• Wishlist

Uang Muka Kredit Dinaikkan, Begini Siasat Mitsubishi

Uang Muka Kredit Dinaikkan, Begini Siasat Mitsubishi

Adanya kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), mempengaruhi perusahaan pembiayaan kendaraan. Mereka memperketat penerimaan kredit. Lantaran banyak kalangan kesulitan mendapatkan penghasilan, sehingga tak mampu melakukan pembayaran cicilan. Tentunya kondisi ini turut mempengaruhi penjualan pabrikan mobil. Salah satunya Mitsubishi Indonesia.


Produsen mobil ini mengaku memang tengah kesulitan menjual produknya pada 2020. Tren itu sudah dimulai sejak awal tahun, ketika bencana banjir melanda banyak daerah di Indonesia. Hal itu membuat demand kendaraan turun. Berlanjut sampai akhirnya muncul COVID-19. Perhatian konsumen teralihkan ke kebutuhan pokok, ketimbang membeli kendaraan.


Brand Jepang ini memaklumi langkah perusahaan pembiayaan dalam memperketat pengajuan kredit, sebagai upaya mencegah lonjakan kredit macet (Non-Performing Loan/NPL). Sebagai informasi, salah satu caranya yakni menaikkan uang muka kredit, yang biasanya kisaran 20 persen, kini bahkan mencapai 40 persen.


Baca Juga: Mitsubishi Outlander PHEV Bantu PMI Mencegah Penyebaran (Coronavirus) COVID-19


Tentunya bakal memberat sebagian pelanggan. Padahal down payment menjadi salah satu daya tarik yang disuguhkan pabrikan dan leasing, guna meningkatkan performa pembelian unit oleh masyarakat. Karena itu, Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) terus menyiapkan siasat.


“Strategi saat ini kami lebih banyak komunikasi dengan pihak leasing. Tak bisa dipungkiri, selama COVID-19 ada segmen yang turun. Tapi ada juga yang positif terkait bisnis. Artinya masih ada konsumen tertentu yang kondisinya baik. Komunikasi ini untuk memberitahukan pihak leasing untuk memberikan pembiayaan ke mereka,” jelas Budi D Daulay, Deputy Group Head Sales Area MMKSI.


Ia pun mencontohkan konsumen di bidang kesehatan. Tak hanya tenaga medis yang bekerja tanpa kenal lelah menjadi garda terdepan penanganan COVID-19, tapi juga pengusaha dan pendukung. Seperti pabrikan pembuat obat-obatan, masker dan perangkat lainnya. Selain itu sektor telekomunikasi yang saat ini terdongkrak karena imbauan kerja atau beraktivitas di rumah. Masyarakat mengandalkan teknologi komunikasi untuk menghabiskan waktu, termasuk dalam berbisnis.


“Segmen transportasi atau kurir juga. Makanya kita perlu banyak menyiapkan alternatif atau opsi pembiayaan yang bisa disesuaikan tingkat kebutuhan atau kemampuan konsumen. Guna menarik minat konsumen,” tambah M. Arwani, Deputy Group Head Sales & marketing Planning & Operation Dept. MMKSI.


Seperti diketahui, Mitsubishi sendiri tengah menjalankan program apresiasi untuk tenaga medis. Mereka dapat membeli unit Xpander atau Xpander Cross baru dengan keuntungan berupa uang muka 20 persen, dan mendapat asuransi 2 tahun cuma-cuma. Ini masih ditambah pilihan Smart Cash berisikan bunga 0% selama 1 tahun, gratis asuransi dan biaya admin. Atau cicilan ringan mulai Rp 3 juta dan bunga 0% sampai 2 tahun. (Hfd/Odi)


Baca Juga: Mitsubishi Indonesia Beri Perpanjangan Garansi dan Servis Gratis Selama Masa COVID-19