Toyota Gandeng Mazda dan Denso Bikin Perusahaan Baru

Toyota Gandeng Mazda dan Denso Bikin Perusahaan Baru

Trend mobil listrik kian ramai. Toyota dan Mazda, menggandeng pembuat komponen elektronik Denso, mengumumkan bentuk kerjasama baru, demi membuat mobil bertenaga baterai.

Kerjasama tiga perusahaan besar Jepang itu, diumumkan hari ini (28/09/2017) melalui rilis yang dikirim Mazda dan Toyota. Ketiganya sepakat mendirikan satu perusahaan baru, yang akan menjadi pusat pengembangan teknologi mobil listrik (Electric Vehicle/EV). Perusahaan itu bernama EV CA. Spirit Co., Ltd. Sahamnya dipegang 90 persen Toyota, sedangkan Mazda dan Denso masing-masing lima persen.

Berkekuatan 40 personel, perusahaan nantinya tidak membuat mobil, melainkan fokus mengembangkan struktur teknologi dasar yang digunakan untuk mobil listrik Mazda dan Toyota.

Inilah jawaban Mazda dan Toyota atas semakin meningkatnya tuntutan untuk transportasi yang ramah lingkungan. Utamanya mobil, di seluruh dunia. Menurut rilis yang dikirimkan kepada Oto.com, baik Mazda maupun Toyota sepakat tunduk kepada tuntutan tersebut, seraya mempertahankan pertumbuhan perusahaan.

Toyota Mirai mobil dengan bahan bakar hydrogen

Karenanya, pengembangan sistem penggerak kendaraan model baru sangat diperlukan. Dan EV bertenaga baterai diyakini jadi jawaban dari semua itu, bersama kendaraan dengan sumber energi fuel cell.

Diharapkan Toyota, Mazda dan Denso bisa membangun struktur teknologi dasar mobil listrik ini dengan cepat. Karena masing-masing punya keahlian unik dan sudah teruji, yang bisa dimanfaatkan. Mazda dengan sistem pengembangan berbasis komputer yang kompleks, Denso dengan teknologi elektroniknya, dan Toyota punya TNGA (Toyota Next Generation Architecture).

Bermodalkan itu, tugas utama EV CA Spirit Co., Ltd, melakukan riset untuk menemukan karakteristik performa dan fungsi yang paling optimal, baik dari segi pemakaian komponen maupun sebagai EV seutuhnya. Nantinya, ada satu platform EV yang mampu memenuhi semua tipe dan segmen kendaraan yang dibutuhkan pasar. Mulai dari kendaraan penumpang hingga komersial ringan.

Saat ini, Toyota yang memiliki pengalaman dengan EV. Mereka sudah memasarkan Mirai, kendaraan fuel cell berbahan bakar hidrogen, yang kemudian menggerakkan generator listrik untuk menjalankan mobil.

Sementara Mazda, memang punya teknologi EV, namun tidak dipasarkan. Hal ini karena mereka justru lebih fokus mengembangkan mesin bakar konvensional, agar bisa efisien dalam hal konsumsi bahan bakar. Hasilnya, teknologi Mazda SKYACTIV.

Baca Juga: Pahami Teknologi Hybrid Toyota C-HR