Pabrikan Mobil Hyundai Mulai Tancap Gas November di Indonesia

Pabrikan Mobil Hyundai Mulai Tancap Gas November di Indonesia

Pabrikan mobil Hyundai sudah semakin mantap untuk menancapkan kukunya di Indonesia. Seperti diketahui, mereka sedang membuat pabrik di kawasan Delta Mas, Cikarang, Jawa Barat. Pendirian pabrik brand asal Korea Selatan itu merupakan bentuk keseriusan Hyundai untuk berinvestasi di sini.


Demikian penuturan Lee Kang-Hyun, Vice President Hyundai Motor Asia Pacific, dalam acara Industri Roundtable Virtual yang diselenggarakan live streaming via Zoom. Acara ini diselenggarakan oleh Jakarta CMO Club dan Markplus Inc. hari Jumat (18/05).


Lee mengatakan bahwa Hyundai sudah memutuskan mendirikan tiga perusahaan di Indonesia. Yang pertama adalah, Hyundai telah memindahkan kantor pusat Asia ke Jakarta, dari yang tadinya berlokasi Malaysia. Dua perusahaan lainnya adalah Hyundai Motor Manufacturing Indonesia dan Hyundai Motors Indonesia. “Saya sendiri (sebagai VP Hyundai Motor Asia Pacific) belong to Asia Headquarter,” kata Lee.


Baca Juga: Hyundai Bikin Tes Cepat COVID-19 Drive-Thru di Bekasi


“Jadi sudah lengkap semuanya persiapan Hyundai untuk masuk ke pasar Indonesia,” ujar Lee. “Hyundai sedang membangun pabrik di Delta Mas. Meskipun sedang terjadi pandemi COVID-19, pembangunan tetap berjalan atas seizin pemerintah Indonesia dan tentunya dengan menerapkan prosedur COVID-19 di dalam pembangunannya,” tambah Lee.


Hyundai Ioniq retail pakai lampu LED


Rasa optimis begitu tinggi terkait pembangunan akan selesai yang dijadwalkan selesai akhir tahun, disusul mulai bisa jualan mobil Hyundai made in Indonesia. Lee menambahkan, pabrik yang dipersiapkan tidak hanya untuk memproduksi electric vehicle, melainkan juga mobil mesin konvensional. “Mobil yang diproduksi adalah SUV, MPV, sedan plus electric vehicle,” tambahnya.


Menurutnya, Hyundai merupakan produsen kendaraan listrik terkemuka di dunia. Bahkan sudah mengembangkan kendaraan bermesin hidrogen. “Untuk di Indonesia sendiri, Hyundai sudah punya mobil yang dimaksud. Perusahaan taksi Blue Bird juga sudah memiliki rencana untuk mengoperasikan electric vehicle buatan Hyundai sebagai salah satu armada andalan mereka.


Ia mengimbuhkan, dibanding kendaraan elektrik buatan Amerika, mobil listrik Hyundai memiliki harga jauh lebih kompetitif dengan kualitas sangat baik. Oleh karena itu, tak heran jika mobil listrik Hyundai disukai oleh konsumen mancanegara. Sebagai pabrikan, Hyundai Motors Indonesia masih belum melakukan penjualan karena pabrik masih dibangun. Namun dari penjualan model yang sudah dilakukan selama ini, Hyundai sedikit terkena efek COVID-19 yang menyebabkan penjualan tersendat.


Harapannya, kondisi perekonomian yang disebabkan pandemi bisa segera mereda sehingga dampak dari kejadian ini bisa berkurang bagi semua sektor, tidak industri otomotif saja. “Investasi Korea lainnya seperti tekstil dan sepatu ikut terkena dampak. Tapi saya yang juga sebagai ketua KADIN Korsel mendorong para pengusaha Korsel untuk tidak melakukan PHK dan membayarkan THR. Kami meminta mereka untuk menahan rencana PHK sampai kondisi membaik,” imbuhnya seraya menutup diskusi. (Eka)


Baca Juga: Hyundai dan Grab Siapkan Ioniq Electric Jadi Angkutan Tenaga Medis

      • Overview
      • Tentang Kami
      • Kontak Kami
      • Others
      • Kebijakan Privasi
      • S&K
      • Dapatkan di Google Play
      • Tersedia di App Store