Mitsubishi Pajero Disuntik Mati, Begini Perkembangan Hidupnya

Mitsubishi Pajero Disuntik Mati, Begini Perkembangan Hidupnya

Keadaan tampaknya membuat Mitsubishi harus rela menghilangkan eksistensi model legendaris. Setelah Lancer Evolution pamit beberapa tahun silam, satu nameplate SUV bersejarah kemungkinan besar bakal undur diri tak lama lagi. Siapa lagi kalau bukan Pajero, konon keberadaannya tuntas tahun depan.

Dikabarkan bahwa Mitsubishi Motor Corporation (MMC) bakal segera mengumumkan penutupan pabrik di Sakahogi, Perfektur Gifu, Jepang. Melansir Just Auto, di pabrik itulah sang SUV besar diproduksi oleh subsidier Pajero Manufacturing Company. Bersamaan juga dengan Outlander dan Delica. Menurunnya output produksi membuat fasilitas ini tidak mampu menghasilkan keuntungan. Itu menjadi alasan utama mengapa MMC bakal menutup pintu pabrik.

Meski belum dikonfirmasi secara resmi, berakhirnya operasional turut berdampak pada suntik mati Pajero. Kompetitor Toyota Land Cruiser ini diekspektasikan tutup usia pada 2021. Sangat disayangkan pabrikan Tiga Berlian harus kehilangan nama-nama ikonik demi kelangsungan hidup. Ya, intinya adalah meningkatkan profit dengan mengurangi bisnis yang kurang menguntungkan.

Jika benar demikian, Pajero berjasa besar dalam eksistensi Mitsubishi. Selain menjadi leluhur SUV modern, ia bisa jadi menyelamatkan nyawa perusahaan.

Baca Juga: Kisah Perjalanan Evolusi Toyota Yaris, dari MPV, Sedan sampai Crossover

Awal Mula

Pajero Concept 1973

Cerita Pajero bermula jauh sebelum generasi pertama mendebut. Bahkan sebelum singkatan SUV lazim didengar. Saat itu Mitsubishi berencana menciptakan mobil rekreasi pesaing Nissan Patrol dan Toyota Land Cruiser. Tepatnya pada 1973, Pajero Concept berkenalan dalam gelaran Tokyo Motor Show. Basisnya merupakan Mitsubishi Jeep J-Series – merupakan Jeep Willys asal Jepang – dengan dandanan ekstra.

Belum mulai juga karena Mitsubishi melahirkan konsep lebih modern: Pajero Concept II (1979). Di titik ini, ciri orisinal Pajero versi produksi mulai tampak. Tubuhnya mengotak, mengadopsi clamshell bonnet, dan beratap terbuka. Transisi dari Concept II pun dijalankan dengan mulus dan tidak jauh berbeda.

1982-1991 NA-NG Series

Pajero 1st gen

Waktu pertama dikenalkan, Pajero mengusung ciri tak jauh dari ide konsep. Kental dengan elemen mengotak sebagai ciri khas rancangan era 80-an. Lampu diterjemahkan sebagai set lingkaran, disudahi tumpukan sein dan lampu parkir menjalar ke fender. Sontak desain mata ini menjadi ciri khas Pajero selama ia berevolusi.

Awal berkenalan, Pajero mengenakan baju short wheelbase (SWB) berpintu tiga. Dibangun mengusung nuansa basic nan tangguh. Ada dua pilihan atap tersedia: kanvas sebagian atau hard top. Nah, baru pada 1983 versi panjang datang menyapa. Yang pasti identitas khas SUV Mitsubishi ini melekat sejak awal mengaspal. Ialah set indikator di tengah dasbor, menampilkan jiwa petualang lewat inclinometer (kemiringan mobil), altimeter (ketinggian medan), dan kompas.

1991 - 2008 NJ-NH Series

Pajero 2nd gen

Berganti generasi, Pajero seakan naik kelas. Dari luar mudah digambarkan lewat sudut lembut tanpa melengserkan nuansa tangguh. Fender flare melar bikin kuda-kuda terlihat lebih stabil di berbagai permukaan. Mitsubishi menggeser pandangan SUV ladder frame kasar agar lebih berwibawa di jalan raya. Sama halnya dalam kabin, dirancang nyaman sehingga versi pendahulu terlihat kurang manusiawi. Sedikit bersolek metropolitan bukan berarti jadi lebih payah. Super Select 4WD tersemat di generasi ini. Sistem canggih memungkinkan opsi penggerak 2H, 4H (High-Range), dan 4L (Low Range) berikut pengunci diferensial tengah agar tenaga tersalur rata ke depan dan belakang (4HLc & 4LLc).

Untuk versi awal ini mungkin sebagian dari Anda cukup familiar karena sempat meramaikan jalan raya era 90-an. Memikat, bahkan ada karoseri membuat Isuzu Panther rasa SUV kelas atas Mitsubishi. Masih di generasi kedua, di luaran sana terdapat model facelift bergaya agresif. Di Filipina dikenal dengan ‘Fieldmaster’. Revisi desain meningkatkan kesan dinamis melalui rombakan wajah dan sepatbor melar terintegrasi panel.

Baca Juga: Asal Muasal BMW 3-Series Touring, Keinginan Seorang Ayah Membawa Keluarga Berlibur

2000-2007 CK Series

Pajero 3rd gen

Definisi SUV kian berkembang melewati pergantian millenium. Yang tadinya mengutamakan sisi utilitarian, jadi wajib punya jiwa premium sekaligus menekankan kenyamanan. Begitu pula langkah evolusi memasuki generasi ketiga CK Series. Kualitas dan dinamisme berkendara kian ditonjolkan namun kemampuan mendasar menerjang medan berat tetap bertahan.

Ubahan rancangan memang terkesan main aman. Pergantian gaya mengikuti garis besar desain versi lama, hanya saja disempurnakan demi mengikuti perkembangan zaman. Kendati begitu, struktur pembangun Pajero benar-benar baru, mengadopsi platform unibody. Sama halnya urusan kaki-kaki, live axle diganti set independen untuk keempat roda. Selain nyaman, diklaim menghadirkan artikulasi lebih bebas di permukaan tak beraturan.

2007 BK Series

Pajero 4th gen

Sampailah di generasi terakhir Pajero full size alias bukan Pajero Sport. Lahir 2007, merupakan salah satu mobil masa kini dengan siklus hidup paling panjang. Bayangkan platform BK sudah eksis selama 13 tahun. Offroader ini pun sudah disuntik mati duluan di Jepang, ditunjukkan oleh kelahiran Final Edition pada 2019.

Kiprahnya di Dunia Motorsport

Arena kompetisi seringkali menjadi ajang bagi pabrikan memamerkan kehebatan. Tak terkecuali Pajero sebagai ikon SUV tangguh lansiran Tiga Berlian. Reli Dakar disasar untuk membuktikan seberapa hebat kekuatan mekanikal dan durabilitas. Bukan sekadar ikutan, Mitsubishi Pajero terbukti sebagai salah satu kontestan paling sukses.

Kemenangan demi kemenangan sanggup ditorehkan sejak awal memimpin pada 1985. Empat kali posisi puncak diduduki pada 1990an, dilanjut dengan tujuh kali berturut-turut pada 2000-an. Ya, hal ini jelas menunjukkan kehebatan dari basis pembangun melibas kerasnya medan yang dilalui. Disayangkan semua evolusi dan prestasi akan menjadi kenangan manis saja tanpa penerus langsung dari Pajero ‘asli’. (Krm/Odi)

Baca Juga: Kisah Perjalanan Peugeot dalam Dunia Elektrifikasi

      • Overview
      • Tentang Kami
      • Kontak Kami
      • Others
      • Kebijakan Privasi
      • S&K
      • Dapatkan di Google Play
      • Tersedia di App Store