First Impression Mazda 6e Fastback: Kembalinya Ikon Mazda di Era Elektrifikasi
Bodi Fastback jadi sorotan, tuning Mazda tetap menjanjikan
Panggung Singapore Motorshow 2026 menjadi saksi kembalinya Mazda6. Namun, kali ini ia datang dengan identitas baru yang lebih futuristik, Mazda 6e Fastback. Melalui debut regionalnya di Asia Tenggara, Mazda tidak hanya sekadar memamerkan mobil listrik, tetapi juga mengirimkan pesan bahwa gairah berkendara (driving pleasure) tetap bisa eksis di era elektrifikasi.
KEY TAKEAWAYS
Apakah Mazda 6e sama dengan Mazda EZ-6?
Ya, secara basis platform sama, namun Mazda 6e adalah nama internasional dengan tuning suspensi dan handling standar global MazdaBerapa jarak tempuh maksimalnya?
Sekitar 545 km dalam kondisi baterai penuh.Oto.com berkesempatan melihat langsung unit ini di Singapura. Sebuah pertemuan yang menjawab rasa penasaran publik setelah spekulasi panjang mengenai masa depan lini sedan Mazda pasca-discontinuednya Mazda6 bermesin pembakaran internal di beberapa pasar global.
Dari EZ-6 Menuju Global
Sudah bukan rahasia lagi bahwa Mazda 6e memiliki pertalian darah yang sangat erat dengan Mazda EZ-6 yang telah lebih dulu mengaspal di Tiongkok pada akhir 2024. Proyek ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Mazda Motor Corporation dengan Changan Automobile. Namun, jangan salah sangka dan menganggap ini hanyalah sekadar "rebadge".
Mazda 6e dibangun di atas platform EPA1 milik Changan. Tetapnya bersaudara dengan Changan L07. Namun diklaim mendapat sentuhan signifikan dari para insinyur di Hiroshima. Jika di Tiongkok ia menggunakan nama EZ-6, maka nomenklatur Mazda 6e dipilih secara khusus untuk pasar internasional. Pemilihan huruf "e" menegaskan evolusi elektrik dari seri "6" yang ikonik. Menariknya, meskipun platform berasal dari mitra lokal Tiongkok, Mazda mengklaim telah melakukan proses tuning dan validasi ketat agar karakter suspensi, handling, dan respon kemudi tetap memenuhi standar mereka: Jinba Ittai.
Kembalinya Siluet Fastback
Hal pertama yang memikat mata saat memandang Mazda 6e adalah bentuk bodinya. Mazda memutuskan untuk meninggalkan format sedan tiga kotak konvensional dan beralih ke siluet Fastback. Garis atap yang melandai halus dari pilar B hingga ke ujung bagasi memberikan kesan dinamis. Seolah-olah mobil ini sedang bergerak meski dalam posisi diam. Sesuai filosofi bahasa desain Kodo
Kodo: Soul of Motion masih menjadi napas utama. Hanya saja unsur karakter mobil listrik lebih melekat. Terutama bagian wajah didominasi panel tertutup yang menyerupai grille khas Mazda. Dikelilingi oleh ribuan titik lampu LED kecil yang bisa menyala. Lampu utamanya sipit dan tajam, memberikan tatapan intimidatif sekaligus elegan.
Di bagian belakang, lampu LED memanjang horizontal memberikan kesan lebar. Detail kecil seperti active rear spoiler yang bisa naik-turun secara otomatis menambah nilai aerodinamika sekaligus estetika sporty. Desain pelek pun tidak hanya estetis, tapi juga dirancang untuk meminimalkan hambatan angin, krusial bagi sebuah mobil listrik demi menjaga efisiensi baterai.
Kemewahan yang Berpusat di Pengemudi
Masuk ke dalam kabin, nuansa premium langsung menyapa. Mazda 6e berhasil memadukan teknologi modern dengan craftsmanship Jepang yang minimalis namun berkelas. Material soft touch, kulit berkualitas tinggi, serta aksen metalik tersebar di area dasbor dan konsol tengah.
Pusat perhatian utama adalah layar infotainment berukuran besar yang seolah "mengambang" di tengah. Namun, berbeda dengan banyak mobil listrik Tiongkok yang terasa terlalu banyak gimik, Mazda tetap mempertahankan fokus ke pengemudi. Layout kokpit dirancang sedemikian rupa agar semua kontrol mudah dijangkau.
Satu hal yang patut dipuji adalah kualitas joknya. Mazda tetap mempertahankan filosofi penyangga tubuh yang ergonomis untuk memastikan pengemudi tidak cepat lelah saat perjalanan jauh. Namun, ruang kaki dan kepala di baris kedua kurang lega. Dek lantai pun tinggi karena platform EV, sehingga membuat paha penumpang berpostur tinggi terlalu menggantung.
Spesifikasi Teknis
Di balik kulitnya, Mazda 6e menyimpan performa kompetitif. Mobil ini mengusung drivetrain motor tunggal yang menggerakkan roda belakang (RWD), sebuah setup yang menjanjikan karakter berkendara menyenangkan. Motor listrik sanggup memuntahkan tenaga sebesar 190 kW (sekitar 258 PS) dan torsi instan 290 Nm.
Daya tersebut disuplai oleh baterai jenis Lithium Iron Phosphate (LFP) berkapasitas 78 kWh. Dalam pengujian internal, Mazda menyebutkan estimasi jarak tempuh mencapai 545 km dalam kondisi optimal. Angka ini lebih dari cukup untuk penggunaan harian maupun perjalanan antar kota.
Urusan pengisian daya pun tidak main-main. Dengan kemampuan DC Fast Charging hingga 194 kW, mengisi baterai dari 10% ke 80% hanya membutuhkan waktu sekitar 24 menit. Jika Anda sedang terburu-buru, pengisian singkat selama 15 menit sudah cukup untuk menambah jarak tempuh signifikan.
Sebagai Mazda, Mazda 6e juga dibekali dengan paket i-Activsense versi terbaru. Mencakup Advanced Smart City Brake Support, Lane Keep Assist, hingga Adaptive Cruise Control yang bekerja lebih halus berkat sensor radar dan kamera resolusi tinggi. Selain itu, fitur asisten parkir otomatis yang sangat presisi juga menjadi standar di model ini.
Menanti Kedatangan di Indonesia
Saat ini, unit yang dipamerkan di Singapura masih menggunakan konfigurasi setir kiri (LHD) dan direncanakan baru akan mulai dijual di sana pada Juli 2026. Namun, kabar baiknya adalah, Mazda sudah menyiapkan jalur produksi untuk model setir kanan (RHD) demi memenuhi pasar seperti Inggris, Australia, dan tentu saja, Asia Tenggara.
Untuk pasar Indonesia, kehadiran Mazda 6e tampaknya tinggal menunggu waktu. Jika melihat siklus pameran otomotif di tanah air, GIIAS 2026 bisa menjadi panggung yang paling sempurna bagi PT Eurokars Motor Indonesia untuk memperkenalkan sedan elektrik ini secara resmi.
Mazda 6e Fastback seperti membuktikan bahwa transisi ke energi hijau tidak harus membosankan. Ia tetaplah sebuah Mazda yang kita kenal: cantik secara visual, mewah secara rasa, dan semoga menjanjikan keasyikan berkendara. Sepatutnya jadi suksesor yang layak bagi nama besar Mazda6. (ODI)
Baca Juga:
Menjelajah Mazda Museum: Napak Tilas Teknologi, Desain, dan Warisan Rotary
Jual mobil anda dengan harga terbaik
Pembeli asli yang terverifikasi
Model Mobil Mazda
GIIAS 2025
Tren & Pembaruan Terbaru
- Terbaru
- Populer
Anda mungkin juga tertarik
- Berita
- Artikel feature
Mobil Unggulan Mazda
- Terbaru
- Populer
Video Mobil Mazda Terbaru di Oto
Artikel Mobil Mazda dari Carvaganza
Artikel Mobil Mazda dari Zigwheels
- Motovaganza
- Review
- Artikel Feature