Tidak Pernah Finish di Mandalika, Marc Marquez Siap Putus Kutukan Akhir Pekan Ini?
Shoei Indonesia menggelar acara meet and greet Marc Marquez di kawasan Senayan
Kemarin OTO.com bertemu Marc Marquez, pembalap Ducati Lenovo Team MotoGP di Fairmont Jakarta. Acara itu digelar oleh Shoei Indonesia sebelum dirinya siap berlaga di Sirkuit Mandalika, pada 9–11 Oktober 2026. Namun yang perlu diketahui, ia belum pernah finish di sirkuit ini sejak balapan diadakan sejak 2022. Dirinya selalu bernasib sial dan akankah bisa memutus kutukan pada saat bertarung nanti?
KEY TAKEAWAYS
Mengapa Marc Marquez belum pernah finish di Mandalika?
Marc mengalami kecelakaan dan masalah teknis sejak MotoGP Indonesia 2022 hingga 2025.Bagaimana modal Marc Marquez menghadapi MotoGP Indonesia 2026?
Marc datang dengan enam kemenangan dalam sembilan ronde terakhir dan feeling berkendara membaik.Namun kondisi berbeda terlihat musim ini. Marc datang ke Mandalika dengan performa impresif. Ia mencatat enam kemenangan dalam sembilan ronde terakhir. Hasil itu membuat peluangnya kembali mengejar gelar Juara Dunia MotoGP kedelapan semakin terbuka. Kini, Mandalika menjadi salah satu tantangan penting dalam rangkaian tur Asia.
“Agak susah bilangnya. Kadang kita start balapan dengan feeling yang kurang baik. Tapi di Mandalika, saat kami ke sini sejak 2021 rasanya bagus saat pengetesan. Tapi saat balapan saya malah kecelakaan, serta ada masalah. Dan ya di sirkuit ini saya betul-betul berjuang. Dan saya berharap punya mentalitas positif, tahun ini semoga bakal berbeda,” terang Marc Marquez.
Marc Marquez Selalu Gagal Finish di Mandalika
Untuk diketahui, Sirkuit Mandalika pertama kali masuk kalender MotoGP pada 2022. Saat itu, Marc Marquez datang sebagai salah satu pembalap yang diperhitungkan. Ia hanya mampu menempati posisi start ke-15 setelah kualifikasi. Masalah kemudian terjadi ketika menjalani sesi warm up sebelum balapan utama. Ia mengalami kecelakaan highside di tikungan 7 dengan cukup keras. Insiden itu langsung mengakhiri kiprahnya di Mandalika. Alhasil harus absen pada GP Indonesia dan seri berikutnya di GP Argentina.
Debut Marc di sirkuit baru itu pun berakhir tanpa kesempatan mengikuti balapan utama. Setahun kemudian, Marc kembali ke Mandalika dengan harapan lebih besar. Namun, hasilnya kembali tidak sesuai harapan. Ia mengalami kecelakaan pada Sabtu dan Minggu. Akhir pekan tersebut pun berakhir tanpa tambahan satu poin pun bagi Marc. Peruntungan mulai berubah pada 2024. Marc berhasil meraih posisi ketiga pada sprint race dan mengamankan tujuh poin. Kecepatannya saat itu menunjukkan potensi besar menghadapi balapan utama. Sayang, masalah teknis memaksanya keluar dari persaingan Grand Prix.
Musim GP 2025 Kembali Berakhir Mengecewakan
Memasuki MotoGP Indonesia 2025, Marc datang dengan kondisi lebih baik. Ia juga berstatus Juara Dunia MotoGP yang baru saja dinobatkan. Marc memulai balapan dari baris ketiga dan mampu finis keenam pada Sprint Race. Hasil itu diraih setelah ia menjalani Long Lap Penalty. Kecepatan Marc saat Sprint memberikan sinyal positif menghadapi Grand Prix. Namun, harapan itu kembali pupus pada lap pertama.
Ia terlibat insiden dengan Marco Bezzecchi dari Aprilia Racing. Kecelakaan tersebut mengakhiri akhir pekan Marc di Mandalika. Nasib buruk itu bahkan berdampak lebih panjang bagi Marc. Insiden tersebut juga mengakhiri musimnya dengan hasil yang sangat disayangkan. Catatan tanpa finis di Mandalika pun berlanjut hingga MotoGP 2025.
Enam Kemenangan Jadi Modal Marc Marquez di Mandalika
Sekarang Marc datang dengan modal berbeda dibandingkan tiga musim sebelumnya. Ia telah mengamankan enam kemenangan dalam sembilan ronde terakhir. Performa itu membuat Marc kembali berada dalam persaingan gelar Juara Dunia MotoGP. Mandalika menjadi kesempatan berikutnya guna memangkas selisih poin di klasemen.
Tekanan tentu tetap ada karena Marc belum pernah menuntaskan balapan di Mandalika. Namun, pembalap asal Cervera itu memilih bersikap realistis. Ia menyadari rekam jejaknya belum mendukung target kemenangan. Performa motor dan kondisi fisiknya menjadi modal penting menghadapi akhir pekan nanti. "Tentu saja, saya belum pernah menuntaskan balapan di sana. Saya memang agak kurang beruntung," tuturnya.
Marc juga mengingat kembali performanya pada sprint race musim lalu. Menurutnya, kecepatan motor sudah cukup baik meski harus menjalani Long Lap Penalty. Kondisi fisiknya kini juga terus membaik setelah beberapa seri sebelumnya. "Tahun lalu di Sprint, saya merasa cukup oke meski sempat terkena Long Lap Penalty, jadi kita lihat saja nanti. Kami perlu memahami apa yang bisa kami lakukan. Namun perlahan kondisi saya membaik dan sejak Aragon, feeling saya saat mengendarai motor terasa sangat bagus," ucap dia lagi.
Mampukah Marc Pecahkan Catatan Buruk?
Race di Mandalika kembali menjadi ujian penting bagi Marc Marquez pada musim 2026. Kecepatan Ducati Lenovo Team sejauh musim ini menjadi modal besar. Begitu pula dengan performa Marc yang sedang berada dalam tren positif. Namun, balapan tetap menyimpan banyak faktor yang tidak bisa diprediksi.
Jika berhasil finis, Marc setidaknya mampu menghapus satu catatan buruk di Mandalika. Kemenangan tentu menjadi hasil paling sempurna bagi pembalap bernomor #93 itu. Selain mengejar gelar dunia kedelapan, Marc juga berpeluang menciptakan catatan baru dalam kariernya. Jawabannya akan terlihat sepanjang rangkaian MotoGP Indonesia pada 9–11 Oktober 2026. (ALX)
Baca Juga:
Strategi Motul Jadikan MotoGP Sebagai Laboratorium Pengembangan Pelumas
Luca Marini Ungkap Kunci Persiapan Jelang MotoGP Mandalika 2026
Model Motor Ducati
IIMS 2026
Tren & Pembaruan Terbaru
- Terbaru
- Populer
Anda mungkin juga tertarik
- Berita
- Artikel feature
Motor Unggulan Ducati
- Populer
Video Motor Ducati Terbaru di Oto
Artikel Motor Ducati dari Zigwheels
- Motovaganza