Lamborghini Berencana Ciptakan Sedan Listrik Empat Penumpang

Lamborghini Berencana Ciptakan Sedan Listrik Empat Penumpang

Beredar kabar, Lamborghini menyiapkan line up anyar 2025 mendatang. Model baru ini, terinspirasi dari konsep Estoque yang dikenalkan sebelas tahun lalu. Artinya, ia memiliki konfigurasi bangku 2+2 bergaya Grand Tourer. Hal yang membuatnya menarik, kemungkinan disematkannya jantung pacu inkonvensional.

Melansir dari Autocar UK, Lamborghini tengah mempertimbangkan line up ke-4 nya. Melengkapi dua supercar dan satu SUV yang beredar lebih dulu. Model ini dikembangkan sebagai EV pertama Lamborghini. ”kalau melihat masa pengembangan untuk model ke-4 ini, ada potensi menjadi waktu yang tepat bagi sebuah mobil listrik,” komentar Chief Technical Officer Lamborghini Maurizio Reggiani.

Grand Tourer ini, memanfaatkan platform EV dari Grup VW. Paling mungkin berasal dari pengembangan PPE Architecture, yang membangun Porsche Taycan dan Audi E-Tron GT. Langkah ini mengurangi biaya pengembangan, tanpa perlu mengompromikan kapabilitas sebuah Lamborghini.

Dalam artikel Reggiani mengungkap, model ini sedikit berbeda. Untuk sekarang, diharapkan setidaknya sanggup menempuh 350 km. Tentu performa tetap menjadi aspek penting, hanya saja tak dibuat sekencang lini super-sport car mereka. Hubungan dilematis antara daya jangkau dan performa, mungkin terjawab seiring berkembangnya teknologi EV.

Nampaknya bukan kali pertama pabrikan asal Sant’Agatha ini bermain-main dengan motor listrik. Sebelumnya, mereka pernah menyelipkan motor listrik di V12 Aventador untuk disematkan pada model terbatas: Sian FKP 37.

Pada Sian FKP 37, Unit V12 berkubikasi 6.5L dipadukan dengan motor listrik 48V yang terintegrasi dalam girboks. Mobil hybrid pertama Lamborghini, menghasilkan output 808 hp. Sistem pengereman regenerasi, mengisi gudang penyimpanan daya. Ia tidak menggunakan baterai Li-ion pada umumnya, melainkan memanfaatkan supercapacitor. Teknologi regenerasi dan supercapacitor ini bisa saja dipakai di ‘sedan’-nya Lamborghini.

Soal desain, disebutkan tetap merefleksikan guratan agresif ala Lamborghini. Hanya karena kodratnya sebagai cruiser, pengadaptasiannya lebih dewasa. Secara kemiripan, bahasa desain Urus-lah yang paling dekat ketimbang Aventador atau Huracan. Gaya Estoque juga disebut-sebut memengaruhi lekuk tubuhnya walau konsepnya sudah berumur 11 tahun.

Agar dapat menyapa pasar pada 2025, setidaknya pengerjaan EV ini sudah harus dimulai semenjak 2021. Realisasinya pun bergantung pada nasib Urus. Pasalnya, 60 persen dari pundi-pundi uang yang dimiliki berasal dari Super SUV ini. Tugasnya sebagai cash cow membantu menciptakan keamanan finansial Lamborghini dalam mengembangkan model lain yang fenomenal. (Krm/Odi)

Sumber: Autocar

Baca Juga: Hanya Karena Stiker, Lamborghini Urus Kena Recall

      • Overview
      • Tentang Kami
      • Kontak Kami
      • Others
      • Kebijakan Privasi
      • S&K
      • Dapatkan di Google Play
      • Tersedia di App Store