Survei Populix: MPV dan SUV Masih Jadi Pilihan Utama Konsumen Milenial dan Gen Z
Laporan Populix memetakan kebiasaan harian pemilik mobil hingga pergeseran kekhawatiran soal infrastruktur EV
Preferensi konsumen generasi milenial dan Gen Z atau Gen MZ menjadi salah satu faktor yang memengaruhi perkembangan pasar otomotif Indonesia. Berdasarkan studi terbaru Populix, konsumen kelas menengah atas dari kelompok generasi ini mulai menunjukkan ketertarikan terhadap kendaraan elektrifikasi, meski mobil konvensional masih mendominasi pasar.
KEY TAKEAWAYS
Apa jenis mobil yang paling diminati konsumen Gen MZ menengah atas?
MPV dan SUV masih mendominasi pilihan konsumen dalam studi PopulixSeberapa besar minat konsumen terhadap mobil listrik dan hybrid?
Satu dari lima responden mengaku tertarik memiliki mobil listrik maupun hybrid. Sekitar seperempat responden bahkan menyatakan sangat tertarik membeli mobil listrikMerek mobil listrik apa yang paling menarik perhatian responden?
BYD, Hyundai, dan Wuling menjadi merek yang paling banyak disebut dalam kelompok responden yang sangat tertarik membeli mobil listrikLaporan bertajuk Decoding Indonesia’s Upper Middle MZs Consumer Signals in the Passenger Car Market itu melibatkan 800 pemilik mobil pribadi yang melakukan pembelian dalam lima tahun terakhir. Riset berlangsung pada 30 April hingga 13 Mei 2026.
Hasilnya menunjukkan bahwa MPV (Multi-Purpose Vehicle) dan SUV (Sport Utility Vehicle) masih menjadi jenis kendaraan yang paling banyak diminati. Mobil umumnya digunakan untuk menunjang aktivitas bekerja, dengan frekuensi pemakaian rata-rata enam hari dalam seminggu dan jarak tempuh harian sekitar 17,6 km.
Susan Adi Putra, Associate Research Director Populix, menjelaskan bahwa kendaraan konvensional masih mendominasi pasar. Meski demikian, kendaraan listrik dan hybrid mulai menarik perhatian konsumen.
“Mobil konvensional saat ini masih mendominasi pasar, meskipun mobil listrik mulai mendapatkan momentum. Satu dari lima responden mengaku tertarik memiliki mobil listrik maupun hybrid, khususnya milenial muda dan Gen Z di rentang usia 25-35 tahun,” kata Susan dalam siaran pers.
Enam dari Sepuluh Calon Pembeli Ingin Punya Mobil Tambahan
Studi Populix juga memotret rencana pembelian kendaraan dalam satu tahun ke depan. Menariknya, setidaknya enam dari sepuluh responden yang berencana membeli mobil akan menjadikannya sebagai kendaraan tambahan, bukan menggantikan mobil yang sudah dimiliki.
Source: PopulixRata-rata anggaran yang disiapkan mencapai Rp493 juta. Nilai ini berada di bagian atas segmen menengah, yakni Rp200 juta hingga Rp500 juta, dan mendekati kategori menengah atas dengan rentang harga Rp500 juta sampai Rp1 miliar.
Dalam menentukan pilihan, konsumen mempertimbangkan beberapa aspek utama. Performa mesin, desain futuristik, kualitas premium, serta reputasi pabrikan di tingkat global menjadi faktor yang memengaruhi keputusan pembelian.
Ketertarikan terhadap mobil listrik juga terlihat dari hasil survei. Sekitar seperempat responden mengaku sangat tertarik membeli kendaraan listrik, terutama dari merek BYD, Hyundai, dan Wuling.
Susan menyebut kekhawatiran mengenai infrastruktur pengisian daya kini tidak lagi menjadi pertimbangan sebesar sebelumnya.
“Tak heran, minat terhadap mobil listrik meningkat secara signifikan. Sekitar seperempat responden bahkan mengaku sangat tertarik untuk membeli mobil listrik, khususnya merek BYD, Hyundai, dan Wuling. Mereka juga sudah tidak terlalu khawatir mengenai infrastruktur pengisian daya, yang pada studi Populix tahun lalu masih menjadi poin penting dalam pertimbangan pembelian mobil,” ungkapnya.
Toyota, Hyundai, dan Daihatsu Paling Memuaskan Konsumen
Dari delapan merek mobil penumpang yang paling banyak dibeli responden dalam lima tahun terakhir, Toyota, Hyundai, dan Daihatsu menempati tiga posisi teratas dalam hal kepuasan pelanggan.
Source: PopulixFaktor yang membentuk kepuasan berbeda-beda pada setiap merek. Keandalan dan kinerja mesin menjadi aspek penting bagi pengguna Hyundai dan Mitsubishi. Sementara kenyamanan berkendara menjadi salah satu keunggulan yang banyak diapresiasi pemilik Mitsubishi.
Desain modern dan menarik mendapat perhatian dari pengguna Wuling, Hyundai, serta BYD. Adapun efisiensi energi menjadi faktor yang diapresiasi oleh pengguna Suzuki dan Daihatsu.
Selain kualitas kendaraan, layanan purnajual juga berpengaruh terhadap pengalaman kepemilikan. Mayoritas responden menaruh perhatian pada tiga aspek, yaitu kualitas pengerjaan servis, ketersediaan suku cadang, dan profesionalisme staf bengkel dalam menjelaskan masalah kendaraan.
Menurut hasil studi, Toyota, Honda, dan Hyundai dinilai mampu memenuhi harapan konsumen dalam aspek layanan purnajual tersebut.
Karakter Setiap Merek di Mata Konsumen
Populix turut memetakan asosiasi merek berdasarkan pendapat responden. Penilaian dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu produk, teknologi dan desain, serta nilai kepemilikan dan kepercayaan.
Foto: BYDBYD dinilai menonjol dalam inovasi dan teknologi mutakhir, sekaligus memiliki desain premium. Daihatsu dikenal melalui layanan purnajual, jaringan dealer luas, serta garansi mesin dan perawatan gratis dengan durasi panjang.
Honda dan Toyota sama-sama diasosiasikan dengan nilai jual kembali yang tinggi serta performa mesin. Sementara Hyundai dipandang sebagai merek dengan paket produk yang lengkap, mencakup keamanan, kenyamanan, fitur, penggunaan, desain premium, hingga inovasi teknologi dan konektivitas.
Mitsubishi mendapat asosiasi positif dari sisi kualitas kendaraan yang kuat dan solid, serta kenyamanan berkendara berkat suspensi yang baik, kabin senyap, dan stabilitas. Suzuki dikenal melalui layanan purnajual, jaringan dealer, serta harga yang dinilai sepadan dengan kualitas produk. Adapun Wuling dinilai sebagai salah satu pionir di segmen mobil listrik.
Susan mengingatkan bahwa pemetaan asosiasi merek ini menggambarkan persepsi konsumen, bukan pengukuran teknis terhadap setiap produk. “Meskipun analisis ini cukup bias karena mungkin tidak sesuai dengan data konkret, asosiasi merek yang ditampilkan menggambarkan bagaimana masing-masing brand dilihat dari kacamata konsumen. Maka dari itu, tiap brand perlu memastikan apakah nilai kuat yang mereka tonjolkan sudah cukup tersampaikan, atau malah harus menyesuaikan kembali untuk menjaring lebih banyak pengguna,” akhir Susan.
Profil Responden Studi Populix
Studi Populix melibatkan 800 pemilik mobil pribadi yang telah melakukan pembelian kendaraan dalam lima tahun terakhir. Mayoritas responden merupakan laki-laki yang sudah berkeluarga, dengan rentang usia 25–45 tahun.
Kelompok ini menggambarkan demografi milenial dan Gen Z dari kelas menengah atas. Sebagian besar bekerja sebagai wiraswasta atau karyawan manajerial tingkat menengah di perusahaan.
Hasil riset memperlihatkan bahwa konsumen tidak hanya mempertimbangkan harga dan karakter kendaraan ketika membeli mobil. Teknologi, reputasi merek, nilai jual kembali, efisiensi energi, hingga kualitas layanan purnajual turut membentuk persepsi dan keputusan mereka. (ODI)
Baca Juga:
PERIKLINDO dan KOLEKSI Teken MoU Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik dari Hulu ke Hilir
Carvaganza Editors’ Choice Awards 2026 Umumkan 23 Pemenang, Wuling Eksion Raih Car of the Year
Jual mobil anda dengan harga terbaik
Pembeli asli yang terverifikasi
IIMS 2026
Tren & Pembaruan Terbaru
- Terbaru
- Populer
Anda mungkin juga tertarik
- Berita
- Artikel feature
Mobil Pilihan
- Terbaru
- Yang Akan Datang
- Populer
Video Mobil Terbaru di Oto
Artikel Mobil dari Carvaganza
Artikel Mobil dari Zigwheels
- Motovaganza
- Tips
- Review
- Artikel Feature