Antisipasi Lonjakan Permintaan, Daihatsu Siapkan Produksi 2 Shift

Antisipasi Lonjakan Permintaan, Daihatsu Siapkan Produksi 2 Shift

Memasuki Juli 2020, PT Astra Daihatsu Motor (ADM) berencana membuka jalur produksi dua shift. Kendati pemerintah DKI Jakarta memperpanjang transisi PSBB (pembatasan sosial berskala besar) sampai pertengahan bulan, ADM meningkatkan aktivitas pabrik. Hal ini dilakukan untuk menggenjot produksi dan memenuhi permintaan. Baik domestik dan ekspor. 


Juni kemarin Daihatsu telah membuka fasilitas produksinya di Sunter, Jakarta. Namun, aktivitasnya terbatas untuk memenuhi kebutuhan ekspor. Walau begitu, produksi tetap berlangsung. Bahkan bakal dikejar pada Juli, tak hanya untuk pasar luar negeri, tapi juga domestik. Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan dari dalam negeri.


Namun, volume produksi ADM selama Juni masih dalam jumlah terbatas. Karena seluruh kegiatan harus memenuhi protokol Covid-19 dan aturan PSBB. Prosedur seperti pengecekan tubuh saat masuk area kerja bagi siapapun, menjaga jarak antar karyawan minimal satu meter dan penggunaan masker.


Daihatsu Ayla 2020


Rencananya Daihatsu bakal menerapkan jam kerja dua shift. Implementasinya sendiri ditargetkan pada Agustus. Untuk bulan ini merek asal Jepang yang menciptakan Xenia dan Sigra, menerapkan pelatihan untuk dua jalur produksi lebih dulu.


"Kami berharap persiapan produksi 2 shift pada Juli akan menjadi awal kenaikan produksi selanjutnya di sisa tahun 2020. Semoga ekonomi Indonesia dapat segera pulih dan pasar mobil bergairah kembali,” ucap Amelia Tjandra, Marketing Director dan Corporate Planning & Communication Director PT ADM dalam keterangan resminya.


Baca juga: Uji Keselamatan di Jepang, Daihatsu Rocky Raih Hasil Terbaik


Cahaya terang performa penjualan otomotif memang belum bisa diprediksi. Mengingat wabah masih belum teratasi sepenuhnya. Penjualan Daihatsu selama lima bulan belakangan terus mengalami penurunan. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), capaian retail tertinggi terjadi pada Januari sebesar 14.582 unit. Kemudian sedikit merosot pada Februari dengan jumlah 13.658 unit. Angkanya makin parah pada bulan selanjutnya, Maret Cuma membukukan 10.946 unit, April 5.160 unit dan mei 3.673 unit.


Raihan serupa berlaku pada ekspor. Namun, Februari menjadi puncak terbanyak. Detailnya sebagai berikut. Pada Januari Daihatsu mengirim 6.423 unit ke luar Indonesia. Februari meningkat menjadi 11.010 unit. Lalu menurun di Maret yakni 8.026 unit, April 4.800 unit dan Mei 2.469 unit.


Langkah untuk menggenjot penjualan pun terus dilakukan. Termasuk memanfaatkan platform digital dengan menggelar virtual event, serta menyiapkan berbagai promo. Tak hanya itu, Daihatsu kedapatan melakukan studi terhadap mesin 1,0 liter turbo yang dipasang ke produk bernama Thor. Besar kemungkinan merek ini tengah menyiapkan model baru, atau bahkan meregenerasi unit lainnya menggunakan jantung mekanis yang lebih efisien, tapi tetap bertenaga layaknya dapur pacu naturally aspirated.


Sempat Diperpanjang


Menindaklanjuti kebijakan PSBB. Daihatsu Indonesia sempat memutuskan untuk memperpanjang periode pemberhentian produksi sementara di pabrik. Keputusan ini dilakukan karena perusahaan lebih mengutamakan kesehatan dan keselamatan karyawan, pelanggan, serta stakeholders lainnya. 


Setelah lewat waktu yang ditentukan, Daihatsu lantas tak langsung membuka normal. Tenaga pekerjanya diberikan pelatihan, agar produksi dapat berjalan mengikuti protokol pencegahan COVID-19. Tujuannya sebagai persiapan untuk dapat memenuhi kebutuhan pelanggan di masa depan.


Pelatihan pun dilakukan sambil menerapkan aturan physical distancing. Dengan tidak menggelar secara masif atau menghadirkan banyak orang. Kemudian jarak antar pekerja dipastikan minimal 1 meter. Bagi karyawan yang mengisi kantor pusat, sementara masih diberlakukan bekerja dari rumah (work from home), selama periode PSBB. Ini sesuai Keputusan Gubernur DKI Jakarta No.412 tahun 2020.


Sampai akhirnya, proses produksi pun dipastikan harus berjalan. Sembari memberlakukan protokol pencegahan COVID-19 yang ditetapkan pemerintah. Prosedur seperti mengecek suhu tubuh saat masuk area kerja, menjaga jarak antar karyawan minimal 1 meter, pemberian dan penggunaan masker, membatasi jumlah orang dan waktu kerja dan peraturan lainnya. Seluruh aktifitas ADM juga sudah mengikuti peraturan yang diterbitkan Kementrian Kesehatan nomor HK.01.07/MENKES/328/2020. Tentang panduan pencegahan dan pengendalian COVID-19 di tempat kerja dalam mendukung keberlangsungan usaha pada situasi new normal. (Hfd/Tom)


Baca juga: Benarkah Daihatsu Xenia dan Toyota Avanza Baru Pakai Basis Rocky?

      • Overview
      • Tentang Kami
      • Kontak Kami
      • Others
      • Kebijakan Privasi
      • S&K
      • Dapatkan di Google Play
      • Tersedia di App Store