Ferrari Rilis 12Cilindri Manuale, Kembalinya Sensasi Girboks Manual Klasik Berteknologi Pintar
Menawarkan kesenangan berkendara murni, hanya diproduksi terbatas 1.499 unit
Setelah merilis Luce yang kontroversial, Ferrari membuktikan kalau spirit aslinya tetap ada. Pabrikan asal Maranello mengguncang panggung otomotif global lewat peluncuran model istimewa. Mengusung nama Ferrari 12Cilindri Manuale, mobil edisi terbatas menawarkan fokus utama pada ikatan emosional berkendara murni antara pengemudi bersama kendaraan. Palagi kalau bukan transmisi manual.
KEY TAKEAWAYS
Berapa unit total volume produksi global Ferrari 12Cilindri Manuale?
Pabrikan membatasi volume produksi global model istimewa berjumlah hanya 1.499 unit eksklusifBerapa keluaran output performa mesin V12 milik Ferrari 12Cilindri Manuale?
Jantung pacu sanggup memproduksi tenaga maksimal 830 PS serta letupan torsi melimpah mencapai 678 NmKehadiran varian istimewa menandai kembalinya model bermesin V12 berkonfigurasi tuas transmisi manual sejak era 599 GTB. Sekaligus menjadi mobil manual pertama dari Maranello pasca-penghentian produksi California bermesin naturally-aspirated pada musim 2013 silam.
Foto: FerrariFerrari memproduksi 12Cilindri Manuale secara eksklusif sebanyak 1.499 unit saja di seluruh dunia. Laporan internal menyebutkan seluruh kuota produksi sudah habis terpesan konsumen loyal pabrikan logo kuda jingkrak. Langkah pengembangan varian manual memperlihatkan ambisi besar jenama Italia memuaskan hasrat purist otomotif tanpa mengorbankan performa monster dari mesin mekanis bawaan pabrik.
Transmisi By-Wire Berbasis DCT
Bila diteliti lebih dalam, sistem penyalur tenaga 12Cilindri Manuale menyimpan keunikan tersendiri. Ferrari memilih jalur rekayasa berbeda dibanding kompetitor sekelas Porsche 911 GT3. Alih-alih merancang total girboks mekanis baru, teknisi Maranello tetap mempertahankan unit transmisi kopling ganda 8-percepatan (DCT) bawaan standar. Keputusan ini membuat mobil sanggup mempertahankan daya fantastis sebesar 830 PS di putaran mesin 9.250 rpm serta letupan torsi melimpah 678 Nm di putaran 7.250 rpm.
Foto: FerrariSistem pengoperasian gigi mengandalkan mekanisme by-wire. Konsol tengah dibekali tuas persneling aluminium model open-gat klasik. Tuas terhubung menuju blok baja guna mempermudah posisi netral secara presisi. Pabrikan menanamkan perangkat solenoid penyuplai umpan balik fisik sekaligus berfungsi selaku pengunci elektronik. Sistem proteksi pintar bekerja aktif mencegah pengemudi menurunkan posisi gigi terlalu rendah guna menghindari kerusakan fatal di mesin 12-silinder.
Sensasi Otentik Kopling Manual
Komponen pedal kopling terhubung langsung ke silinder drum preloaded system. Bertugas menyajikan impresi berat atau ringan injakan kaki secara natural. Sinyal sensor dari tuas persneling serta pedal kopling dikirim langsung menuju unit komputer pemroses transmisi guna mengatur gesekan kopling ganda.
Tuas manual memegang kendali atas enam percepatan sistem DCT. Di lain sisi, ketersediaan deretan tombol konsol tengah mengembalikan fungsi mobil menjadi transmisi otomatis 8-percepatan. Pengaktifan mode manual berjalan instan. Pengemudi cukup menginjak pedal kopling sampai pola diagram H di kepala tuas berubah pendaran warna dari putih menjadi amber.
Foto: FerrariDeteksi sensor presisi tinggi membaca intensitas injakan kopling secara akurat. Membuat pengemudi bebas melakukan teknik berkendara agresif mulai dari heel-and-toe hingga melepas kopling secara mendadak saat start (clutch dump). Bahkan, mobil dikalibrasi dapat mengalami mati mesin (stall) layaknya mobil manual tulen jika pengemudi teledor melepas pedal kopling secara serampangan sewaktu mulai melaju.
Selain kecanggihan sektor penyaluran daya, performa akselerasi Ferrari 12Cilindri Manuale tetap menggetarkan adrenalin. Kecepatan dari diam menuju 100 km/jam tuntas dalam waktu 2,9 detik, sebelum melesat konstan menembus angka 340 km/jam. Kendali stabilitas mobil ditopang rangkaian fitur elektronik mutakhir mulai dari Side Slip Control (SSC) versi 8.0, sistem pengereman bertenaga elektronik brake-by-wire terintegrasi ABS Evo, diferensial pengunci elektronik, serta peranti asisten berkendara Ferrari Dynamic Enhancer (FDE) generasi 2.0.
Konsep perkawinan girboks otomatis bersama tuas pemindah manual bukan hal baru di jagat raya otomotif. Produsen hypercar Swedia, Koenigsegg, mengawalinya lewat model ikonik CC850 pada musim 2022 silam. Toyota terpantau ikut melakukan eksperimen konsep serupa berbasis mobil listrik Lexus UX300e. Bedanya, Ferrari meniadakan paddle shifters di 12Cilindri Manuale. Pengemudi terikat opsi pemindahan posisi gigi secara manual demi menikmati berkendara yang sebenarnya. (ODI)
Baca Juga:
Ferrari Luce EV Mengaspal di Tiongkok, Harga Rp10 Miliar dan Langsung Ludes 88 Unit
Ferrari Amalfi Meluncur di Asia Tenggara, Bawa Nafas Baru La Nuova Dolce Vita
Jual mobil anda dengan harga terbaik
Pembeli asli yang terverifikasi
-
Jelajahi Ferrari 12Cilindri
Cerita Terkait Ferrari 12Cilindri
- Review Redaksi
Model Mobil Ferrari
Jangan lewatkan
IIMS 2026
Tren & Pembaruan Terbaru
- Terbaru
- Populer
Anda mungkin juga tertarik
- Berita
- Artikel feature
Mobil Unggulan Ferrari
- Terbaru
- Populer
Bandingkan & Rekomendasi
Ferrari 12Cilindri
Tulis Review
|
|
|
|
|
|
Jenis Bahan Bakar
Bensin
|
Bensin
|
Bensin
|
Bensin
|
Bensin
|
|
Mesin
6496
|
1984
|
5204
|
3799
|
3799
|
|
Tenaga
818
|
306
|
532
|
641
|
727
|
|
Torsi
678 Nm
|
380 Nm
|
540 Nm
|
678 Nm
|
900 Nm
|
|
Tempat Duduk
2
|
4
|
2
|
2
|
2
|
|
Jenis Transmisi
Dual Clutch
|
Otomatis
|
Otomatis
|
Otomatis
|
Otomatis
|
|
Ground Clearance
-
|
-
|
-
|
100 mm
|
119 mm
|
|
|
Tren Coupe
- Terbaru
- Populer
Artikel Mobil Ferrari 12Cilindri dari Carvaganza
Artikel Mobil Ferrari 12Cilindri dari Zigwheels
- Motovaganza
- Tips
- Review
- Artikel Feature