7 Fakta Menarik Lamborghini Urus yang Tak Banyak Diketahui

7 Fakta Menarik Lamborghini Urus yang Tak Banyak Diketahui

Kabar kurang enak beredar pekan lalu. Lamborghini mengumumkan penarikan kembali atau recall mobil kategori Sport Utility Vehicle (SUV) perdana mereka, Lamborghini Urus, untuk pasar Amerika Serikat. Kenapa? Menurut dokumen yang diajukan ke National Highway Traffic Safety Administration atau Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional (NHTSA), ada masalah di saluran bahan bakar.

Grup Volkswagen sebagai pemilik brand Lamborghini telah mengetahui masalah ini sejak Juli 2019. Lamborghini yang bermarkas di Italia mengatakan tidak sedikit pengguna menemukan bau kebocoran bahan bakar. Disebutkan bahwa konektor saluran bahan bakar dapat melunak karena suhu ruang mesin lebih tinggi dari batas pengoperasian.

Melansir Autoevolution, tercatat tidak kurang dari 2.831 unit Lamborghini Urus saat ini sedang dalam penarikan di Amerika Serikat. Adapun yang terdampak mulai dari model 2019 hingga 2020 yang diproduksi antara 30 Agustus 2018 hingga 28 Juli 2020.

Okelah kita tidak sedang membicarakan soal itu. Lamborghini Urus merupakan salah satu mobil terunik Lamborghini. Bukan hanya karena ia berjenis Sport Utility Vehicle (SUV) yang belum lazim diproduksi produsen supercar. Ketika meluncur di akhir 2017, bermesin 649 PS twin-turbo V8, mobil yang paling ditunggu ketika itu memiliki sejumlah keunikan dan terobosan tersendiri dibanding Lamborghini lainnya. 

Lamborghini Urus 2019

Lalu apa saja keunikan Lamborghini Urus?

1. Namanya Diambil Dari Nama Nenek Moyang Banteng

Lamborghini biasanya menamakan produknya dengan nama banteng petarung tertentu yang sudah melegenda di arena matador. Ada nama Miura, Aventador dan lainnya. Untuk SUV ini, mereka menamainya dengan nama salah satu spesies banteng yang telah punah. Urus atau Aurochs adalah nenek moyang banteng petarung modern yang ada saat ini.

2. Lamborghini Pertama Dengan Mesin Turbocharged

Urus tidak menggunakan mesin trade mark Lamborghini yaitu naturally aspirated V10 (yang digunakan di model konsepnya) atau mesin V12. Ia dipasangi mesin bertenaga 641 hp yang beradasal dari 4.0 L twin-turbocharged V8. Mesin ini merupakan modifikasi drai Audi 4.0 L V8. Model mesin ini juga digunakan VW Group lainnya seperti Porsche Cayenne dan Panamera, Audi S dan RS, A8, Bentley Continental V8, dan Flying Spur V8.

Banyak inovasi teknologi yang dibenamkan Lamborghini pada mesin Urus. Salah satunya, teknologi turbo yang untuk pertama kalinya dipasang. Tak hanya satu, langsung dua turbo sekaligus. Lebih hebatnya lagi untuk menghemat bensin, Urus dibekali teknologi cylinder deactivation. Empat dari 8-silinder mesinnya bisa dinonaktifkan secara otomatis saat tak dibutuhkan.

Baca juga: 8 Mobil Konsep Porsche yang Akhirnya Dibocorkan ke Publik

Lamborghini Urus 2019 engine

3. Lamborghini Pertama Dengan Active Roll Control

Urus memiliki bodi yang berdimensi lebih tinggi dan bobot yang lebih besar dari Lamborghini lainnya. Tepatnya, panjang 5.113 mm, lebar 2.017 mm, tinggi 1.638 mm dan berat 2.200 kg. Walhasil, mobil ini cenderung condong ke satu sisi tertentu (limbung) saat menikung. Untuk mengantisipasi ini, Lamborghini menyematkan active roll control pada Urus, agar tetap stabil di tikungan. Selain fitur ini, ada beberapa fitur lain seperti adaptive damping, rear-wheel steering yang juga dipakai Aventador dan torque vectoring di gardan belakang untuk meningkatkan kualitas pengendalian Urus.

4. Pelek dan Rem Berukuran Besar

Ukuran pelek standar Urus 21-inci. Tapi kalau ada yang ingin ukuran lebih besar, Lamborghini sediakan opsional 23-inci! Putaran rodanya dihentikan oleh rem carbon ceramic berdiameter 17,3-inci di depan dan 14,5-inci di belakang. Bayangkan, diameter rem depannya saja sudah lebih besar dari diameter pelek Toyota Avanza.

5. SUV Dengan Rasio Tenaga Bobot Terbaik

Selain diklaim sebagai SUV dengan kecepatan maksimum tertinggi saat ini (305 kpj), Urus juga memiliki kemampuan akselerasi 0-100 kpj dalam 3,6 detik. Performa ini dicapai karena memiliki rasio tenaga bobot yang terbaik di kelasnya. Mobil dengan bobot sekitar 2,2 ton ini memiliki tenaga 650 Hp dengan torsi puncak 850 Nm. Kalau dikalkulasi, Urus memiliki rasio tenaga bobot 3,3 kg per tenaga kuda.

Baca juga: Catatan Setengah Abad Mitsubishi Fuso, dari Colt Bagong sampai Truk Listrik

Lamborghini Urus 2019 interior

6. Bisa Melaju Secara Rear-Wheel Drive

Selama bertahun-tahun lamanya supercar Lamborghini selalu memakai penggerak all wheel-drive. Namun kenyataan ini sirna ketika mereka meluncurkan Huracan sebagai penerus Gallardo beberapa tahun lalu. Lamborghini Urus sebetulnya bukan berpenggerak roda belakang seperti Huracan. Urus memakai penggerak 4-roda namun differential mobil ini bisa membagi torsi 40 persen ke roda depan dan 60 persen ke roda belakang. Bahkan rasio ini bisa berubah menjadi 87,5 persen ke roda belakang dalam kondisi tertentu. Terkadang juga memindahkan 70 persen torsi ke roda depan.

7. Struktur Rangka Dari Alumunium dan Baja

Tak seperti mobil super Lamborghini terbaru lain yang memakai struktur rangka dari material serat karbon, Urus menggunakan sasis yang terbuat dari material baja dan alumunium. Memang Lamborghini Huracan yang meluncur sebelum Urus juga tak seluruhnya memakai konstruksi dari serat karbon. Tapi konstruksi rangka Huracan diperkuat serat karbon di beberapa bagian sebagai reinforcement. Urus tidak. (Rzk/Raju)

Baca juga: Perjalanan Panjang Slogan Ikonik yang Mendeskripsikan Esensi BMW

Model Mobil Lamborghini

  • Lamborghini Aventador
    Lamborghini Aventador
  • Lamborghini Huracan
    Lamborghini Huracan
  • Lamborghini Urus
    Lamborghini Urus
Mobil Lamborghini

GIIAS 2021

Anda mungkin juga tertarik

Video Mobil Lamborghini Terbaru di Oto

Oto
Tonton Video Mobil Lamborghini