Kinerja Bisnis Semester Pertama, Daihatsu Masih Amankan Posisi Kedua Nasional

Kinerja Bisnis Semester Pertama, Daihatsu Masih Amankan Posisi Kedua Nasional

Sektor otomotif tetap menjadi prioritas dan perhatian pemerintah. Makanya mereka memperpanjang kebijakan relaksasi diskon pajak (PPnBM) 100 persen hingga Agustus nanti. Semua dilakukan, tak lain, guna merangsang kondisi pasar yang kurang bergairah saat pandemi seperti saat ini. Selama satu semester, Astra Daihatsu Motor (ADM) cukup tertolong insentif. Dan mereka hingga sekarang, masih mengamankan posisi kedua nasional. Secara retail Januari-Juni 2021, ADM menyalurkan 67 ribu unit dengan genggaman market 17,3 persen.

Nah, adanya dukungan pemerintah itu, diharapkan dapat direspons positif oleh pasar. Namun ternyata Peraturan Menteri Keuangan (PMK) soal PPnBM baru resmi keluar dari pemerintah pada akhir Juni 2021. Alhasil, calon konsumen harus menunda (wait & see) untuk dapat melakukan pembelian kendaraan dengan memaksimalkan program. “Jadi memang ada penurunan pada Juni, karena pelanggan tidak mau repot. Padahal sudah ada perjanjian. Misal aturan (PMK PPnBM 100 persen) berlaku, sisa uang dari pembelian Juni bakal kami kembalikan,” ucap Hendrayadi Lastiyoso, Marketing & Customer Relations Division Head PT Astra International Daihatsu Sales Operation (AI-DSO) secara daring (15/7).

Daihatsu Xenia

Untuk diketahui, secara nasional, pasar retail otomotif pada Juni 2021 mencatatkan torehan di kisaran 65 ribu unit. Besaran naik 2,5 persen dibandingkan bulan Mei 2021 lalu sebanyak 64 ribu unit. Pertumbuhan serupa juga terjadi pada pasar wholesales nasional, yang mencatatkan capaian kisaran 72 ribu unit. Terkerek sebesar 32,7 persen dibandingkan Mei lalu sekitar 54 ribu unit. Dampak positif serupa juga dirasakan oleh Daihatsu, bahkan memiliki performa kenaikan lebih baik dibanding pasar.

Baca juga: Harga Kendaraan Daihatsu Berdasar PPnBM 100 Persen, Rocky Jadi Makin Murah

Pada penjualan ritel Juni 2021, Daihatsu bukukan capaian di kisaran 12 ribu unit. Torehan tumbuh 16,6 persen dibandingkan Mei 2021 sekitar 10 ribu unit. Kenaikan juga terjadi pada wholesales yang mencatatkan capaian kisaran 15 ribu unit. Terungkit 86,3 persen dibandingkan hasil performa Mei 2021, sekitar 8 ribu unit. Dari performa ADM pada Juni baik retail sales maupun wholesales. Menjadi raihan market share tertinggi perseroan selama kinerja semester satu tahun ini. Yakni retail sales sebesar 19,0 persen dan wholesales sejumlah 21,3 persen.

“Daihatsu bersyukur hingga semester pertama dapat mempertahankan posisi penjualan nasional nomor dua. Kami terus berusaha memenuhi permintaan pelanggan di tengah perpanjangan insentif diskon pajak dari pemerintah. Serta meningkatkan aktivitas digital marketing karena adanya keterbatasan mobilitas di tengah kondisi PPKM yang berlaku sejak awal Juli 2021 ini,” imbuh Hendrayadi Lastiyoso.

Penjualan Rocky

Daihatsu Rocky 1.2L

Rocky versi turbo 1.000 cc maupun naturally aspirated 1.200 cc mengantongi penjualan wholesales 3.471 unit selama Juni kemarin. Ia berhasil nangkring di peringkat penjualan (mobil penumpang) terlaris kelima nasional. Sedangkan saudaranya, Toyota Raize, terkirim dari pabrik ke diler 2.339 unit dan berada di urutan keenam. Lalu wholesales gabungan Rocky selama satu semester 2021 mencapai 4.642 unit. Atau berkontribusi 6,2 persen.

“Untuk penjualan Mei, Rocky 1.000 cc turbo banyak terjual. Kemudian Juni baru diluncurkan varian 1200 cc. Retail sales sekitar 90 persen dari mesin turbo. Kalau model 1.2L kan baru saja dikenalkan 17 Juni. Sehingga konsumen baru tahu dan mulai pemesanan. Kondisi waktu itu, pada tanggal 21 Juni sudah mulai PPKM Mikro sehingga sangat terbatas sekali mobilitas kami. Nah, kalau kita lihat komposisi penjualan Rocky, paling banyak diminati tipe 1.000 cc varian ASA sekitar 20 persen. Padahal targetnya hanya 5 persen,” paparnya lagi.

Hendrayadi menyebut, segmen Rocky berbeda dari Xenia maupun Terios yang di kelas tujuh penumpang. Sedangkan SUV baru ADM ini lebih ditekankan sebagai mobil perkotaan. Dan Daihatsu memang menyasar segmen menengah, agak sedikit ke atas. Lantas bagaimana dengan distribusi unit saat pembatasaan saat ini? “Untuk pengiriman ke luar pulau Jawa, semua masih berjalan dengan lancar. Sementara pengiriman ke konsumen retail di wilayah Jakarta yang terdampak PPKM Darurat. Jadi perlu diketahui, showroom saat ini tidak boleh beroperasi. Di Samsat juga kalau tidak salah ada pembatasan, untuk pembuatan STNK baru. Namun selama seminggu ini berjalan dengan baik. Karena STNK sudah dipersiapkan sepekan sebelumnya. Nah, mungkin dalam minggu kedua bakal terjadi sedikit keterlambatan karena kondisi ini,” ia memungkasi. (Alx/Tom)

Baca juga: Tanpa Diskon PPnBM DTP, Dua Model Daihatsu Ini Malah Menjadi yang Terlaris

Coronavirus

Anda mungkin juga tertarik

  • Yang Akan Datang

Video Mobil Terbaru di Oto

Oto
Tonton Video Mobil