Carry Pikap Dominan Sokong Penjualan Suzuki di Akhir Tahun

Carry Pikap Dominan Sokong Penjualan Suzuki di Akhir Tahun

Kondisi pasar otomotif Tanah Air terus menunjukkan perbaikan menjelang akhir tahun 2020 ini. Sebelumnya penjualan kendaraan sempat terpuruk akibat pandemi Covid-19. Memasuki November, angka penjualan terus bergerak naik meski belum sepenuhnya pulih. Rapor penjualan dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) bulan ke-11 lalu mencatat kenaikan wholesales sebesar 9,84% dibandingkan bulan sebelumnya. Tercatat sebanyak 53.844 unit kendaraan terjual dibandingkan 49.018 unit pada bulan lalu. Adapun retail sales naik dari 46.284 unit menjadi 56.106 unit.

Dari angka tersebut, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) memberikan kontribusi dengan peningkatan wholesales hingga 60% dan retail sales 27% jika dibandingkan bulan Oktober. Wholesales Suzuki November di angka 8.217 unit dari bulan sebelumnya 5.143 unit. Sedangkan retail sales 7.232 unit dibandingkan 5.715 unit di Oktober. Pencapaian ini membawa Suzuki menguasai 15,3% pangsa pasar wholesales dan 12,9% pada pangsa pasar retail sales pada November lalu.

“Dari data GAIKINDO, angka penjualan kendaraan roda empat kembali naik di November. Hal ini pun terjadi dengan penjualan Suzuki yang naik cukup signifikan. Kami harap dengan meningkatnya angka penjualan saat ini bisa menjadi tahap recovery dan bahkan terus membaik sehingga pasar otomotif kembali terstimulus dan pulih,” ujar Donny Saputra, 4W Marketing Director PT SIS dalam keterangan resminya, Selasa (22/12).

Baca juga: Mau Tukar Tambah Mobil, Suzuki Auto Value Kasih Uang Kembali Rp 4 Juta

Suzuki XL7

Performa Suzuki

Secara umum pasar otomotif belum pulih. Dinukil dari data Gaikindo, penjualan dari Januari sampai November secara whole sales tercatat sebanyak 474.910 unit dan retail sales 509.788 unit. Gaikindo sendiri menetapkan target penjualan tahun ini ada di angka 525 ribu unit. Memang masih sangat jauh jika dibandingkan tahun 2019 lalu sebelum pandemi. Selama 11 bulan 2019, penjualan kendaraan sudah berada di angka 942.462 unit (whole sales) dan 942.170 unit (retail sales).

Dari sisi angka, penjualan Suzuki mengalami penurunan jauh dibandingkan tahun lalu. Pada Januari sampai November 2019 mencatat penjualan 90.267 unit (whole sales) dan 92.455 unit (retail sales). Namun jika dilihat dari penguasaan pasar, mengalami peningkatan. Dari Januari hingga November, Suzuki meraih pangsa pasar wholesales sebesar 12,3% dan retail sales sebesar 12,5%. Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2019, pencapaian pangsa pasar ini tumbuh 2,7% baik dari wholesales maupun retail sales dimana di tahun 2019 Suzuki menguasai 9,58% pangsa pasar wholesales dan 9,81% di sisi ritel.

Pertumbuhan penjualan dan pangsa pasar Suzuki bulan November masih didominasi New Carry Pick Up yang berkontribusi 67,7% terhadap wholesales dan 62,5% terhadap ritel nasional Suzuki. Setelah itu, disusul XL7 dengan kontribusi 12% untuk wholesales dan 13,2% untuk ritel, serta All New Ertiga yang berkontribusi 9,3% untuk wholesales dan 11,8% untuk retail sales.

“Adanya peningkatan penjualan pada November lalu, baik dari Suzuki maupun pasar kendaraan roda 4 secara keseluruhan membawa harapan baru untuk industri otomotif Indonesia. Kami berharap agar pandemi segera berakhir, sehingga semua sektor industri, khususnya otomotif, kembali stabil dan terus meningkat,” kata Donny.

Baca juga: Kupas Spesifikasi Nissan Magnite, Tampil Kompak dan Penuh Fitur Kekinian

Suzuki Ertiga ekspor

Ekspor New Ertiga

Suzuki juga berpasrtisipasi dalam seremoni ekspor otomotif dalam rangka peresmian pelabuhan internasional baru, Pelabuhan Patimban, di Subang, Jawa Barat. Pelabuhan yang diresmikan Presiden RI, Joko Widodo, ini diharapkan menjadi pusat lalu lintas ekspor-impor untuk berbagai sektor, seperti otomotif, pertanian, kreatif, dan lainnya. Pada ekspor terdapat 140 unit mobil yang dike Brunei Darussalam dimana PT Suzuki Indomobil Motor (SIM) turut serta mengekspor MPV All New Ertiga.

Seiji Itayama, President Director PT SIM, mengungkapkan apresiasinya kepada pemerintah yang mendukung dan memfasilitasi kegiatan ekspor melalui pembangunan pelabuhan berskala besar dan berstandar internasional. “Suatu kehormatan bagi Suzuki dapat terlibat langsung dalam acara soft launching Pelabuhan Patimban di Jawa Barat dengan mengekspor All New Ertiga yang juga diproduksi di Cikarang, Jawa Barat. Tentunya, Suzuki Indonesia akan terus mendukung kebijakan pemerintah dalam upaya memulihkan dan mempercepat laju perekonomian salah satunya melalui sektor otomotif,” ujarnya.

Tercatat sejak Januari hingga November 2020, All New Ertiga menjadi kontributor utama dalam angka ekspor kendaraan penumpang Suzuki. Produk unggulan yang menggunakan komponen lokal hingga lebih dari 85% ini berkontribusi sebesar 44,5% selama Januari hingga November 2020 untuk ekspor Suzuki, baik CBU maupun CKD.

Pelabuhan Patimnan ini dibangun di atas lahan seluas 300 hektar dengan target kapasitas 7 juta peti kemas atau TEUs dan kapasitas car terminal yang dapat menampung 600 ribu unit kendaraan CBU per tahunnya. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) pun mengatakan Pelabuhan Patimban ini akan mendukung industri otomotif, terlebih jika nantinya ada peningkatan ekspor atau kenaikan volume penjualan domestik kendaraan bermotor.

“Saat ini, pengapalan kendaraan masih dilakukan di Pelabuhan Tanjung Priok. Namun, dengan adanya Pelabuhan Patimban sebagai pelabuhan baru yang jaraknya cukup strategis dengan salah satu pabrik CBU Suzuki di Cikarang, Jawa Barat kami berharap dapat membantu mengoptimalkan kegiatan kami sebagai APM industri otomotif dalam upaya berkontribusi kepada perekonomian nasional melalui ekspor kendaraan bermotor,” tutup Itayama. (Raju)

Baca juga: Tiga Pabrikan Otomotif Ekspor Perdana 140 Mobil Melalui Pelabuhan Patimban