Donald Trump, Wayang Druna Industri Otomotif

Donald Trump, Wayang Druna Industri Otomotif

Amerika Serikat baru saja memilih pimpinan negaranya. Tongkat kuasa akan Negara Adidaya diserahkan pada sosok yang kontroversial, Donald Trump. Ia adalah salah satu taipan terkaya di dunia dengan basis bisnis properti. 8 November lalu, ia terpilih sebagai Presiden, dan seketika itu pula, seluruh industri mulai bercermin, termasuk otomotif.

Salah satu langkah buruk yang dikhawatirkan oleh banyak kalangan industri termasuk otomotif adalah janji kampanye Trump untuk mengubur perjanjian North American Free Trade Agreement (NAFTA). Perjanjian ini pada hakekatnya membuat perdagangan antar Amerika Serikat, Meksiko dan Kanada kian fleksibel. Dalam kampanyenya, Trump menginginkan keuntungan lebih besar bagi Amerika Serikat yang tentunya sulit diterima oleh dua negara lain. Pilihan lain jika perjanjian ini sulit direvisi, adalah mencabut diri dari perjanjian tersebut.

Mantan Gubernur Bank of Canada, David Dodge adalah salah satu yang memaparkan kekhawatiran ini. Dalam wawancaranya dengan CBS, Dodge mengatakan,”Ini adalah berita buruk untuk industri otomotif di Ontario, satu-satunya hal yang bisa diharapkan adalah industri di Amerika Utara yang sangat terintegrasi agar perdagangan sangat lancar.”

Ia khawatir akan menurunnya perdagangan mobil yang saat ini berjalan lancar antara Kanada dan Amerika. Dengan dipupuskannya perjanjian tersebut (NAFTA) maka perusahaan otomotif harus mengeluarkan dana lebih untuk membayar pajak impor kendaraan dari Kanada atau sebaliknya.

industri otomotif AS

Dodge adalah salah satu dari pengamat yang menjabarkan kekhawatirannya. Di lain pihak merek-merek otomotif yang sudah terlanjur—bahkan sedang—membangun pabrik di Meksiko, akan kelimpungan. Sebut saja Mazda, Honda, Volkswagen, Audi, Hyundai, Kia, adalah merek-merek yang sudah mengoperasikan pabrik di sana. Belum lagi Ford, Nissan, BMW, Volvo hingga Toyota sedang membangun pabrik juga.

Menurut Center of Automotive Research (CAR), tak kurang dari US$ 24 milliar sudah ditanamkan oleh perusahaan-perusahaan otomotif di Meksiko. Sementara Trump sempat menyebut saat kampanyenya bahwa harga mobil yang berasal dari Meksiko akan dikenakan tarif khusus lebih tinggi US$ 5 ribu- US$ 15 ribu per unitnya. Bahkan tarif yang lebih tinggi 10-35% bisa dikenakan untuk sparepart yang diimpor dari Meksiko, dan tebak, berapa jika asalnya dari TIongkok? 45% jika berasal dari negeri Tirai Bambu tersebut.

Pihak CAR juga yakin bahwa pabrikan tak akan sesembrono itu untuk langsung menutup pabrik-pabrik di Meksiko dan memindahkannya ke AS begitu Trump menutup ruang perdagangan NAFTA. “Kau bisa membangun tembok perdagangan, kau bisa mengacak-acak NAFTA, namun industri tak akan pudar begitu saja, mereka akan menemukan tempat lainnya untuk mendatangkan supply atau kendaraan, tidak dari Meksiko saja,” ujar Kristin Dziczek, Direktur Grup Industri dan Tenaga Kerja di CAR seperti dilansir laman Detroit News.

Memang kebanyakan pabrikan masih memilih untuk ‘wait and see’ akan langkah signifikan yang akan diambil Trump begitu ia mulai bekerja di Gedung Putih. Sebagian percaya bahwa Trump tak akan sedemikian itu ringan tangan untuk memupuskan pintu gerbang perdagangan.

pabrik Ford

Trump dan para penasihatnya tentu harus berpikir jernih untuk mengakomodir nasib pabrikan-pabrikan tersebut. Pasalnya, membangun pabrik di AS pun sudah bukan merupakan opsi. Selain biaya operasional sangat tinggi, pabrik yang sudah dibangun pun terlanjur digunakan untuk memproduksi mobil truk, SUV yang memang lebih laku di sana ataupun mobil mewah. Menambah lini produksi untuk mengakomodir model yang tadinya diproduksi di Meksiko artinya investasi besar, dan itu bukan hal yang mudah.

Rangkaian proses demokrasi AS yang berujung pada terpilihnya Trump memang menuai banyak pandangan. Bukan saja janji-janjinya semasa kampanye yang kontroversial, namun pemikirannya yang membuat banyak pihak tak bisa menebak akan seperti apa nasib Amerika, bahkan dunia dengan posisi Trump sebagai Presiden AS nantinya.

“Kami mendukung janji Presiden terpilih, Trump untuk fokus pada perkembangan ekonomi,” ujar Vice President Komunikasi dan Kebijakan Umum Aliansi Pabrikan Otomotif (AAM), sebuah grup advokasi yang merepresentasikan 12 pabrikan mobil besar. “Kami akan menunggu undangan pemerintahan Trump jika ia ingin menjalin diskusi produktif akan kebijakan, dan peraturan yang mendukung perkembangan ekonomi di tengah isu bahan bakar yang kian menipis.”

Tapi, salah satu momen unik dari berbagai respon yang timbul pada naiknya Trump adalah apresiasi sutradara film fiksi, Neill Blomkamp, yang membuat rekaan kendaraan The Beast dan Air Force One (sebutan untuk mobil dan pesawat Presiden AS). Untuk mobilnya, Blomkamp seperti dilansir Jalopnik menampilkan limousine dengan ornamen emas yang sangat mewah dan nyentrik.

Sedangkan untuk Air Force One yang memang menjadi pusat pemerintahan di udara ketika orang nomor satu di AS itu berkelana, Blomkamp mendesain pesawat Antonov yang dimodifikasi sesuai selera Trump. Trump yang memang bersifat keras terhadap lawan-lawannya akan diberikan pesawat dengan persenjataan lengkap, bahkan disertai hulu nuklir yang siap dijatuhkan kapanpun Trump merasa perlu. Di bagian atas pesawat tampak tersedia oase untuk sang presiden beristirahat kapanpun ia mau.

Terpilihnya Trump membuat saya teringat dengan sosok pewayangan bernama Resi Druna (Drona). Ia adalah guru dari Arjuna dalam satir Mahabarata. Sosoknya yang tinggi hati, sombong, congkak, membuat banyak pihak membencinya, namun di lain sisi ia cakap dan cerdik dalam siasat perang. Ia juga memegang pusaka atau senjata berwujud keris Cundamanik dan panah Sangkali. Bagaikan Trump yang juga memegang pusaka berupa nuklir dan kecerdikan bisnis, mungkin kita akan sulit memprediksi pergerakkan Trump yang sangat dinamis dan keras dalam industri khususnya di dunia otomotif. Mari kencangkan sabuk pengaman!

Baca Juga: Waspadai Hal-Hal Ini Saat Hujan Lebat

Sumber: Jalopnik, Detroitnews, cbc.ca

  • Yang Akan Datang

Video Mobil Terbaru di Oto

Oto
Tonton Video Mobil