Wuling Tak Anggap Dongfeng Sebagai Pesaingnya

Wuling Tak Anggap Dongfeng Sebagai Pesaingnya
Gambar
Review Pengguna

Pasar otomotif Indonesia kedatangan satu lagi pemain baru asal Cina, DongFeng Sokon (DFSK) atau PT Sokonindo Automobile. DFSK telah memperkenalkan SUV (Sport Utility Vehicle) bernama Glory 580. DFSK datang setelah pabrikan mobil asal Cina lainnya, Wuling Motors lebih dulu berniaga di Tanah Air. Memang strategi awal keduanya berbeda, karena Wuling baru memasarkan produk di segmen low MPV (Multi Purpose Vehicle) bukan SUV.

Seperti diberitakan sebelumnya, pekan lalu DFSK meresmikan pabrik lokasi produksi Glory 580 yang dipasarkan tahun depan. Lokasi pabrik DFSK berada di Kawasan Industri Cikande, Serang, Banten. Pabrik yang memiliki kapasitas produksi 50 ribu unit itu, menghabiskan nilai investasi hingga US$ 150 juta. Hebatnya, tidak hanya untuk pasar dalam negeri, mobil DFSK yang dibuat di Cikande juga diekspor ke berbagai negara.

Pabrik Sokon di CIkande

Glory 580 merupakan produk SUV berkapasitas 7 penumpang. Mobil ini digadang jadi pesaing Honda CR-V, Nissan X-Trail serta Hyundai Santa Fe. Kabarnya, mobil ini diluncurkan paling lambat Februari 2018.

Glory 580 menggunakan mesin 1,5 liter turbo dengan daya maksimum 150 PS. Torsi maksimumnya mencapai 220 Nm. Selain itu, terdapat juga varian lain yang menggendong mesin 1,8 liter naturally aspirated (NA) dengan tenaga maksimum 139 PS dan torsi 189 Nm. Penyalur daya ke roda, mengandalkan girboks manual 6-percepatan atau otomatis CVT.

Menanggapi hal ini, meski sama-sama berasal dari Cina tapi Wuling Motors tak menganggap DFSK sebagai pesaing mereka. Wuling menilai justru DFSK dianggap punya langkah tepat, mengingat Indonesia merupakan pasar potensial bagi pabrikan mobil dunia.

"Kami tidak menganggap Dongfeng sebagai pesaing. Indonesia ini pasarnya sangat besar, sangat bagus. Jadi, banyak perusahaan dari luar yang ingin masuk untuk bersaing," kata Cindy Cai, Vice President of Vehicle, Sales, Service and Marketing Wuling Motors saat ditemui di Jakarta (6/12).

Alasan Cindy tidak menganggap DFSK sebagai pesaing, karena keduanya mengisi segmen yang berbeda. Bila DFSK memasarkan produk SUV, sementara Wuling Motors lebih konsentrasi menjual mobil MPV seperti Confero yang mereka luncurkan Agustus lalu.

"Setiap produk punya keunggulannya masing-masing, dan kami merasa produk kami, Wuling Confero yang paling cocok di sini. Kenapa? Karena kami mendesainnya dengan ukuran yang besar, jadi bisa memberikan ruang yang ideal bagi keluarga Indonesia. Ini bisa memberikan pilihan baru untuk konsumen Indonesia," tambah Cindy. (Diro/RS)

Baca juga: Wuling Confero Mesin 1.200 cc Seharga Rp 70 Jutaan Meluncur Tahun Depan