• Wishlist

Karyawan Toyota Motor Corp. Terkena Virus Corona (COVID-19), Perusahaan Tutup Gedung Sementara

Karyawan Toyota Motor Corp. Terkena Virus Corona (COVID-19), Perusahaan Tutup Gedung Sementara

Pada 22 Maret kemarin, Toyota mengumumkan salah satu karyawan perusahaan terinfeksi virus Corona. Ia bekerja di pabrik Takaoka Toyota City, Prefektur Aichi, Jepang. Awal mulanya, ada pekerja yang berusia 20 tahunan terjangkit (karyawan A). Ia belum datang ke kantor sejak alami demam tinggi pada 18 Maret malam. Kemudian dirinya mengambil tes COVID-19 pada 21 Maret dan didiagnosis positif.

Setelah mengetahui kondisi itu, Toyota berupaya mencegah langsung. Mereka memerintahkan 11 orang yang sempat melakukan kontak dekat dengannya untuk tinggal di rumah. Ini termasuk karyawan B yang berinteraksi dekat. Soalnya karyawan B juga mengalami demam. Sebelumnya, pada 20 Maret perusahaan memerintahkan 5 orang lagi untuk tinggal di rumah sebagai tindakan pencegahan.

“Kami dengan tulus meminta maaf atas kecemasan. Atau kekhawatiran yang mungkin ditimbulkan oleh berita ini bagi orang-orang di daerah sekitarnya. Kami berjanji segera melakukan upaya terbaik untuk menerapkan langkah-langkah. Tentu guna mencegah penyebaran virus lebih lanjut dan memberikan pembaruan informasi tepat waktu jika situasinya berubah,” papar Toyota Motor Corporation (TMC) dalam rilis resmi (22/3).

Toyota plant shutdown body photo

Lantaran tak mau memperparah kondisi, Toyota telah mengkonfirmasi infeksi sekunder di tempat kerja yang sama. Sehingga mereka telah memerintahkan 17 anggota tim lainnya untuk tinggal di rumah. Dengan tambahan ini, total 33 anggota tim kini telah diminta untuk diam diri di kediaman masing-masing.

Baca Juga: Ternyata Mobil Listrik Bisa Cegah Penyebaran Virus Corona

“Toyota segera dan mendisinfeksi lokasi kerja menyeluruh yang terkena dampak pada 19 Maret, ketika diduga terjadi infeksi awal. Namun, setelah infeksi baru yang dikonfirmasi ini, kami segera menutup gedung tempat kedua karyawan bekerja selama 3 hari kerja. Dari 23 hingga 25 Maret guna mendisinfeksi lagi tempat kerja. Juga mempertimbangkan tindakan pencegahan tambahan yang mungkin diperlukan untuk mencegah penyebaran virus lebih lanjut. Sebagai akibat dari penutupan ini, lini produksi pabrik Takaoka #1 menghentikan produksi untuk periode yang sama,” imbuh mereka.

Akio Toyoda, Presiden TMC sebelumnya membuat kebijakan tegas. Khususnya dalam menangani wabah ini. “Melihat perasaan orang-orang di tengah wabah ini. Kami membuat keputusan cepat dan mengambil tindakan tegas. Termasuk berfokus pada keselamatan dan keamanan sebagai prioritas tertinggi.”

Di sisi lain, Toyota juga kerja bareng dengan GAC dan FAW. Mereka memberikan bantuan tambahan bagi wilayah yang paling terkena dampak COVID-19 di Cina. Sumbangannya dalam bentuk barang, mencakup masker, pakaian pelindung medis dan topi penggunaan medis. Semua disediakan untuk pemberi layanan kesehatan. Beragam disinfektan jua disalurkan melalui jaringan global perusahaan.

“Pengadaan persediaan ini dilakukan dengan cara membatasi kekurangan pasokan pada sumber daya lokal. Dan itu adalah harapan kami bersama, barang-barang itu bermanfaat bagi penduduk setempat. Terutama para profesional kesehatan yang berada di garis depan, memberi perawatan pada orang-orang Tiongkok,” pungkasnya. (Alx/Odi)

Sumber: Toyota

Baca Juga: Terapkan Prosedur Ketat dari Awal, Operasional Geely Tak Terganggu COVID-19