Songsong Mobilitas Masa Depan Hyundai Siapkan Strategi Komprehensif

Songsong Mobilitas Masa Depan Hyundai Siapkan Strategi Komprehensif

Mengusung “Driving Meaningful Innovation”, Hyundai Motors Indonesia mulai mewujudkan mobilitas elektrifikasi di Indonesia. Langkah ini pun dilakukan dengan sangat menyeluruh dan inovatif. Merilis mobil listrik dengan harga yang masuk akal, menyiapkan infrastruktur pengecasan, hingga ke pembangunan pabrik.

Dari sisi produk mobil listrik, Hyundai Motors Indonesia punya dua produk yang menarik. Ialah Hyundai IONIQ Electric, kendaraan niremisi dengan baterai 38,3 kWh. Jarak tempuh sang EV mencapai 373 km (berdasarkan NEDC) dan 311 km menurut pengujian WLTP dalam sekali pengisian daya. E-Motor atau Permanent-magnet Synchronous Motor siap menyuplai tenaga sebesar 136 PS dan torsi 295 Nm.

Hyundai KONA Electric di Indonesia pakai baterai lithium ion 39,2 kWh. Jarak tempuh dalam sekali pengisian daya mencapai 345 km berdasarkan NEDC dan 289 km metode WLTP. Motor menghasilkan dorongan 136 PS / 100 kW plus kecepatan penuh 155 km/jam. Torsi puncak didapat 395 Nm sejak detik pertama.

Berkelana dengan mobil listrik Hyundai pun tak perlu khawatir. Stasiun pengisian baterai tersedia di setiap diler Hyundai. Lokasinya tersebar di hampir semua pulau Indonesia, Jawa, Sumatera, Bali, Sulawesi dan Maluku.

Bagian paling fundamental tentunya tak luput disiapkan. Yakni membangun fasilitas-fasilitas pabrik. Segera beroperasi di akhir 2021 adalah perakitan mobil PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI). Pabrik manufaktur canggih dengan luas 77,6 hektar ini terletak di Kota Deltamas, sebuah kawasan industri, komersial, dan perumahan terintegrasi di timur Jakarta.

Pabrik baru tersebut memiliki nilai investasi sekitar USD$ 1,55 miliar hingga tahun 2030. Nantinya, diharapkan bisa mulai beroperasi dengan kapasitas tahunan sekitar 150.000 unit. Jika dioptimalkan pabrik itu siap berakit tak kurang 250.000 kendaraan setiap tahunnya. Dari pabrik ini, akan lahir SUV kompak, MPV kompak, sedan, juga mobil listrik yang dirancang khusus untuk pelanggan di pasar Asia Tenggara.

Hyundai Kona Jokowi

Terbaru, Hyundai juga mempersiapkan fasilitas produksi sel baterai mobil listrik. Tak sendirian, Hyundai menggandeng LG Energy Solution Ltd. Fasilitas produksi ini berada di Karawang New Industry City dengan investasi mencapai USD$ 1,1 miliar. Rencananya pabrik rampung dibangun pada 2023 dan siap beroperasi semester awal 2024. Ini menjadi kabar bagus dalam memegang peranan penting di sektor kendaraan elektrik.

Tiap perusahaan mengantongi saham atau kepemilikan sebesar 50 persen. Dalam hal ini, Pemerintah Indonesia setuju, juga mendukung melalui berbagai insentif supaya kelancaran proses operasional stabil dari pabrik ini kelak. Pabrik sel baterai ini dibangun di atas sebidang tanah 330.000 meter persegi. Saat beroperasi secara penuh, fasilitas ini ditargetkan dapat memproduksi 10 GWh sel baterai lithium-ion. Yakni berupa bahan katoda NCMA (nikel, kobalt, mangan, aluminium) saban tahun.

Baca juga: Hyundai Resmikan 3 Dealer Baru di Tajur, Malang dan Surabaya

“Hyundai Motor Group terus fokus mengembangkan kemampuannya agar dapat menjadi pemimpin global di pasar kendaraan listrik. Ini menjadi kunci daya saing di masa depan. Keberadaan pabrik ini adalah bagian dari upaya tersebut. Dimulai kehadiran pabrik ini, ekosistem kendaraan listrik dapat sukses terbangun di Indonesia seiring dengan pengembangan berbagai industri terkait. Lebih jauh lagi, kami berharap Indonesia dapat memainkan peran penting di pasar kendaraan listrik di ASEAN,” papar Euisun Chung, Chairman Hyundai Motor Group.

Presiden RI Joko Widodo groundbreaking pabrik baterai

Saat pabrik mulai beroperasi penuh. Jumlah itu cukup untuk memenuhi kebutuhan 150.000 unit BEV. Selain itu, pabrik disiapkan untuk meningkatkan kapasitas produksi hingga 30 GWh. Tak lain agar dapat memenuhi pertumbuhan permintaan BEV di masa mendatang. Sel baterai yang diproduksi di Karawang ini bakal diaplikasikan pada model kendaraan listrik milik grup. Yakni Hyundai Motor dan Kia yang dibangun di atas platform khusus BEV. Mereka menyebutnya sebagai Electric-Global Modular Platform (E-GMP).

Fasilitas produksi ini kelak membantu Hyundai dan Kia untuk memproduksi dan berinovasi dalam membuat kendaraan BEV. Hyundai Motor Group dan LG Energy Solution berharap untuk mendapatkan pasokan sel baterai kendaraan listrik yang stabil di tahun-tahun mendatang. Apalagi menyusul permintaan global atas EV terus meningkat.

Di sisi lain, Hyundai juga berencana untuk mempercepat upayanya memperluas produksi sistem baterai. Termasuk mengembangkan teknologi mutakhir agar mendapatkan keunggulan kompetitif, maupun berkelanjutan di pasar EV dunia. Bahkan mereka telah mengkonsentrasikan upaya menjadi pemain utama EV tingkat global. Hingga 2025, mereka berhasrat memperluas jajaran BEV ke lebih dari 23 model dan menjual satu juta kendaraan listrik murni setiap tahun di pasar otomotif dunia.

Untuk mengetahui lebih jauh tentang upaya Hyundai dalam mewujudkan masa depan mobilitas yang penuh inovasi, Anda bisa menemukannya di tautan ini. (ADV)

Baca juga: Hyundai Umumkan Bakal Produksi dan Jual Creta di Indonesia

Anda mungkin juga tertarik

  • Yang Akan Datang

Video Mobil Terbaru di Oto

Oto
Tonton Video Mobil