Oto
jakarta-selatan

Mengintip Uniknya Pabrik BMW Thailand

  • 06 Feb, 2019
  • 570 Kali Dilihat

Perjalanan ke Thailand bersama dengan BMW Group Indonesia, tak hanya memberi kesempatan untuk mencoba mobil. Tapi juga menyambangi pusat perakitan BMW di Rayong, Thailand. Fasilitas yang berditri sejak 2000 ini, cukup unik dalam beberapa hal.



Pertama, inilah perakitan yang seluruh kepemilikannya dikuasai oleh BMW Group Jerman. Di Indonesia, perakitan BMW menumpang di PT Gaya Motor yang dimiliki grup Astra. Menurut pihak BMW, investasi yang dikucurkan sejak awal sudah melewati angka 4 miliar baht. Mereka berani melakukan investasi besar karena yakin dengan sumber daya yang ada, plus pangsa yang meyakinkan di lokal dan kawasan Asia.


Contoh, di pasar BMW Thailand, mencetak pertumbuhan penjualan tertinggi di dunia. Ya, di dunia. Menurut Krisda Utamote, Director Corporate Communication Thailand, “Pada 2018 lalu hingga Oktober, BMW menjual 9.154 unit. Periode yang sama tahun sebelumnya 7.593 unit. Peningkatan ini setara 21 persen.” Selain itu, pasar setempat juga menyerap 1.425 unit motor gede. Naik 9,4 persen dibanding 2017.


Itu baru pasar lokal. Pabrik BMW Rayong juga mengekspor mobil dan motor buatannya ke Malaysia dan Cina. Khusus Malaysia, yang dikirim mobil dan motor. Sedangkan ke Cina hanya mobil.


Siapkan Pabrik Baterai PHEV


Kedua, pabrik seluas 78.000 meter persegi ini, juga satu-satunya di dunia yang mampu merakit tiga merek sekaligus, yang berada di bawah payung usaha BMW Group: BMW, MINI dan BMW Motorrad. Plus, mereka juga merakit BMW dengan penggerak PHEV (Plug-in Hybrid) seperti 330e, 530e, 740Le sejak 2016. Menariknya lagi, proses produksinya lebih banyak menggunakan tangan manusia ketimbang robot. Menurut keterangan mereka, saat ini ada 900 orang yang bekerja di tempat itu.


Terakhir, soal mobil PHEV tadi cukup menjadi sorotan. Saat ini semua komponen PHEV masih diimpor dari Jerman. Tapi akhir tahun lalu, BMW Thailand ditunjuk untuk mendirikan pabrik baterai di Chonburi, tak jauh dari Rayong. Pembangunannya dimulai sejak November 2018.



Pabrik baterai ini menyedot investasi luar biasa. November lalu, BMW dan rekanannya Draxlmaier mengumumkan investasi sebesar 400 juta baht untuk pabrik baterai dan pendukungnya. Seperti produk yang lain, kendaraan PHEV ini nantinya diserap oleh pasar lokal dan ASEAN. (Ddn)


Baca Juga: NV Mass Tawarkan C 200 Avantgarde Facelift

Galeri

kali dibagikan

Promo Populer di Jakarta Selatan

Mobil Pilihan

  • Populer
  • Komparasi