Merek Subaru Bakal Kembali, Model Apa Saja yang Bakal Tersaji?

Merek Subaru Bakal Kembali, Model Apa Saja yang Bakal Tersaji?

Sudah terbeber, jenama Subaru bakal kembali meramaikan otomotif Indonesia. Melalui agen pemegang merek (APM) anyar, Subaru bakal bersaing lagi untuk mencuri perhatian konsumen Tanah Air. Di bawah bendera PT Plaza Auto Mega, dan komando oleh Arie Christopher Setiadharma sebagai Chief Operating Officer (COO). Diharapkan Subaru bisa memenuhi rasa kangen maupun kebutuhan ragam kendaraan di Indonesia.

"Tahun ini, kami akan meluncurkan produk yang sesuai untuk Indonesia. Kami akan mengimpor langsung mobilnya dari prinsipal Subaru di Jepang. Tentunya dengan mengikuti semua regulasi dan homologasi yang ditetapkan oleh pemerintah," jelas Arie, saat jumpa dengan tim OTO.com (16/3) di Jakarta. Kendati sudah disebut akan meluncurkan produk tahun ini, bocoran model belum terbuka keran informasinya. Bahkan dari penelusuran tim kami, belum menemukan petunjuk soal lini Subaru untuk Indonesia. 

Arie sempat menambahkan, berniat menyajikan model yang sesuai dengan karakter pasar sini dan Subaru secara global punya itu. Dengan itu, sah saja menerka, sekaligus berharap model Subaru ini bisa tersedia di jalanan Indonesia.

Subaru XV facelift

Subaru XV

Model yang sempat beredar di Indonesia pada 2013 - 2014, sebelum kemudian merek Subaru hengkang. XV termasuk model entry level dan cukup banyak peminatnya di Indonesia. Bergaya crossover dengan basis Impreza tanpa ekor, XV menawarkan kenyamanan dengan kemampuan jelajah lebih tinggi. 

Baca juga: Breaking News! Subaru Kembali ke Indonesia Tahun Ini

Manufaktur sudah melakukan penyegaran untuk XV MY 2021 (Crosstrek untuk US, menyusul XV pasar Eropa awal tahun ini). Ia mendapat penyegaran paruh waktu sehingga terlihat lebih segar. Penyempurnaan terjadi pada eksterior, terutama bagian depan. Revisi fitur, penambahan warna baru Horizon Blue dan Plasma Yellow Pearl serta varian terbaru Hybrid S sebagai kasta tertinggi juga diberikan untuk XV teranyar.

Bumper dibuat lebih mengotak dan grille diberi warna hitam sehingga terlihat lebih agresif. Lampu kabut dibuat lebih bundar, sedangkan pelek alloy 18 inci menganut desain baru. Yang tak kalah penting adalah penambahan mode pengendaraan SI-Drive yang diambil dari Impreza dan transmisi CVT yang dibuat lebih sporty sehingga lebih menyenangkan untuk dikemudikan.

Semua trim XV di Eropa menggendong unit mesin sama. Jantung mekanis 4-silinder Boxer 2,0 liter bertenaga 148 Hp dan torsi puncak 196 Nm. Mesin itu dipasangkan motor elektrik yang menyediakan daya 16 hp, transmisi CVT Lineartronic dan sistem gerak empat roda Symmetrical AWD (SAWD) andalan Subaru.

Mekanikal ditopang fitur X-Mode dwifungsi dengan hill decent control dan dua pengaturan; Snow/Dirt dan Deep Snow/Mud. Sistem itu mengoptimalkan performa AWD untuk beragam kondisi jalan.

Subaru Forester

Subaru Forester

Forester juga tak asing di pasar Indonesia. Apalagi, jenisnya yang masuk kategori SUV mudah disukai konsumen zaman sekarang. Nameplate ini cukup populer, termasuk di kawasan Asia Tenggara. Ragam penyempurnaan dilakukan, misalnya headlamp adaptif LED yang baru dan high beam otomatis yang teranyar. Tersedia pula opsi transmisi manual 7 percepatan, sebagai tambahan varian Limited bertransmisi CVT.

Baca juga: Penerus Toyota 86 Tertunda, CEO Ingin Performa Berbeda dari Subaru BRZ

Dalam hal mesin, Forester punya beberapa versi tergantung pasar. Asia Tenggara saat ini kebanyakan dibekali unit 4-silinder boxer 2,0 liter (1.995 cc). Ada juga mesin 2,5 liter dan yang terbaru 1,8 liter dengan sokongan turbocharger. Mesin baru itu masih khusus untuk market Jepang. Tak ketinggalan, sistem gerak empat roda SAWD juga jadi nilai menarik pada Forester. Kira-kira, jenis mesin apa yang cocok untuk pasar Indonesia? Forester bakal ikut kompetisi dengan pemain seperti Honda CR-V dan Mazda CX-5.

Subaru BRZ 2022

Subaru BRZ

Bicara Subaru tak lengkap kalo tidak menyertakan BRZ. Mobil sport yang juga  punya label lain Toyota 86 itu sangat tersohor. Baik secara global maupun lokal. Duet BRZ dan 86 pun bisa dijumpai di Indonesia. Nah, BRZ generasi terbaru belum lama mendebut. Tepatnya akhir tahun lalu. Kalau Subaru sudah mantap kembali ke Indonesia, BRZ wajib jadi salah satu menu sajiannya.

Pada dasarnya, Subaru BRZ memiliki ciri khas yang menawarkan kesenangan berkendara. Bobotnya ringan ditambah pusat gravitasi rendah dengan kendali dan handling presisi. Semua itu dibungkus dalam paket 2+2 dan harga relatif terjangkau. Resep ini tetap dipakai hanya saja pabrikan menambah penyedap agar rasanya semakin pekat. Yep, secara teknis tidak berganti platform namun mereka tuangkan lagi berbagai penyempurnaan.

Untuk versi 2021, kapasitas mesin BRZ dinaikkan menjadi 2.4 liter, menggantikan mesin 2.0 liter yang dipakai terdahulu. BRZ generasi kedua memiliki bobot yang lebih enteng, di bawah 1.315 kg dan dimensi bodi lebih panjang 1 inci. Untuk menghasilkan downforce yang lebih tinggi, ground clearancenya diturunkan 0,5 inci dibandingkan sebelumnya.

Mesin Boxer yang diusung menghasilkan tenaga 228 hp dan torsi puncak 250 Nm, dikawinkan dengan transmisi manual 6 percepatan, serta tersedia opsi otomatis 6 percepatan. Untuk menstabilkan mobil, struktur chassis dibuat lebih kaku, sistem traksi dan kestabilan kendaraan diubah setelannya agar lebih fun-to-drive.

WRX

Subaru WRX

Ini sedan kompak yang dipuja-puja car enthusiast. Basis pengembangannya dari Subaru Impreza yang dioprek secara khusus untuk mobil reli WRC pada 1992 silam. Nama WRX sendiri merupakan singkatan dari “World Rally eXperimental”.

Bentuk model 2021 nyaris tidak banyak mengalami evolusi dari pendahulunya, karena memang tidak menyasar pada estetika mobil modern dan karakter pengendaraan lembut. Melainkan kendaraan yang basis pengembangannya untuk motorsport dengan sistem AWD standar sport serta untuk menghadirkan ‘sensasi’ berkendara bagi pecinta kecepatan dan car enthusiast.

Memboyong mesin boxer turbo standar 2.0 liter yang menghasilkan tenaga 268 hp dan torsi maksimal 350 Nm. Mengadopsi layout AWD yang disalurkan oleh transmisi manual 6 percepatan dan CVT sebagai opsional untuk model Premium dan Limited.

Subaru Levorg versi produksi 2021

Subaru Levorg

Model yang sejatinya lahir sebagai unit khusus pasar Jepang. Levorg kemudian turut menarik pasar lain di luar Negeri Bunga Sakura. Sebagai station wagon, ia menawarkan akomodasi lebih dari sebuah sedan. Kalau Mazda saja percaya diri dengan Mazda6 estate, Subaru Levorg juga punya kesempatan.

Generasi terbaru Levorg belum lama dikenalkan. Tepatnya medio tahun lalu. Desain sekilas tak jauh berbeda dari generasi terdahulu. Namun ternyata mengecoh, karena ada detal yang sangat berbeda.

Termasuk di balik penampilan dan desain, platform global anyar Subaru Gloal Platform. Menjanjikan dimensi dan ruang kabin lebih lapang. Esensi yang tak bisa dilupakan berbicara estate atau station wagon. Di balik kap juga terpasang jantung baru. Unit boxer empat silinder 1,8 liter. Buncahan tenaga diklaim sampai 177 PS pada 5.200 rpm-5.600 rpm dibarengi torsi puncak 300 Nm sejak 1.600 rpm. Penyaluran daya terlaksana ke empat roda melalui Lineartronic CVT – disebutkan sekitar 80 persen menganut part anyar.

Urusan teknologi dan fitur tak kalah seru. Seperti di area kabin, ada layar superbesar 11,3 inci yang diposisikan berdiri di tengah dasbor. Layar infotainment ditemani instrument cluster 12,3 inci serta spion digital. Hal paling penting dari update teknologi Levorg sendiri adalah paket asistensi berkendara EyeSight. Di Jepang sudah menjadi barang standar bawaan. Termasuk sensor 360 derajat guna memudahkan pengoperasian. Sebagai tambahan, EyeSight X siapkan kemampuan otomatisasi berkendara Level 2.

Levorg sendiri punya hubungan dekat dengan kelanjutan WRX dan WRX STI. Dipercaya bahwa sang sedan performa Subaru bakal mewarisi gaya wagon. Meski begitu, detail lengkap masih diselimuti awan tebal. Terutama soal pemacu. Entah akan dibekali versi kencang dari unit boxer 1,8 liter turbo atau malah menganut pemacu 2,4 liter turbo milik Ascent. (Tom)

Baca juga: Generasi Kedua Subaru BRZ Resmi Mendebut, Sempurnakan Resep Lama