Bangun Pabrik di Indonesia, Hyundai Motor Canangkan Ekspor 59.000 Mobil

Bangun Pabrik di Indonesia, Hyundai Motor Canangkan Ekspor 59.000 Mobil

Orientasi bisnis Hyundai Motor tak hanya untuk market domestik. Usai bikin pabrik di Indonesia, mereka berencana mengekspor mobil. Jumlahnya 59.000 unit kendaraan completely knocked down (CKD) per tahun. Keputusan perusahaan melakukan investasi sudah bulat. Target yang dikejar, berupa pertumbuhan baik di masa mendatang. Dan menjajaki lahan baru di Asean, walau terjadi perlambatan otomotif global.

Peletakan batu pertama pabrik Hyundai dilakukan pada akhir tahun ini. Kemudian ditarget segera produksi mobil pada paruh kedua 2021. Mereka memiliki kapasitas produksi tahunan 150.000 unit. Bahkan terus digenjot untuk mencapai kemampuan produksi 250.000 kendaraan saban tahun. Lalu pasar mana saja yang disasar?

Selain memasok pasar lokal, produksi yang dihasilkan fasilitas ini ditujukan untuk beberapa negara. Seperti Vietnam, Thailand, Malaysia dan Filipina. Perusahaan juga tengah mempertimbangkan untuk mengekspor produknya ke Australia dan Timur Tengah.

Alasannya, Hyundai mendapat manfaat pemberlakuan tarif preferensial di pasar-pasar itu. Dan berlaku untuk barang-barang yang berasal dari kawasan ini. Landasanya, Ketentuan Asal Barang (Rules of Origin/ROO) dari perjanjian Kawasan Perdagangan Bebas atau Asean Free Trade Area (AFTA). Untuk diketahui, barang minimal mengantongi konten lokal 40 persen, dapat dikenai pembebasan tarif.

Di sisi lain, Hyundai berjanji melakukan berbagai kegiatan sosial, yang dapat menjawab kebutuhan pemerintah dan penduduk. Isinya soal pengembangan potensi kaum muda Indonesia dan menciptakan lapangan kerja. Melalui pemasok mitra lokal, mereka mengharapkan untuk dapat membuat lebih dari 23.000 lapangan kerja baru. Baik secara langsung maupun tidak langsung di pabrik Indonesia. Sehingga diprediksi bakal menjadi salah satu perusahaan otomotif terbesar di Kota Deltamas. Pabrik ini diperkirakan dapat memberikan kontribusi ekonomi. Jumlahnya lebih dari US$ 20 miliar, selama satu dekade pertama sejak pabrik dibangun.

Lebih jauh lagi, pabrik ini menjadi pusat untuk berbagai fasilitas pemasok lokal. Hyundai berharap dapat turut berkontribusi pada pertumbuhan ekosistem suku cadang otomotif Indonesia. Sebab turut memberikan dukungan kepada mitra lokal dengan kemampuan dan sumber daya produksi internal.

Indonesia, merupakan salah satu pasar mobil terbesar di kawasan Asia Tenggara. Tercatat penjualan 1,15 juta unit tahun lalu. Jadi, dianggap sebagai potensi pasar otomotif pertumbuhan tinggi, dibantu oleh pertumbuhan ekonomi yang stabil, sebesar 5 persen per tahun. Negara-negara utama Asean termasuk Indonesia, Thailand , Malaysia, Vietnam dan Singapura dinilai amat berpotensi. Diperkirakan bisa menciptakan pasar otomotif sekitar 4,49 juta unit pada 2026. Atau tumbuh dari 3,16 juta unit pada 2017. Itulah hal yang melatarbelakangi investasi dan ekspor Hyundai. (Alx/Tom)

Baca Juga: Kucurkan Modal Rp 21 Triliun, Hyundai Siap Produksi Bermacam Mobil di Indonesia

      • Overview
      • Tentang Kami
      • Kontak Kami
      • Others
      • Kebijakan Privasi
      • S&K
      • Dapatkan di Google Play
      • Tersedia di App Store