Perkenalkan V4 Grantursimo, Mesin Baru Ducati Buat Multistrada

Perkenalkan V4 Grantursimo, Mesin Baru Ducati Buat Multistrada
Gambar
Review Pengguna

Teorema kehadiran Ducati Multistrada V4 makin jelas. Informasi mengenai mesin yang tertempel pada dirinya telah terkuak, disebut V4 Grantursimo. Motor anyar itu menggendong jantung pacu berkapasitas 1.158 cc yang mampu menghasilkan 170 Hp pada 10.500 rpm dan torsi 125 Nm pada 8.750 rpm. Paling mencolok kalau enjin gresnya itu memiliki rentang masa perawatan yang panjang.

Selama beberapa minggu menjelang peluncurannya, Ducati mengungkapkan beberapa petunjuk tentang mesin baru yang menggerakkan Multistrada generasi berikutnya. Dari teaser yang tersebar, ada pentunjuk kalau dirinya memakai blok baru yang lebih ringan dan kompak. Dan kini semua sudah menemui titik terang.

Kemunculan perdananya saat Multistrada baru tertangkap kamera sedang melakukan uji jalan di Bologna, Italia. Saat itu ada rumor yang mengatakan kalau dirinya menggendong mesin serupa dengan Panigale V4. Teka-teki itu pun menimbulkan spekulasi kalau motor tualang Ducati memakai jantung mekanis desmodromic 90 derajat.

Ducati V4 Granturismo

Nyatanya Multistrada V4 yang digadang muncul pada 4 November 2020 menggunakan mesin baru, disebut Granturismo. Ia tidak menggunakan mesin 1.103 cc desmodromic 90 derajat V4 yang dikenalkan pada akhir 2017. Tidak pula memakai jantung pacu yang dikembangkan dari L-twin 1.262 cc Multistrada saat ini. Enjin ini benar-benar baru dan dikhususkan untuk penggunaan motor tipe adventure maupun penjelajah.

Baca juga: Ducati Multistrada V4 Bisa Menempuh Jarak Melebihi Lingkar Ekuator Bumi

Mesin Granturismo punya daya yang lebih halus dari padaTestastretta yang ada saat ini. Sementara jika dibandingkan dengan L-twin 1.262 cc, ia lebih ringan dengan bentuk yang ringkas. Bila dijabarkan melalui dimensi, dia lebih pendek 85 mm, lebih rendah 95 mm, tapi lebih lebar 20 mm.

Tata letak yang kompak ini memungkinkan para ahli teknik Ducati untuk menempatkan mesin dalam rangka secara efektif. Hal itu secara positif memengaruhi posisi pusat gravitasi motor, dengan semua manfaat yang dihasilkan. Bobotnya diperkirakan hanya 66,7 kg atau lebih ringan 1,2 kg dari Testastretta 11° DS yang ditemukan pada Multistrada 1260 generasi saat ini.

Ducati V4 Granturismo

Granturismo juga dilengkapi crankshaft counter-rotating, sama seperti Ducati V4 series lainnya. Diatur menggunakan twin-pulse firing order yang sama, silinder kiri depan ke silinder kiri belakang, silinder kanan depan ke silinder kanan belakang. Menurut Ducati, profil camshaft dan kecepatan pengangkatan katup secara khusus disetel untuk memenuhi persyaratan turing Multristrada tanpa mengorbankan performa. Selain itu, ia dibekali gearbox enam rasio dekat yang dikirimkan dengan quickshifter naik / turun.

Enjin V4 Granturismo sengaja dirancang ringkas dan ringan, berperforma tinggi dan memberikan nilai torsi yang kaya. Karena memang ditujukan untuk penggunaan bertualang, sekaligus mampu menawarkan sensasi dan sporty yang luar biasa. Selain itu, getarannya lebih rendah, karena putaran crank mesin berlawanan arah dengan putaran roda.

Di lain sisi, Ducati juga membangun Granturismo V4 dengan teknologi generasi terbaru serta material kelas satu, untuk menjamin ketahanan dan keandalan. Ia juga lebih menonjol dibanding mesin lainnya karena interval perawatan yang cukup lama. Pabrikan Italia itu menyebut kalau Multistrada baru dapat menempuh jarak hingga 15.000 km dalam sekali pergantian oli, dan 30.000 km sebelum membutuhkan pemeriksaan menyeluruh Desmo. Bahkan mereka mengklaim kalau interval servis klep mencapai 60.000 km. Sementara banyak mesin Desmodromic memerlukan penyesuaian katup setelah 19.000 mil (30.000 Km).

Ducati V4 Granturismo

Multistrada V4 Si Motor Cerdas

Tak cuma mesin baru nan hebat, Ducati Multistrada V4 jadi motor konvensional pertama yang menggunakan teknologi radar. Tidak hanya satu tapi dua, dipasang di depan dan belakang. Radar yang terpasang merupakan sistem bantuan demi mendukung berkendara secara nyaman, karena mampu merekonstruksi realitas di sekitar sepeda motor. Boleh dibilang karakteristik itu serupa dengan yang diterapkan pada sebuah mobil.

Setiap radar memiliki dimensi kompak, yakni 70 mm x 60 mm x 28 mm dan beratnya cuma 190 gram. Komponen itu mirip dengan kamera aksi (action camera). Untuk bagian depan berkesimbanungan dengan Adaptive Cruise Control (ACC). Pemasangan sistem ini memungkinkan motor untuk berakselerasi dan melakukan pengereman secara otomatis, sesuai dengan jarak yang ditentukan oleh pengendara pada kecepatan antara 30 dan 160 kpj. Jadi bantuan elektronik ini bisa menjaga jarak sepeda motor dengan aman dari mobil di depannya.

Sementara radar yang ditaruh di belakang mampu mendeteksi dan melaporkan kendaraan, yang berada di titik buta (blind spot). Blind spot merupakan area yang tidak terlihat langsung oleh pengendara ataupun lewat spion. Sistem ini memberikan sinyal saat kendaraan berkecepatan tinggi datang dari belakang.

Teknologi radarnya itu tidak dikembangkan sendiri oleh Ducati, mereka menggandeng Electronics, Information and Bioengineering di Politecnico di Milano University. Bahkan komponen canggih itu sudah diberi hak paten pada Mei 2017, yang berkaitan dengan algoritma kontrol sistem. Selain itu, mereka juga menggandeng Bosch, perusahaan asal Jerman yang memiliki teknologi tingkat atas. (Bgx/Tom)

Sumber: Ducati, Ride Apart

Baca juga: Begini Tampang Italjet Dragster dan Ducati Panigale Ketika Menjadi Satu

Jelajahi Ducati MultiStrada

      • Overview
      • Tentang Kami
      • Kontak Kami
      • Others
      • Kebijakan Privasi
      • S&K
      • Dapatkan di Google Play
      • Tersedia di App Store