• Wishlist

Kabar Mundurnya Chevrolet Membuat Diler Kesulitan Jual Produk

Kabar Mundurnya Chevrolet Membuat Diler Kesulitan Jual Produk

Ada implikasi penjualan sejak diumumkan mundurnya General Motors (GM) dari kancah otomotif Indonesia. Setidaknya, mereka punya waktu empat bulan untuk menghabiskan stok produk tersisa. Padahal, tak bisa dipungkiri, kabar tak sedap itu mempengaruhi keputusan konsumen.



Benar saja, Sandi, sales diler Sun Motor Kebon Jeruk yang dihubungi OTO.com mengungkapkan, pengumuman itu berdampak pada penjualan. Banyak konsumen ragu meminang mobil Chevrolet, bahkan kasus terburuknya tak jadi membeli. Salah satu alasannya karena harga jual yang jatuh, bila nantinya dilego kembali setelah cukup lama dimiliki.


"Mayoritas berpikir, mobil untuk dijual kembali. Safety, fitur dan lain-lain sudah hilang dari bahan perbandingan," jelasnya melalui pesan elektronik, Selasa (29/10).


Padahal stok produk yang dimiliki dilernya masih cukup banyak. Trax, model andalan Chevrolet di Indonesia pun menjadi yang paling berlimpah. Biasanya diskon besar menjadi salah satu strategi jitu untuk menggaet konsumen. Namun, nyatanya diler ini hanya memberikan potongan harga normal. Adapun diskon Rp 30 juta diberikan untuk Trax yang dibanderol mulai Rp 292,5 juta, dan Trailblazer yang dihargai dari Rp 438,5 juta. "Ada Trailblazer produksi 2018, diskonnya Rp 40 juta," ucapnya.


Chevrolet Indonesia, kini juga tengah menggelar program promo Oktober bertajuk Chevrolet Traxvaganza. Penawarannya beragam di masing-masing model. Untuk konsumen yang membeli Trailblazer, mereka disuguhi cicilan mulai dari Rp 6 jutaan atau bunga 0 persen selama 2 tahun. Selain itu, pelanggan mendapat gratis biaya perawatan sampai 60 ribu km atau 36 bulan.


Sementara untuk Trax, down payment dari Rp 40 jutaan atau cicilan mulai 4 jutaan. Pilihan city car, Spark juga masuk program dengan uang muka terjangkau dari Rp 20 jutaan atau angsuran Rp 2 jutaan. Keduanya turut disodorkan dengan opsi bunga nol persen selama 2 tahun.


Keputusan berhentinya operasional GM di Indonesia tahun depan, didasari banyak hal. Selain penjualannya yang dinilai kurang baik, bahkan sampai menyebutkan tak mempunyai segmen pasar otomotif yang menguntungkan secara berkelanjutan, mereka juga didesak kondisi yang terjadi di Indonesia.


"Kami telah mempelajari berbagai opsi untuk kegiatan bisnis di Indonesia, namun demikian faktor eksternal, seperti pelemahan harga komoditas dan tekanan mata uang asing yang antara lain menjadi alasan keputusan bisnis itu," ungkap Yuniadi Haksono Hartono, Director Communications & External Affairs PT General Motors Indonesia dalam surat elektronik yang kami terima. (Hfd/Odi)


Baca Juga: Pasar Indonesia Dinilai Tak Jelas, Chevrolet Stop Penjualan