Astra Daihatsu Motor Kucurkan Modal Rp 1,7 Triliun untuk Bikin Rocky dan Raize

Astra Daihatsu Motor Kucurkan Modal Rp 1,7 Triliun untuk Bikin Rocky dan Raize

Rocky dan Raize merupakan hasil kerja bareng Daihatsu dengan Toyota. Mereka menjadi kolaborasi kelima dari dua pabrikan Jepang di Indonesia. Nah, untuk fasilitas produksi, perusahaan mengandalkan pabrik Daihatsu di Karawang. Tak tanggung-tanggung, investasi yang ditanam khusus untuk membuat duo kembar, senilai Rp 1,7 triliun. Hal ini dijabarkan langsung oleh petinggi ADM.

Amelia Tjandra, Marketing Director, juga sebagai Corporate Planning and Communications Director ADM turut menjelaskan. "Dengan investasi Rp 1,7 triliun, kami sebenarnya tidak menambah line produksi. Tapi hanya menambah tooling (peralatan) di pabrik. Karena pabrik ADM menerapkan flexible production. Sehingga line produksinya sangat canggih karena bisa menggabungkan beragam model, varian dan warna dalam satu line," papar Amelia saat konferenis pers akhir pekan lalu.

Menurutnya, sebagai produk kolaborasi, Raize dan Rocky diproduksi di pabrik ADM Karawang, Jawa Barat. Strategi produksi ini diklaim bikin kapasitas pabrik Daihatsu menjadi lebih seimbang dari sebelumnya. Nah, sebagai informasi tambahan. Selain fasilitas produksi di Jabar, mereka juga memiliki pabrik di Sunter, Jakarta Utara. Namun, di sini sanggup menghasilkan model kendaraan lebih banyak. Semuanya ada empat model seperti Daihatsu Xenia, Terios, Gran Max dan Luxio.

Lantas pabrik Karawang hanya memproduksi dua model Low Cost Green Car (LCGC) seperti Sigra serta Ayla. "Kami sangat senang dengan diluncurkan Rocky. Pabrik di Karawang bisa secara optimal dipakai kapasitasnya. Sehingga teman-teman yang bekerja di pabrik sana. Kalau permintaan atau demand meningkat, mereka bisa merasakan lembur. Juga mendapatkan penghasilan lebih besar, seperti teman-teman di pabrik Sunter," ucap dia.

Selain untuk kebutuhan dalam negeri, pabrik ini juga memproduksi Raize untuk pasar ekspor.

Baca juga: Dapat Insentif PPnBM, Daihatsu Rocky Dijual dengan Harga Menarik

Astra Daihatsu Motor (ADM)

Soal PPnBM

Saat pengumuman PPnBM, kedua nama ini juga ikut masuk. Hal ini sempat jadi perdebatan. Amelia Tjandra mengatakan kandungan pembelian lokal atau local purchase kedua mobil ini di atas 60 persen. Lantas Rocky maupun Raize masuk sebagai kendaraan penerima pajak barang mewah ditanggung pemerintah. Atau PPnBM DTP sebesar 100 persen sejak 1 Maret 2021.

Untuk diketahui, Kementerian Perindustrian dan instansi terkait sudah mengeluarkan daftar penerima program relaksasi pajak mobil baru pada 26 Februari 2021. Kemudian implementasi relaksasi pajak PPnBM berlaku mulai 1 Maret sampai dengan 31 Desember 2021. Pemerintah mengumumkan daftar penerima relaksasi pajak ini hanya satu kali saja. Dan tidak ada pengumuman selanjutnya untuk revisi daftar penerima. Makanya Daihatsu langsung sigap mendaftarkan Rocky untuk memanfaatkan momentum.

“Rocky merupakan produk kolaborasi kelima dari Daihatsu dan Toyota. Seperti kerja sama sebelumnya. Kendaraan ini diproduksi di pabrik PT Astra Daihatsu Motor (ADM). Research and Development ADM juga terlibat dalam pengembangannya. Sehingga Rocky (juga Raize) cocok dengan target pasar di Indonesia,” ucap Toshinori Edamoto, President Director PT ADM.

SUV mungil ini merupakan produk Daihatsu sekaligus Toyota di Indonesia yang mengusung teknologi DNGA (Daihatsu New Global Architecture). Konstruksi rancang bangun alias platform terbaru dari Daihatsu dikembangkan dengan sejumlah konsep. Yang pertama kualitas tinggi dengan harga terjangkau, teknologi terkini. Serta memperhatikan hingga ke detail terkecil seperti ukuran, berat, harga dan waktu. Semua aspek itu menjadi landasar dalam menghasilkan kendaraan yang lebih efisien.

Tentu ada diferensiasi antara produk Daihatsu dan Toyota agar tak saling makan, namun bisa melengkapi. Dan selalu dalam tradisi, harga jual (OTR) mobil ADM lebih murah dari milik saudaranya, TAM. Dalam peluncuran kedua model baru-baru ini. Toyota menargetkan penjualan Raize mencapai 2.000 unit saban bulan. Sedangkan Rocky dipatok 500 unit. Sehingga total pemasaran keduanya mencapai 2.500 unit per bulan. (Axl/Raju)

Baca juga: Ini Perbedaan Toyota Raize dan Daihatsu Rocky, Mana yang Lengkap?

Coronavirus

Anda mungkin juga tertarik

  • Yang Akan Datang

Video Mobil Terbaru di Oto

Oto
Tonton Video Mobil