Perbedaan Mobil Konvensional dan Mobil Listrik

Perbedaan Mobil Konvensional dan Mobil Listrik

Mobil listrik semakin banyak beredar di pasar otomotif saat ini. Pada dasarnya, tidak berbeda dengan mobil bermesin konvensional bersistem pembakaran internal yang terdiri dari empat roda, ditopang suspensi, ada rem, sistem audio dan sebagainya. Apalagi fungsinya juga sama-sama sebagai kendaraan untuk memenuhi kebutuhan mobilisasi.

Meskipun secara prinsip terbilang sama, tapi ada sejumlah perbedaan yang bisa dibilang mencolok pada mobil listrik dibandingkan mobil bermesin konvensional. Perbedaan utama tentu terdapat pada komponen sistem penggerak dan sumber tenaga.

Mobil konvensional mengandalkan mesin pembakaran internal sebagai sistem penggerak, yang dipadukan transmisi untuk memutar roda. Ada ratusan komponen bergerak saling terintegrasi. Hal yang sama juga dimiliki pada mobil hybrid, masih menggunakan mesin pembakaran internal baik sebagai sistem penggerak utama atau pendukung. Dan untuk menghentikan atau mengurangi kecepatan, rem punya peran paling besar.

Sedangkan mobil listrik sumber tenaganya menggunakan baterai. Baterai yang umumnya berjenis lithium-ion kemudian menyalurkan energi langsung ke motor listrik untuk menggerakkan roda. Rangkaian sistem powertrain punya mobil listrik lebih sederhana dibanding konvensional.

Hyundai Kona EV

Kemudian soal penyimpanan dan isi ulang sumber energi, mobil konvensional punya tangki untuk menampung bahan bakar minyak (BBM). Bahan bakar cair tersimpan di tangki kemudian dipompa ke mesin untuk menghasilkan pembakaran dan tenaga. Pengisian ulang bahan bakar mobil konvensional umumnya dilakukan di SPBU (stasiun pengisian bahan bakar umum).

Sementara baterai sebagai penyimpan energi listrik umumnya terpasang di bagian dasar atau bawah chassis mobil. Karena tidak menggunakan bahan bakar, maka pengisian ulang baterai bisa langsung memanfaatkan sumber listrik yang tersedia di mana saja. Contohnya seperti perkantoran, stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU), pusat perbelanjaan, atau bahkan di rumah. Charging atau pengisian ulang baterai normal membutuhkan waktu yang cukup lama, namun jika bisa menggunakan metoda fast charging waktu pengisian bisa terpangkas sampai berkali-kali lipat.

Namun meski mobil konvensional dan listrik memiliki perbedaan  signifikan, keduanya tetap memiliki banyak kesamaan. Sebut saja sistem audio atau infotainment, AC, sistem kemudi, suspensi, dan pendukung kestabilan pada sasis diterapkan dan dimiliki juga pada mobil listrik.

Tapi ada satu hal menarik yang dimiliki mobil listrik dan absen di  mobil konvensional. Mobil listrik, termasuk hybrid, punya sistem pengereman regeneratif (regenerative braking) yang dapat mendaur ulang energi listrik ke baterai. Ketika pedal akselerator dilepas, motor listrik dapat mengisi ulang baterai dengan menciptakan efek seperti engine brake. Laju mobil yang ditahan ini menghasilkan energi yang kemudian disimpan kembali ke baterai, agar konsumsi energinya lebih efisien.

Dan kelebihan lain yang bisa dinikmati melalui mobil listrik adalah sisi kepraktisan dan ekonomis untuk keperluan perawatan berkalanya. Karena komponen mekanisnya jauh lebih sederhana, maka proses perawatan mobil listrik juga lebih mudah. Hal paling umum yang dilakukan dalam setiap perawatan adalah pembaruan (update) software pada sistem elektriknya.

 

Baca Juga: Sistem Perlindungan EV saat Terjadi Kecelakaan

Anda mungkin juga tertarik

  • Yang Akan Datang

Video Mobil Terbaru di Oto

Oto
Tonton Video Mobil