Hyperion Kenalkan Supercar Hidrogen XP-1, Punya Daya Jelajah 1.600 Km

Hyperion Kenalkan Supercar Hidrogen XP-1, Punya Daya Jelajah 1.600 Km

Pabrikan otomotif baru asal Amerika Serikat (AS), Hyperion mengenalkan produk perdana. XP-1. Kendaraan ramah lingkungan pengguna sel bahan bakar hidrogen. Berwujud supercar, menawarkan performa mumpuni, terutama jangkauan jelajah. Rencananya unit dibuat terbatas sebanyak 300 buah.

Teknologi sel bahan bakar hidrogen sebenarnya sudah dikenal cukup lama. Namun, trennya tak sebesar mobil bersumber daya baterai konvensional. Padahal berbagai benefit ditawarkan. Lantaran memanfaatkan gas hidrogen dan oksigen, tidak ada emisi karbondioksida tercipta. Malah air yang bakal keluar. Selain itu, pabrikan tak perlu pusing menangani limbah baterai yang memiliki masa pakai. Sudah ada beberapa merek memproduksi, sebut saja Honda Clarity, Toyota Mirai dan Hyundai Nexo.

Hyperion XP-1

Di AS sendiri, kurang lebih 8 ribu mobil hidrogen beredar di jalan, dengan performa penjualan yang terus menurun. Banyak faktor mempengaruhi. Banderol tak murah salah satunya. Bahkan berada di atas mobil bertenaga baterai konvensional. Hal ini disebabkan sulitnya pembuatan, khususnya dalam hal penyimpanan bahan bakar. Lalu jumlah stasiun pengisian bahan bakar juga berkontribusi. Di negara adidaya baru ada 44 fasilitas.

Walau begitu, bukan hal sulit bagi Hyperion menciptakan XP-1. Mengingat perusahaan ini telah berkecimpung cukup lama sebagai penyuplai sistem tenaga penggerak hidrogen bagi perusahaan teknik dan badan antariksa, NASA. "Dunia rekayasa luar angkasa sudah mengenal lama keuntungan hidrogen. Melimpah dan merupakan elemen teringan di alam semesta. Sekarang dengan mengemasnya ke dalam kendaraan, konsumen akan merasakan nilai luar biasa darinya," jelas CEO Hyperion, Angelo Kafantaris.

Baca juga: Ioniq Resmi jadi Nama Sub-Brand Khusus Elektrik Hyundai

Unit rencananya diproduksi pada 2020. Belum ada informasi lengkap terkait spesifikasi tertanam. Namun, pabrikan mengungkapkan mobil memadukan teknologi hidrogen dengan penyimpanan supercapacitor untuk menyuplai tenaga dua motor elektrik. Hal ini memberikan kemampuan penggerak all-wheel drive. Supercapacitor merupakan perangkat penyimpan listrik yang memiliki kemampuan charging jauh lebih cepat ketimbang baterai lithium-ion. Membuatnya lebih efisien dalam menyediakan energi, meski tidak besar. Ukurannya kecil dan punya bobot lebih ringan. Mengizinkan XP-1 mempunyai bobot kotor 1.032 kg. Ini memberikan benefit pada pengendalian.

Hyperion XP-1 FCEV

Tak hanya itu. Komponen penyimpanan mampu berhadapan beragam kondisi ekstrem, baik panas maupun dingin. Atau saat dipaksa mengeluarkan performa dalam waktu tertentu. Kinerjanya tetap terjaga. Tidak seperti mobil bertenaga baterai tradisional, dapat mengalami overheat. Sebelumnya, teknologi sudah digunakan pada Sian FKP 37 besutan Lamborghini.

Soal performa, mobil diklaim dapat melesat dengan kecepatan puncak 355 kpj. Akselerasi dari posisi nol ke 96 kpj cuma butuh 2,2 detik. Lantas berapa kemampuan tualangnya? Menggunakan serat karbon untuk tangki penampung hidrogen, kapasitasnya diungkapkan cukup untuk membiarkan mobil berjalan sejauh 1.600 km. Ini masih didukung supercapacitor yang menyediakan ekstensi jelajah. Sudah pasti, pengisian bahan bakar mudah. Layaknya kendaraan peminum bensin, hanya dibutuhkan kurang dari lima menit.

Wujud prototipe sangatlah galak. Samping pintu ada perangkat aerodinamis aktif yang turut berfungsi sebagai panel surya. Komponen dapat menyesuaikan posisi sesuai arah pancaran cahaya matahari untuk mengoptimalkan pengisian daya.

Hyperion XP-1 front

Wajahnya dipenuhi LED, terlihat dari sektor penerangan sipit. Bodi dan platform dibentuk dari campuran komposit karbon dengan untaian titanium, guna menambah kekuatan. Belum diketahui berapa banderolnya. Bisa diprediksi tidak murah, apalagi bila dibenamkan kemampuan otonom. Soalnya teknologi itu tengah tren disematkan ke kendaraan elektrifikasi. Tak cuma menghadirkan produk, Hyperion turut berencana membangun banyak stasiun pengisian hidrogen di seluruh belahan Amerika Serikat. (Hfd/Tom)

Sumber: Autocar UK

Baca juga: Penjualan Hyundai Kona Electric Capai 100 Ribu Unit, Diprediksi Segera Mendarat di Indonesia

      • Overview
      • Tentang Kami
      • Kontak Kami
      • Others
      • Kebijakan Privasi
      • S&K
      • Dapatkan di Google Play
      • Tersedia di App Store