Giliran Paten Mobil Listrik Honda e Terdaftar di Indonesia, Bakal Diluncurkan?

Giliran Paten Mobil Listrik Honda e Terdaftar di Indonesia, Bakal Diluncurkan?

Persaingan mobil listrik di Indonesia mulai bergairah, setelah beberapa produk resmi diluncurkan. Kita tahu, paling hangat Nissan baru saja meniagakan Leaf dan Hyundai memberi sentuhan minor untuk Kona listrik.

Nah Honda rasanya mulai bergegas memulai kendaraan elektrifikasi di Tanah Air. Baru-baru ini paten desain industri dari Honda e sudah terdaftar di laman resmi Pangkalan Data Kekayaan Intelektual (PDKI) Kemenkumham Indonesia.

Dugaan Honda e menguat karena kesamaan bentuk. Apalagi melihat dari desain lampu membulatnya dan segi dimensi yang mengarah ke jenis city car. Pun untuk desain bumper depan sampai visual bumper belakang yang terlihat mirip.

paten desain

Purwarupa terdaftar dengan nomor permohonan A00201901438 pada 10 Mei 2019 lalu yang langsung diajukan oleh Honda Motor Co. LTD Jepang. Ken Sahara menjadi nama yang ditulis sebagai pendesain dari Honda e dan berlokasi di Aichi Jepang. Sementara konsultan atau penguasa hukum di Indonesia beralamat di Cikini, Jakarta Pusat.

Baca juga: Mau Beli Honda Brio dengan Cicilan Rp 1,9 Jutaan, Pelajari Skema Kreditnya

Kental tampilan mobil masa depan

Secara global, Honda e pertama kali meluncur secara resmi pada 2019 lalu. Di pasar otomotif Inggris, mobil bebas polusi itu ditawarkan dalam 2 varian yang berbeda, pertama Standar yang dijual dengan banderol 28.215 poundsterling atau setara Rp 554 juta dan varian Advanced dijual 30.175 poundsterling atau Rp 592 jutaan.

Melihat fisik Honda e seakan membuat kita ada di masa depan. Musababnya, mobil ini tak lagi mengaplikasikan kaca spion dan menggantikannya dengan fitur canggih Side Camera Mirror System dan teknologi yang disebut dengan Digital Central Mirror System.

Pabrikan juga turut membenamkan peranti kecerdasan buatan (AI) guna menunjang fitur perintah suara dan parkir autopilot. Tampilan futuristiknya makin kuat dengan hadirnya layar instrumen dengan bentang layar 8,8 inci untuk sistem hiburannya.

Honda e

Bisa melaju sampai 200 kilometer

Untuk sistem penggeraknya, Honda e dibekali dengan baterai berspesifikasi 35,5 kwH berdimensi ringkas. Dengan racikan daya itu, mobil ini diklaim bisa diajak berkendara sampai 200 hingga 220 kilometer saat kondisi baterai terisi penuh.

Posisi baterainya sengaja diletakkan di bawah lantai mobil yang berdampak pada distribusi bobot yang baik yakni 50:50. Pabrikan menyebut dengan komposisi itu, mobil akan menjadi lebih stabil dan memiliki pengendalian yang rigid.

Terkait pengisian daya baterai, mobil listrik buatan Honda ini juga didukung dengan teknologi pengisian daya cepat (fast charging). Klaimnya untuk mencapai kondisi 80 persen bisa dituntaskan dalam waktu 30 menit saja.

HPM buka suara

Mari kembali fokus soal paten desain Honda e di laman resmi PDKI. Pertanyaannya, apakah ini sebuah sinyal dari PT Honda Prospect Motor (HPM) untuk meluncurkan mobil listrik Honda e ke Indonesia? Sayangnya, saat mengkonfirmasi ke Business Innovation and Marketing & Sales Director HPM Yusak Billy, terdaftarnya Honda e hanya sebagai strategi melindungi hak kekayaan intelektual secara global;

“Pendaftaran paten desain adalah hal yang lazim dilakukan sebuah perusahaan. Karena itu, pendaftaran paten tidak selalu menandakan sebuah model akan dipasarkan di suatu negara,” kata Billy kepada OTO.com, Selasa (7/9/2021)

Honda Indonesia, lanjut Billy, melihat pasar mobil listrik di Tanah Air memiliki potensi yang besar di masa mendatang. Saat ini pihaknya tengah mempersiapkan segala kebutuhan soal infrastruktur kendaraan setrum yang mendukung ekosistem elektrifikasi.

"Saat ini Honda (secara global) memiliki beberapa opsi teknologi listrik dan kami terus mempelajari berbagai regulasi dan kebutuhan konsumen agar dapat menentukan teknologi yang paling sesuai untuk Indonesia," katanya.

Bila mengingat ucapan Billy, mobil listrik dengan teknologi hybrid jadi pilihan yang tepat di pasar Indonesia. Pertimbangannya soal infrastruktur dan kesiapan konsumen menerima sebuah produk. “Untuk kondisi sekarang dengan infrastruktur yang ada dan kebutuhan konsumen, yang paling cocok dan ideal adalah mobil hybrid,” ucapnya dalam konferensi pers virtual beberapa waktu lalu.

Meski begitu, sampai saat ini Honda masih belum menunjukkan tanda-tanda akan memboyong mobil listrik ke Indonesia. Tapi menarik buat ditunggu akankah mereka menjual kendaraan listrik murni langsung atau menghadirkan mobil hybrid lebih dulu. Tunggu informasi selanjutnya hanya di OTO.com. (Kit/Tom)

Sumber: PDKI

Baca juga: Semua Varian New Honda Accord di Thailand Sudah Pakai Honda Sensing

GIIAS 2021

Anda mungkin juga tertarik

  • Yang Akan Datang

Video Mobil Terbaru di Oto

Oto
Tonton Video Mobil