lainnya untuk Mini Car yang diindikasikan dengan pelat berbeda warna, yakni kuning. Karenanya di Jepang, mobil jenis ini dikenal dengan nama mobil pelat kuning.

Di Negeri Sakura itu, populasi mobil mungil ini mencapai 30% dari jumlah mobil penumpang. Banyak pabrikan yang mengeluarkan mobil jenis ini, Daihatsu Move, Suzuki Wagon R, Nissan Moco, Suzuki R1, dan yang terbaru, proyek kerjasama Mitsubishi-Nissan dengan eK dan Dayz.

Proyek terakhir inilah yang saat ini menjadi permasalahan. Pasca penemuan Nissan Motors, ternyata hasil efisiensi yang disajikan MMC berbeda dengan penemuan mereka, dan lebih dari 600.000 unit eK dan Dayz yang sudah terjual pun disebut tak sesuai dengan standar pemerintah.

Pihak KTB selaku APM Mitsubishi di Indonesia pun menyesali kejadian ini. Mereka tidak membenarkan apa yang sudah dilakukan MMC dan berusaha selalu mengikuti regulasi yang ada sebagai pelaku bisnis di Indonesia.

Di Jepang, MMC juga tengah membentuk komite investigasi yang terdiri dari pakar dari eksternal MMC untuk melakukan penyelidikan terhadap seluruh produk yang dibuat MMC tak hanya untuk pasar Jepang namun untuk pasar dunia.

Saat ini, di Indonesia hanya Mitsubishi Delica D:5 yang merupakan produk yang dirakit di Negeri Sakura. Sementara produk lainnya diproduksi di Tanah Air ataupun impor dari Thailand.

Baca Juga: KTB Jawab Polemik Seputar Kecurangan Mitsubishi Jepang

Sumber : UNECE.org, JAMA

Foto: Indianautosblog, Carbay

Ivan Hermawan

Ivan Hermawan

Pria yang gemar wisata kuliner ini memulai profesinya sebagai jurnalis otomotif di Auto Bild Indonesia. Ratusan kendaraan sudah ia jajal, dari roda dua, roda empat, roda enam, kendaraan tempur bahkan truk trailer dengan belasan roda pernah ia uji.

Baca Bio Penuh

Jual mobil anda dengan harga terbaik

Pembeli asli yang terverifikasi Pembeli asli yang terverifikasi
Listing gratis Listing gratis
Daftarkan mobil Anda

Cerita Terkait Mitsubishi Delica

  • Berita
Berita Mobil Delica

Model Mobil Mitsubishi

  • Mitsubishi Xpander
    Mitsubishi Xpander
  • Mitsubishi L300
    Mitsubishi L300
  • Mitsubishi Pajero Sport
    Mitsubishi Pajero Sport
  • Mitsubishi Xpander Cross
    Mitsubishi Xpander Cross
  • Mitsubishi XForce
    Mitsubishi XForce
  • Mitsubishi Triton
    Mitsubishi Triton
  • Mitsubishi Pajero Sport Elite
    Mitsubishi Pajero Sport Elite
  • Mitsubishi L100 EV ev
    Mitsubishi L100 EV
  • Mitsubishi Destinator
    Mitsubishi Destinator
Harga Mobil Mitsubishi

IIMS 2026

Tren & Pembaruan Terbaru

Anda mungkin juga tertarik

  • Berita
  • Artikel feature

Mobil Unggulan Mitsubishi

  • Yang Akan Datang
  • BYD Atto 4 ev
    BYD Atto 4
    Harga menyusul
    Perkiraan Diluncurkan TBA Kabari Saya Saat Diluncurkan
  • BYD Denza B5
    BYD Denza B5
    Harga menyusul
    Perkiraan Diluncurkan TBA Kabari Saya Saat Diluncurkan
  • Geely Star Wish ev
    Geely Star Wish
    Harga menyusul
    Perkiraan Diluncurkan TBA Kabari Saya Saat Diluncurkan
  • BYD Yangwang U8 phev
    BYD Yangwang U8
    Harga menyusul
    Perkiraan Diluncurkan TBA Kabari Saya Saat Diluncurkan
  • BYD Denza Z9 GT ev
    BYD Denza Z9 GT
    Harga menyusul
    Perkiraan Diluncurkan TBA Kabari Saya Saat Diluncurkan

Artikel Mobil Mitsubishi Delica dari Carvaganza

  • Kia Perluas Ekspansi, Resmikan Diler Baru di Surabaya
    Kia Perluas Ekspansi, Resmikan Diler Baru di Surabaya
    Eka Zulkarnain H, Hari ini
  • Hyundai Indonesia Terbangkan Pemenang Test Drive ke Los Angeles
    Hyundai Indonesia Terbangkan Pemenang Test Drive ke Los Angeles
    Anjar Leksana, Hari ini
  • Jetour T1 dan T2 PHEV Siap Masuk Pasar Indonesia, NJKB Sudah Ada
    Jetour T1 dan T2 PHEV Siap Masuk Pasar Indonesia, NJKB Sudah Ada
    Anjar Leksana, 13 Mei, 2026
  • Enam Dekade Sang Legenda, Toyota Rilis Corolla Edisi Spesial 60th Anniversary
    Enam Dekade Sang Legenda, Toyota Rilis Corolla Edisi Spesial 60th Anniversary
    Anjar Leksana, 13 Mei, 2026
  • Dominasi di Banjarbaru, TGRI Sapu Bersih Kemenangan Seri 1 & 2 Kejurnas Rally 2026
    Dominasi di Banjarbaru, TGRI Sapu Bersih Kemenangan Seri 1 & 2 Kejurnas Rally 2026
    Anjar Leksana, 13 Mei, 2026

Artikel Mobil Mitsubishi Delica dari Zigwheels

  • Motovaganza
  • Tips
  • Review
  • Artikel Feature
  • Freelander Bereinkarnasi Menjadi SUV Listrik Berbasis Teknologi Chery
    Freelander Bereinkarnasi Menjadi SUV Listrik Berbasis Teknologi Chery
    Anindiyo Pradhono, 13 Mei, 2026
  • BYD Atto 1 2026 Lebih Canggih dengan Teknologi LiDAR
    BYD Atto 1 2026 Lebih Canggih dengan Teknologi LiDAR
    Anjar Leksana, 13 Mei, 2026
  • Lexus TZ 2027 Debut, Era Baru SUV Listrik Premium dengan Kenyamanan Lounge Berjalan
    Lexus TZ 2027 Debut, Era Baru SUV Listrik Premium dengan Kenyamanan Lounge Berjalan
    Anjar Leksana, 12 Mei, 2026
  • Toyota Siapkan Skuter Hydrogen Berbasis Platform Suzuki Burgman
    Toyota Siapkan Skuter Hydrogen Berbasis Platform Suzuki Burgman
    Anjar Leksana, 11 Mei, 2026
  • Hyundai dan TVS Berbagi Keahlian dalam Membuat Motor Roda Tiga Listrik
    Hyundai dan TVS Berbagi Keahlian dalam Membuat Motor Roda Tiga Listrik
    Anjar Leksana, 29 Apr, 2026
  • Tips Pengecekan Rem Mobil dari Suzuki Sebelum Mudik Lebaran
    Tips Pengecekan Rem Mobil dari Suzuki Sebelum Mudik Lebaran
    Anjar Leksana, 10 Mar, 2026
  • Perlunya Pengecekan Ban Mobil Sebelum Perjalanan Jauh dan saat Musim Hujan
    Perlunya Pengecekan Ban Mobil Sebelum Perjalanan Jauh dan saat Musim Hujan
    Anjar Leksana, 29 Des, 2025
  • Pahami Konsekuensi dan Kesiapan Sebelum Beralih ke Mobil Listrik
    Pahami Konsekuensi dan Kesiapan Sebelum Beralih ke Mobil Listrik
    Setyo Adi, 12 Agu, 2025
  • Termasuk Komponen Vital, Pentingnya Merawat Ban Serep
    Termasuk Komponen Vital, Pentingnya Merawat Ban Serep
    Setyo Adi, 04 Des, 2024
  • Menyiasati Terjebak Macet Horor Berjam-jam
    Menyiasati Terjebak Macet Horor Berjam-jam
    Setyo Adi, 20 Sep, 2024
  • Test Drive Mitsubishi Destinator: SUV 7-Seater Turbo yang Sangat Menjanjikan
    Test Drive Mitsubishi Destinator: SUV 7-Seater Turbo yang Sangat Menjanjikan
    Setyo Adi, 01 Sep, 2025
  • First Drive Jaecoo J7 AWD di Medan Offroad: Tangguh Tanpa Modifikasi
    First Drive Jaecoo J7 AWD di Medan Offroad: Tangguh Tanpa Modifikasi
    Muhammad Hafid, 29 Agu, 2025
  • First Drive Jaecoo J7 SHS: Efisiensi Tinggi dan Fitur ADAS Lengkap
    First Drive Jaecoo J7 SHS: Efisiensi Tinggi dan Fitur ADAS Lengkap
    Muhammad Hafid, 29 Agu, 2025
  • First Drive Xpeng G6: Siap Tantang Kelas Premium
    First Drive Xpeng G6: Siap Tantang Kelas Premium
    Setyo Adi, 24 Jun, 2025
  • Test Drive New BYD Seal: Geber di Mandalika, Jajal Suspensi DiSus-C
    Test Drive New BYD Seal: Geber di Mandalika, Jajal Suspensi DiSus-C
    Alvando Noya, 13 Jun, 2025
  • Harga Beda Tipis, Beli Toyota Kijang Innova Reborn 2.4 Diesel atau Zenix 2.0 G CVT?
    Harga Beda Tipis, Beli Toyota Kijang Innova Reborn 2.4 Diesel atau Zenix 2.0 G CVT?
    Anjar Leksana, 02 Jan, 2026
  • 5 SUV Besar Lawan Jaecoo J8 SHS Ardis di Indonesia
    5 SUV Besar Lawan Jaecoo J8 SHS Ardis di Indonesia
    Anjar Leksana, 16 Okt, 2025
  • Nissan R35 GT-R Resmi Pensiun, Warisan 18 Tahun dan Dedikasi Sang “Godfather of GT-R”
    Nissan R35 GT-R Resmi Pensiun, Warisan 18 Tahun dan Dedikasi Sang “Godfather of GT-R”
    Setyo Adi, 08 Sep, 2025
  • Pilihan Mobil Listrik Terbaru Pasca GIIAS 2025
    Pilihan Mobil Listrik Terbaru Pasca GIIAS 2025
    Anjar Leksana, 04 Agu, 2025
  • GIIAS 2025, Jadi Panggung Elektrifikasi Mobil Hybrid dari Segala Segmen
    GIIAS 2025, Jadi Panggung Elektrifikasi Mobil Hybrid dari Segala Segmen
    Setyo Adi, 04 Agu, 2025

Bandingkan

You can add 3 variants maximum*