• Wishlist

Akhirnya, Pelaku Pertama Skandal Diesel VW Mengaku

Akhirnya, Pelaku Pertama Skandal Diesel VW Mengaku

Skandal Dieselgate, yakni penyimpangan yang dilakukan Volkswagen untuk mengakali uji emisi, akhirnya berhasil mengungkap dengan resmi satu pelakunya. Di hadapan Pengadilan Federal, di Detroit, Amerika Serikat, James Liang, insinyur VW asal Jerman mengaku bersalah.

Dalam kasus Dieselgate, James Robert Liang, pria berumur 62 tahun yang sudah bekerja lebih dari 30 tahun di Volkswagen mengaku bersalah dan menghadapi dakwaan hukuman 5 tahun kurungan di Penjara Federal. James menjadi orang pertama dari seluruh organisasi VW yang menghadapi tuntutan kriminal dalam Dieselgate.

Kasus ini sebelumnya melibatkan lebih dari 500.000 kendaraan merek VW yang dipasangkan perangkat lunak (software) untuk mengakali nilai uji emisi yang menjadi regulasi Amerika Serikat. Padahal mobil yang diakali ditemukan memiliki polusi 40 kali dari batasan polusi emisi yang diharuskan.

Liang mengaku bersalah dan siap bekerjasama untuk mengungkap kasus ini dalam investigasi. Atas kerjasamanya tersebut, ia hanya diharuskan membayar US$ 250 ribu atau sekitar Rp 3,2 milliar. “Volkswagen terus bekerjasama dengan Department of Justice Amerika Serikat. Kami tak dapat berkomentar akan dakwaan ini,” ujar Juru Bicara Volkswagen, jeannine Ginivan, seperti dilansir CNN (9/9).

Liang mengakui kesalahannya dalam skandal dieselgate VW

Berdasarkan dokumen yang diungkap di pengadilan, Liang, yang merupakan warga negara Jerman, membantu mengembangkan ‘teknologi mesin diesel rendah emisi’ untuk VW saat bekerja di Jerman. Dia dan rekan-rekannya menyadari bahwa mereka tidak dapat membuat mesin yang bisa menembus standar emisi Amerika Serikat. Karena itulah mereka merancang dan membenamkan perangkat lunak untuk mengakali pengujian.

Tahun 2008, Liang pindah ke Amerika Serikat untuk membantu VW dalam mendapatkan persetujuan dari pemerintah setempat terkait regulasi mesin diesel. Diapun menghadiri pertemuan-pertemuan dengan pihak terkait regulasi lingkungan dan menjawab pertanyaan mengenai hasil pengujian emisi di mesinnya.

Namun, walaupun ia mengetahui mesinnya tidak bisa lolos uji emisi, ia tetap melakukan kebohongan ini. Karenanya, meski telah menjalani dakwaan hukuman penjara, James Liang juga ditunggu oleh hukuman deportasi setelah masa kurungannya selesai.

Meski James Liang telah mengaku, secara perusahaan, Volkswagen tetap akan menghadapi tuntutan dari pemerintah Amerika Serikat. Tuntutan yang dikeluarkan Jaksa Agung New York dan Massachussets adalah ‘Penipuan Besar-besaran’ atas pelanggaran peraturan lingkungan. Tuntutan inipun akan melibatkan lebih banyak lagi terdakwa seperti Liang, termasuk di jajaran pimpinan.

Sayangnya, pihak VW berdalih bahwa para pimpinan mereka tidak terlibat lantaran tak mengetahui sama sekali mengenai kasus ini. Menurut mereka, hal ini hanya dilakukan oleh pekerja di level bawah.

Selain menyerahkan James Liang, VW masih harus membayar US $15,3 miliar atau sekitar Rp 201 Trilliun sebagai ganti rugi bagi masyarakat yang sudah membeli mobil diesel VW di Amerika Serikat, termasuk membeli kembali mobil-mobil yang sudah dijualnya.

Baca Juga: Skandal VW juga berdampak pada tiga pabrikan Jepang

Foto: Motorpasion.com

    • Overview
    • Tentang Kami
    • Kontak Kami
    • Others
    • Kebijakan Privasi
    • S&K
    • Dapatkan di Google Play
    • Tersedia di App Store