• Wishlist

Indonesia-Jepang Perkuat Kendaraan Listrik, Buat Apa Saja?

Indonesia-Jepang Perkuat Kendaraan Listrik, Buat Apa Saja?

Pemerintah Indonesia dan Jepang semakin mesra. Mereka terus menjalin kerja bareng pengembangan industri otomotif khususnya elektrifikasi. Ada sinergi antara Kementerian Perindustrian dengan Kementerian Ekonomi, Perdagangan dan Perindustrian Jepang. Keduanya membicarakan investasi dan insentif untuk pengembangan industri kendaraan listrik.



“Mereka memberikan gambaran tentang pengembangan industri kendaraan listrik. Yang kami bahas, mengenai kebijakan pengembangan industri otomotif kedua negara. Selain itu, tren dan aktivitas penggunaan kendaraan listrik. Juga pengembangan baterai di dunia. Kami jelaskan secara komprehensif kepada mereka, sehingga bisa mendapatkan pemahaman yang jelas,” ungkap Harjanto, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin RI dalam keterangan resmi (15/12).


Harjanto mengungkap, guna menarik investor pengembangan kendaraan listrik, Indonesia memfasilitasi pemberian insentif fiskal. Sudah lama digemborkan, seperti tax holiday. “Di antaranya kami fokus membidik investasi untuk pembuatan baterai, electric motor dan power control unit, yang menjadi tiga komponen utama. Insentif itu diberikan sepanjang investasi mereka sekitar US$ 50 juta. Atau bila mereka melakukan proses industrialisasi di dalam negeri,” imbuhnya.


Dalam kesempatan yang sama, Putu Juli Ardika, Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi dan Alat Pertahanan, Kemenperin ikut berkomentar. Ia mengaku, ditugaskan untuk menyusun empat Peraturan Menteri Perindustrian. Maksudnya, penggodokan regulasi turunan, pada Perpres No.55/2019. Tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) untuk Transportasi Jalan.


“Aturan ini antara lain terkait roadmap industri kendaraan di dalam negeri. Serta fasilitas tentang skema CKD, IKD dan part by part. Sudah banyak investor yang komitmen ingin memproduksi, termasuk bahan bakunya. Untuk itu, kami berupaya mempercepat menyusun aturan-aturan. Kami juga mendorong penggunaan kendaraan listrik untuk transportasi umum,” ungkap Putu.


Sebelum benar-benar memproduksi kendaraan listrik, pemerintah menargetkan pada 2022 Indonesia mampu memproduksi baterainya dulu. “Dengan tren industri mobil listrik di kancah global. Indonesia menargetkan produksi mobil bertenaga listrik bisa mencapai 20 persen dari total produksi pada 2025. Artinya, nanti ada 400 ribu unit,” tandasnya.


Gambaran saja: Potensi industri otomotif di Indonesia saat ini, ditopang melalui 18 pabrikan kendaraan bermotor roda empat atau lebih yang telah beroperasi. Bila diakumulasi, kapasitas produksi terpasang mencapai 2,26 juta unit saban tahun. Kemudian jumlah tenaga kerja sebanyak 38 ribu orang. Dari sisi produksi dan penjualan otomotif nasional, pada 2013 hingga 2018 mencapai rata-rata di atas 1,2 juta unit per tahun. Menurut Kemenperin, kelak banyak industri komponen lokal yang turut tumbuh. Sejalan dengan peningkatan produksi dan proses elektrifikasi. (Alx/Odi)


Baca Juga: Grab Siapkan 20 Hyundai Ioniq, Taksi Listrik Dipastikan Mulai Menjamur Tahun Depan