Cerita 2 Mobil Blasteran Inggris Jepang

Cerita 2 Mobil Blasteran Inggris Jepang

Kerjasama dan kolaborasi antar pabrikan otomotif seringkali terjadi. Banyak alasan tentunya. Pabrikan berbeda merek bahkan berbeda negara saling bekerja dengan niat saling menguntungkan. Kali ini kami mengangkat cerita tentang dua pabrikan, Honda dan British Leyland (BL). Yang satu pabrikan kampiun asal Jepang, satunya asal Inggris dan pernah jaya.

Masing-masing memiliki keahlian. Honda dengan kendaraan penumpang yang reliable, sementara BL punya Land Rover yang tangguh dan pastinya hebat di medan off road. Kedua kemampuan itu dipadukan dan membuat mereka sempat mesra selama beberapa tahun, sebelum yang satu diambil alih oleh pabrikan lain.

Ternyata keduanya pernah menghasilkan produk kolaborasi. Produknya bakal bikin Anda bertanya, “Memang ada, ya? Bentuknya kayak apa?”

Baca juga: 6 Nama Mobil yang Eksis Puluhan Tahun Hingga Kini

Triumph Acclaim 1983

Triumph Acclaim

Kita tarik cerita ke tahun 1978. British Leyland kala itu merupakan salah satu pabrikan otomotif yang cukup besar di Inggris Raya. Mereka memegang merek Rover juga Triumph, Austin, Morris dan sebagainya. Dengan strategi melebarkan sayap, mereka ingin punya produk jalan raya yang disukai oleh mereka yang jarang menyentuh jalanan lumpur. Tentu dengan berbagai merek yang ada di bawah naungan, punya mobil yang bisa ditawarkan tapi beberapa kurang bisa diterima pasar.

Coba menutup kekurangan, datanglah mereka ke Honda. Tercapai kesepakatan. Pabrikan Jepang itu punya agenda sendiri dan dengan mudah memberikan lisensi untuk memproduksi Ballade, yang masih satu keluarga dengan Civic (bayangkan Civic Excellent tapi bentuknya sedan) untuk menggunakan nama Triumph Acclaim.

Honda Ballade hadir pada akhir 1980. Acclaim hadir beberapa bulan setelahnya dan dirakit di Cowley Oxford, Inggris. Ia diperkenalkan resmi pada 7 Oktoner 1981. Bagi Honda dan industri mobil Eropa, Acclaim memiliki peran yang cukup signifikan. Inilah mobil Jepang pertama yang dirakit di Kawasan Ekonomi Eropa (sekarang Uni Eropa). Dengan menggunakan nama Triumph dan komponen Honda, regulasi Jepang yang menuntut sebuah merek mobil untuk punya pangsa pasar 11 persen sebelum boleh produksi di Eropa, bisa di-bypass. Honda pun bisa ekspor produk sekaligus meriset pasar Benua Biru itu.

Acclaim diproduksi 1981-1984 dengan total unit mencapai 133.626 unit. Tapi kerjasama keduanya berlanjut karena tahun 1984 Rover juga kebagian. Honda Ballade diganti nama jadi Rover 200 setelah Triumph tutup buku. Berbasis Civic generasi tiga, jangan heran kalau bentuk Rover 200 mirip dengan Civic Wonder sedan. Bedanya lampu depan berbentuk lebih kotak.

Konsumen diberikan dua pilihan mesin. Yang satu adalah empat silinder 1,3 liter buatan Honda, satunya 1,6 liter bikinan Rover sendiri. Transmisinya otomatis tiga percepatan atau 5-speed manual untuk yang bermesin lebih kecil. Sementara versi 1,6 liter dibekali gearbox manual 5-speed. Beberapa diberikan opsi transmisi matic 4-speed bikinan ZF. Rover 200 dikembangkan untuk menyasar pasar menengah ke atas di Inggris. Dirakit di pabrik yang berlokasi di Longbridge, Inggris yang sekarang jadi fasilitas milik SAIC untuk merakit MG.

Rover 200 selesai masa produksinya pada 1989 kemudian dilanjutkan oleh Rover 200 generasi kedua. Ini juga merupakan produk kolaborasi Rover-Honda, yang berbasis Honda Civic generasi keempat. Versi Honda disebut Concerto dengan bentuk liftback.

Baca juga: Ini 5 Mobil Toyota Paling Bertenaga yang Dijual di Indonesia 

Honda Crossroad 1994

Honda Crossroad

Tahun 1993, keadaan berbalik. Pasar SUV yang terus naik membuat Honda berpikir ulang karena tidak punya produknya. Daripada bikin dari nol dan direpotkan dengan riset, kenapa tidak manfaatkan saja kerjasama dengan British Leyland? Ide brilian karena Rover jagonya SUV.

Hadirlah Honda Crossroad. Apa itu? Pada dasarnya ini adalah Land Rover Discovery yang logonya diganti Honda. Ia dijual hanya untuk pasar Jepang. Benar-benar hanya ganti logo alias rebadge. Pertama kau diperkenalkan pada 1993 hingga 1998. Sempat berhenti kemudian berlanjut pada 2007 hingga 2010.

Produk ini cukup mendapat sambutan. Apalagi kalau bukan di balik kap mesinnya yang tersemat V8 dengan kapasitas 3,9 liter. Dan hanya itu pilihan mesin yang tersedia. Tenaganya lumayan, 139 hp. Dilengkapi dengan piranti off road dan kenyamanan sebuah Discovery. Ini mobil yang pas dengan keinginan Honda. Bodinya kompak dengan panjang 4.353 mm, lebae 1.800 mm dan tinggi 1.950 mm. Dengan wheelbase 2.540 mm dan bobot 1.970 kg, ia sangat pas.

Dengan spesifikasi tersebut, Crossroad dengan percaya diri bersaing dengan Toyota Land Cruiser dan Nissan Patrol. Sukses? Tidak juga. Karena ini adalah Land Rover yang saat itu diterpa masalah daya tahan, tentu blasteran Inggris-Jepang ini juga kena. Tahun 1997, contohnya. Lebih dari 4.500 crossroad terkena recall karena masalah pengunci pintu. Yang kalau dibiarkan, pintu bisa terbuka sendiri.

Pada saat itu, Honda mungkin sudah jenuh dengan kerjasama tersebut. Lagipula, Rover diambil alih oleh BMW. Ditambah lagi, mereka sudah mengembangkan sendiri SUV bernama CR-V. Meski begitu, nama Crossroad masih berjalan hingga generasi kedua yang muncul pada 2007. Tubuhnya lebih kecil dengan pilihan mesin 1.8 liter dan 2.0 liter. Sayang, umurnya pendek saja. Hanya tiga tahun sebelum Honda memutuskan nama itu tidak akan digunakan lagi. (Idr/Raju)

Foto: Wikipedia

Baca juga: 6 Nama Mobil Buatan Italia yang Punya Arti yang Aneh

      • Overview
      • Tentang Kami
      • Kontak Kami
      • Others
      • Kebijakan Privasi
      • S&K
      • Dapatkan di Google Play
      • Tersedia di App Store