Prototipe Motor Listrik Triumph Muncul, Diberi Nama Project TE-1

Prototipe Motor Listrik Triumph Muncul, Diberi Nama Project TE-1

Hampir dua tahun lalu, Triumph Motorcycles mengumumkan kerja sama dengan Williams Advanced Engineering untuk kembangkan platform sepeda motor listrik mutakhir. Saat ini mereka telah merilis sketsa dan mengungkapkan lebih banyak detail dari sebelumnya. Prototipe yang diberi nama Project TE-1 itu didesain layaknya sportbike berpaspor Inggris.

Proyek ini sebetulnya sudah dimulai pada Februari 2019. Perusahaan mulai melakukan polling kepada pelanggannya tentang minat mereka pada kuda besi ramah lingkungan. Tentu saja pabrikan yang berbasis di Inggris ini sudah ketinggalan zaman, karena penelitian telah menunjukkan lebih dari 50 persen konsumen yang sebagian pengendara muda lebih memilih elektrifikasi.

Menurut mereka, lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali. Sekarang kita melihat konsep sepeda motor listrik Triumph untuk pertama kalinya, dan perusahaan membagikan lebih banyak detail tentang proyek tersebut.

Project TE-1 merupakan superbike yang sepenuhnya bertenaga listrik. Namun Triumph tidak bergerak sendiri untuk membangunnya. Ada Williams Advanced Engineering (WAE), yang menyediakan "Teknologi Multi-Kimia Adaptif". Bekerja untuk meningkatkan kepadatan energi baterai dengan menggabungkan dua kimia sel lithium-ion yang berbeda dengan sistem manajemen energi. WAE juga memasok baterai ke seluruh grid Formula E. Dan Williams telah lama menjadi nama yang dihormati di lingkungan F1.

Triumph Project TE 1

Kemudian ada Integral Powertrain Ltd., yang mengembangkan motor dan controller, WMG dari Universitas Warwick untuk pemodelan dan simulasi elektrifikasi buat pengendalian kendaraan. WMG awalnya adalah singkatan dari "Warwick Manufacturing Group", tetapi sekarang menjadi badan kerjasama universitas antara akademisi dan perdagangan.

Sementara perihal pendanaan disediakan oleh pemerintah Inggris melalui Departemen Strategi Bisnis, Energi, dan Industri (BEIS) dan Kantor Kendaraan Tanpa Emisi (OZEV). Tujuannya untuk menciptakan kemampuan kendaraan listrik yang terdepan di pasar global.

Kemitraan tersebut kini telah mencapai apa yang disebut Triumph sebagai Tahap 2. Mengungkapkan powertrain baru yang dikembangkan untuk platform sepeda motor listrik. Komponen pertama yang diluncurkan adalah paket baterai, dikembangkan oleh Williams Advanced Engineering (WAE). Mereka mengklaim bahwa baterai baru punya energi lebih padat dibanding pesaing. Menawarkan lebih banyak daya pada rentang voltase yang lebih luas dengan bobot lebih ringan.

Baca juga: Kawasaki, Triumph dan KTM Bakal Luncurkan Produk Baru Secara Global Bersamaan

Triumph Project TE 1

Menurut Dyrr Ardash, Senior Commercial Manager WAE, bekerja untuk menghadirkan teknologi baterai dan sistem kontrol generasi mendatang sungguh menyenangkan. “Dengan menggunakan solusi yang ringan dan ringkas, kami mampu memberikan pengalaman berbeda. Memiliki daya baterai besar dan jangkauan terbaik di kelasnya. Kami fokus mengurangi bobot dan mengoptimalkan posisi bingkai untuk mendapatkan penanganan yang menguntungkan. Menyeimbangkan desain untuk akselerasi dan jangkauan yang dimodelkan pada kendaraan berbasis trek. Dengan kata lain, seagresif mungkin,” katanya.

Bila dilihat dari sketsa yang beredar, mirip dengan Street Triple R. Tampak jelas dari penggunaan lampu depannya. Tangki yang terlihat kecil menyembunyikan baterai besar. Dibungkus dengan sasis yang mempertimbangkan pusat gravitasi dan ruang. Jok masih pakai model single seat dan tanpa sepatbor belakang. Kaliper rem depan terlihat gunakan lansiran Brembo dan penggerak roda belakang pakai sistem belt.

Selain membeberkan sketsa Project TE-1, pihaknya juga memamerkan motor baru bertenaga 130 kW (174 hp) dan desain pengontrol. Kedua komponen telah diintegrasikan bersama, yang mengklaim dapat mengurangi berat kabel tembaga. Motor berpendingin cairan tersebut dikatakan juga menawarkan kepadatan daya yang lebih tinggi dari kompetitor.

Chief Technical Officer at Integral Powertrain Ltd., Andrew Cross menjelaskan, salah satu faktor yang paling berpengaruh dalam hal performa sepeda motor adalah massa. “Jadi di Integral Powertrain kami sangat berfokus pada perubahan desain dan motor inverter. Misalnya melepaskan kabel tegangan tinggi yang berat. Ini menghasilkan produk yang jauh lebih kompak dan ringan. Maka itu, ia mampu menghasilkan 130 kW atau hampir 180 tenaga kuda, tetapi beratnya hanya 10 kilogram. Itu jauh lebih ringan dari teknologi yang ada dan jelas merupakan sebagian kecil dari massa mesin pembakaran internal tradisional,” jelasnya. (Bgx/Raju)

Sumber: Electrek, Cycle World, New Atlas

Baca juga: Peluncuran Produk Kolaborasi Bajaj-Triumph Mundur, Prediksi Tetap Motor Kelas Menengah