Test Drive BAIC T1: Menguji Kelincahan dan Kenyamanan Crossover EV di Rute Dalam dan Luar Kota
Bukan sekadar mobil listrik perkotaan, BAIC T1 menawarkan racikan suspensi dewasa dan kelegaan kabin yang patut diperhitungkan
Opsi mobil listrik di Indonesia kembali disemarakkan oleh kehadiran penantang baru di segmen crossover hatchback. Memulai debut perdananya di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS), BAIC T1 hadir membawa angin segar. Model yang di negara asalnya dikenal dengan nama Arcfox ini didistribusikan oleh PT JIO Distribusi Indonesia dengan emblem BAIC dan membawa tema "The Spacious Smart EV".
Tentu saja, jargon pemasaran harus dibuktikan di atas aspal. Untuk mengetahui sejauh mana kapabilitas aslinya, kami tidak hanya menguji BAIC T1 membelah kemacetan ibu kota, melainkan membawanya dalam rute uji coba jarak menengah: Jakarta – Bandung – Jakarta. Melalui pengetesan ini, kami membedah tuntas mulai dari rancang bangun, kelengkapan fitur, hingga rasa berkendaranya secara objektif.
Proporsi Ringkas yang Menipu Mata
Bahasa desain BAIC T1 memadukan estetika clean khas mobil listrik modern dengan utilitas sebuah crossover. Dimensi bodinya mencatatkan panjang 4.337 mm, lebar 1.860 mm, dan tinggi 1.572 mm. Proporsi ini tergolong ringkas dan ramah untuk bermanuver di jalanan sempit perkotaan. Meski mukanya ada kemiripan dengan Changan Nevo Q05, bentuk buritan terlihat berkarakter mirip Volvo C40. Tampilannya dipermanis pelek Aluminium Alloy berukuran 18 inci yang dibalut ban profil 215/55R18.
Namun, keunikan utamanya terletak pada jarak sumbu roda (wheelbase) yang ditarik hingga 2.770 mm. Angka ini membuat overhang depan dan belakang menjadi sangat pendek. Selain berdampak pada kelegaan interior, proporsi ini memberikan stabilitas ekstra.
Untuk mengakomodasi kondisi jalanan di Indonesia yang terkadang tidak terduga, area undercarriage dibekali ground clearance yang memadai. Pabrikan bahkan mengklaim sasis dan letak baterainya memiliki proteksi genangan air (water wading depth) setinggi 30 cm dalam kondisi normal, dan memiliki toleransi hingga 50 cm ketika melewati genangan yang bergelombang (bumpy wading).
Pendekatan Digital di Interior
Masuk ke dalam kabin yang dilabeli sebagai "Premium Clean Cabin", nuansa futuristis langsung menyapa. Mayoritas kendali fisik dihilangkan, digantikan layar sentuh LCD Central Control raksasa berukuran 15,6 inci di tengah dasbor, dipadukan lagi dengan panel instrumen digital LCD Meter 8,8 inci untuk pengemudi. Adaptasi awal sangat diperlukan bagi pengemudi baru, karena pengaturan fundamental seperti AC, mode berkendara, hingga spion harus diakses melalui layar sentuh ini.
Ergonomi pengemudi tergolong baik. Jok berbalut kulit sintetis dapat diatur secara elektrik (6 arah untuk pengemudi, 4 arah untuk penumpang depan) dan dilengkapi memori serta ventilasi udara. Visibilitas keluar juga terasa luas, didukung oleh atap kaca Panoramic Sky Curtain seluas 2,34 m² yang memberikan ilusi ruang tanpa batas. Urusan kepraktisan dikelola oleh 32 kompartemen penyimpanan pintar (smart storage spaces) yang tersebar di seluruh penjuru kabin.
Berpindah ke baris kedua, wheelbase 2.770 mm benar-benar bersuara. Ruang kaki (legroom) penumpang belakang luar biasa lapang. Namun, harus diakui ada sedikit kompromi dalam aspek ergonomi duduk. Akibat penempatan paket baterai di bawah lantai, dek baris kedua menjadi agak tinggi. Dipadukan dengan sudut sandaran kursi yang tergolong tegak, paha penumpang dewasa akan sedikit menggantung karena kurang tersangga dengan sempurna.
Dari segi insulasi Noise, Vibration, and Harshness (NVH), kabin BAIC T1 yang diklaim mampu mereduksi kebisingan hingga 85% (Soundproof Cabin) cukup efektif menahan suara angin. Meski demikian, road noise dari ban bawaan pabrik masih cukup terdengar menginterupsi keheningan saat mobil dipacu di aspal beton jalan tol.
Gesit di Kota, Stabil di Jalur Cepat
BAIC T1 digerakkan Permanent Magnet Synchronous Motor yang mengirimkan daya ke roda depan (FWD). Jantung pacu ini menghasilkan tenaga puncak 70 kW (94 HP) dengan torsi 176 Nm. Torsi instan khas EV membuat mobil ini terasa sangat gesit di kemacetan Jakarta. Akselerasi 0–50 km/jam diklaim dapat diselesaikan dalam tempo 5,2 detik.
Saat diuji di Tol Purbaleunyi, performanya tidak ngos-ngosan. Proses menyalip truk dan kendaraan lambat terasa effortless. Kecepatan maksimumnya dibatasi secara perangkat lunak di 150 km/jam yang cukup cepat dicapai. Jadi jangan terlalu jumawa dan terbawa nafsu. Limitasi dari pabrikan bukan untuk kebut-kebutan.
Sumber tenaganya berasal dari baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) berkapasitas 42,3 kWh yang mencatatkan klaim konsumsi listrik 11,2 kWh/100 km. Dalam brosur, jarak tempuhnya diklaim mencapai 425 km melalui pengujian CLTC (rute kombinasi dominan pelan), dan 310 km berdasarkan pengujian WLTC (rute kombinasi konstan dan tol). Kapasitas baterai tergolong kecil untuk perjalanan antarkota. Berangkat dari Alam Sutera, Tangerang, dalam kondisi 96%, tiba di kawasan Lembang sudah tersisa 22%. Dengan catatan, cara mengemudi senormal mungkin tidak dibuat irit.
Pengisian baterainya mendukung port tipe CCS2. Untuk pengisian daya cepat DC (Fast Charging), kapasitas 30% hingga 80% dapat terisi dalam waktu 25 menit (pada suhu ideal 25°C). Sementara via AC Slow Charging di rumah, butuh waktu maksimal 8 jam dari kosong hingga penuh.
Terkait mode berkendara, ada hal yang perlu disoroti mengenai pengereman regeneratifnya (regenerative braking). Di mode Comfort, efek deselerasi saat melepas pedal gas masih terasa cukup kuat dan menyentak. Kami menyarankan pengguna untuk beralih ke Mode Individual dan mengatur sendiri persentase respons pedal gas dan sensitivitas regenerasi daya dapat diatur lebih linier agar penumpang tidak mudah mual.
Pengendalian dan Rasa Berkendara
Karakter lingkar kemudi BAIC T1 mengadopsi sistem Electric Power Steering (EPS) yang sangat ringan. Feedback atau umpan balik dari permukaan jalan nyaris tidak terasa hingga ke telapak tangan, sekalipun mode berkendara sudah diubah ke Sport. Setir yang ringan ini merupakan kompromi yang ditujukan demi kepraktisan manuver harian di kepadatan lalu lintas. Kendati demikian, berkat rancang bangun sasis dan penggerak roda depan yang solid, respons arah kendaraan tetap presisi dan lincah mengikuti input kemudi.
Bintang utama dari crossover ini justru terletak pada racikan bantingan suspensinya. Mengandalkan MacPherson strut di roda depan dan Torsion Beam di poros belakang, kalibrasinya terasa sangat matang. Hal ini terbukti ketika kami melintasi Tol Layang MBZ (Sheikh Mohammed Bin Zayed) yang didominasi sambungan jalan bergelombang. Alih-alih memantul keras (bouncy), suspensi BAIC T1 mampu meredam kontur jalan tersebut dengan tenang. Bahkan tidak ada komplain negatif dari penumpang belakang. Sasis tidak terasa limbung, menjaga seisi kabin tetap stabil dan nyaman di kecepatan tinggi.
Proteksi ADAS dan Fleksibilitas V2L/V2V
Statusnya sebagai "Smart EV" dikukuhkan oleh kehadiran 12 peranti keselamatan aktif Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) Level 2. Rute tol panjang Jakarta-Bandung terasa jauh lebih rileks berkat fitur Adaptive Cruise Control (ACC) dan Integrated Cruise Control (ICA) yang halus dalam menjaga jarak dengan kendaraan di depan. Sistem pencegahan seperti Automatic Emergency Braking (AEB) dan Lane Departure Warning (LDW) juga bersiaga tanpa intervensi yang terlalu intrusif.
Saat berada di area parkir yang sempit, kombinasi 360 Around View Monitor (AVM) dengan radar depan-belakang memudahkan pemantauan. Bagi pengemudi pemula, mobil ini menyediakan fitur Automatic Parking Assist (APA) yang sanggup memutar kemudi secara mandiri untuk mengeksekusi parkir paralel maupun seri.
Tidak ketinggalan, arsitektur kelistrikannya mendukung fitur Vehicle-to-Load (V2L) dan Vehicle-to-Vehicle (V2V) dengan daya keluaran maksimal 3.500 Watt. Kapabilitas V2V ini sangat fungsional karena BAIC T1 bisa bertindak sebagai powerbank raksasa untuk menyuplai energi listrik darurat kepada kendaraan EV lain yang kehabisan daya di tengah perjalanan.
Simpulan
Melalui pengujian komprehensif dari Jakarta ke Bandung dan kembali lagi, BAIC T1 membuktikan bahwa dirinya bukan sekadar mobil listrik yang hanya jago di dalam kota. Torsi yang responsif, fitur asisten mengemudi (ADAS), dan redaman suspensi yang nyaman menjadi nilai jual terbaik bagi T1. Meski terdapat catatan kecil pada ergonomi jok belakang dan setir yang terlalu ringan, hal tersebut masih dalam tahap wajar untuk sebuah crossover harian.
Tingkat kepercayaan konsumen juga dijamin melalui skema purnajual yang panjang. Pabrikan memberikan garansi baterai EV selama 8 Tahun/160.000 KM dan garansi kendaraan secara umum selama 6 Tahun/160.000 KM. Ditambah lagi dengan gratis biaya perawatan (Free Service Maintenance) selama 4 Tahun/80.000 KM, BAIC T1 bisa dilirik sebagai opsi crossover listrik. (ODI)
Baca Juga:
Test Drive Geely Coolray: Compact SUV yang Tampil Sporty dengan Sedikit Cita Rasa EV
Jual mobil anda dengan harga terbaik
Pembeli asli yang terverifikasi
-
Jelajahi BAIC T1
Cerita Terkait BAIC T1
- Berita
Model Mobil BAIC
Jangan lewatkan
IIMS 2026
Tren & Pembaruan Terbaru
- Terbaru
- Populer
Mobil Unggulan BAIC
- Populer
Video Mobil BAIC T1 Terbaru di Oto
Bandingkan & Rekomendasi
BAIC T1
Rp 373 Juta
Tulis Review
Harga BAIC T1
|
|
|
|
|
|
Jenis Bahan Bakar
Electric
|
Bensin
|
Bensin
|
Bensin
|
Bensin
|
|
Tenaga
94
|
119
|
103
|
148
|
103
|
|
Torsi
176 Nm
|
145 Nm
|
136 Nm
|
220 Nm
|
136 Nm
|
|
Jenis Transmisi
Otomatis
|
Manual
|
Manual
|
CVT
|
Manual
|
|
Mesin
-
|
1497
|
1496
|
1498
|
1496
|
|
Tempat Duduk
-
|
7
|
7
|
7
|
7
|
|
Ground Clearance
-
|
-
|
-
|
-
|
220 mm
|
|
|
Tren SUV
- Terbaru
- Yang Akan Datang
- Populer
Artikel Mobil BAIC T1 dari Carvaganza
Artikel Mobil BAIC T1 dari Zigwheels
- Motovaganza
- Tips
- Review
- Artikel Feature