Microlino 2.0, Mobil Listrik Mungil Reinkarnasi BMW Isetta

Microlino 2.0, Mobil Listrik Mungil Reinkarnasi BMW Isetta

Mobil mungil dengan pintu di muka, terdengar akrab di telinga. Ingatan pun tertuju pada Isetta yang beredar paskaperang dunia kedua. Manufakturnya bermacam-macam. Mulai dari Iso, VELAM, De Carlo, Romi, sampai BMW. Pabrikan terakhir membuatnya terkenal dengan nama BMW Isetta. Sebutan lainnya "bubble car". Mungkin karena bentuknya bulat kecil mirip gelembung sabun.

Isetta seperti terlahir kembali setelah perusahaan Swiss membuat mobil mirip dengannya. Micro Mobility System yang berbasis di Kusnacht, merancang Microlino sebagai solusi kendaraan listrik perkotaan. Sudah pernah dikenalkan 2015 lalu dalam wujud konsep, kini versi pengembangan didemontrasikan untuk pertama kali. Tadinya mau di Geneva Motor Show. Karena dibatalkan, maka perkenalan melalui metode livestreaming.

Microline 2.0

Microlino 2.0, secara gamblang mengambil basis Isetta yang tersohor pada era 1950an hingga 1960an. Bukan sekadar terinspirasi, tapi mencontoh total hampir di segala sudut. Bisa dikatakan, inilah penerus Iso Isetta original. Kesan retro didapat dari gaya klasik yang dikemas modernisasi. Atap dibuat lebih tinggi untuk menambah ruang kepala. Pilar-A lebih panjang sehingga kaca melebar untuk meningkatkan visibilitas.

Baca Juga: Crossover Listrik Mercedes-Benz EQA Mulai Tampakkan Diri

Tak diketahui pasti berapa dimensi keseluruhan. Hanya disebut panjang 2,4 meter yang artinya lebih ringkas setengah bodi small MPV. Keunikan format satu pintu menjadi daya pikat utama. Akses pengemudi dan penumpang dari depan. Moncong sekaligus berfungsi sebagai pintu. Sampai windshield dan sebagian pilar-A ikut terbuka. Berarti mengharuskan letak drivetrain di belakang.

microline bmw isetta

Eksterior dibuat sesimple mungkin. Lampu depan dan belakang cuma berupa satu garis lurus. Gaya retro didapat dari spion bulat menyatu dengan lampu dan spakbor belakang yang menelan seperempat roda. Ciri Isetta juga dipertahankan di sini. Trek roda belakang dibuat lebih sempit dibanding roda depan.

Dalamannya hampir kosong tidak ada apa-apa. Anda akan disambut dunia digital yang tak perlu lagi akses banyak tombol. Cukup melalui satu display panel instrumen, semua pengaturan mencakup di sana. Rack steer berdiri mandiri tanpa harus melewati firewall seperti mobil "normal". Dapat dilipat untuk memudahkan proses masuk atau keluar. Tanpa ada infotainment, namun bisa memanfaatkan smartphone yang disediakan dudukan khusus.

microline interior

Pengembangan Microline 2.0 mengubah sasis pakai material besi dan alumunium. As roda diperlebar untuk mengakomodir suspensi independen di depan maupun belakang. Motor penggerak diklaim kian bertenaga dan efisien sekitar 15%. Belum ada detail lebih jauh soal tenaga dan torsi. Tapi dikatakan sanggup melaju hingga 90 km/jam. Sangat cukup untuk penggunaan dalam kota.

Ada dua pilihan baterai untuk menenagai motor, 8kWh atau 14,4 kwh. Rentang jarak dicapai 125 km dan 200 km. Kapasitas baterai kecil tentu lebih cepat terisi penuh. Butuh sekitar 4 jam melalui sumber listrik rumahan.

microline

Harga Microline 2.0 dibanderol mulai dari 12.000 euros (Rp 194 juta). Tergolong mahal untuk ukuran mobil mikro. Konon, 17 ribu orang sudah memesan. Sedangkan produksi massal baru dimulai tahun depan. Ini membuktikan mobil listrik kecil makin diminati pasar Eropa.

Microletta

Kalau empat roda dirasa terlalu banyak untuk transportasi kota, Microletta bisa jadi solusi lain. Berbentuk motor roda tiga, tapi jauh lebih "cupu" dibanding Yamaha Niken. Gayanya juga retro, mirip Viar Q1 ditambah satu roda depan lagi. Yang menarik, tanpa perlu surat berkendara seperti motor umumnya. Malah seperti motor mainan.

microletta

Memakai dua baterai dengan kapasitas masing-masing 4,2 kWh, Microletta mampu berjalan sejauh 100 km. Tiap baterai dapat dilepas dan diganti baterai yang terisi penuh bila diperlukan. Tapi motor listrik ini masih berupa konsep dan sedang dalam tahap finalisasi spek. Harganya akan dibanderol sekitar 4.900 euros (Rp 79 juta).

Kemunculan ragam inovasi dan konsep kendaraan listrik, menandakan keseriusan dunia barat dalam menyongsong elektrifikasi. Sebuah keniscayaan yang segera terjadi, seiring bakal dilarangnya pemakaian mesin bensin dan diesel dalam kurun waktu tak lama lagi. (Odi)

Sumber: The Verge

Baca Juga: BMW i4 Concept Resmi Disingkap, Tampilkan Rancang Bangun Masa Mendatang

GIIAS 2021

Anda mungkin juga tertarik

  • Yang Akan Datang

Video Mobil Terbaru di Oto

Oto
Tonton Video Mobil