Ide Gile Mantan Insinyur Ford, 1 Silinder 1 Turbo

Ide Gile Mantan Insinyur Ford, 1 Silinder 1 Turbo

Mengecilkan kapasitas mesin memang menjadi solusi untuk menghemat konsumsi bahan bakar. Lihat saja Honda CR-V, dari mesin 2,4 liter, kini hanya 1,5 liter dengan tambahan turbocharger. Jim Clarke, mantan insinyur Ford pun menggelontorkan ide yang lebih radikal. Yakni memasangkan turbo untuk setiap silinder.

Seperti kita tahu, aplikasi turbo memang sukses untuk menghasilkan tenaga lebih pada mesin dengan kubikasi ringkas. Beragam teknologi pun sudah diciptakan berdasar pada basis itu. Sebut saja turbin dengan variasi geometri (VGT), hingga kompresor bertenaga elektrik berkembang dari sana. Bahkan dua buah turbo juga sudah digunakan oleh pabrikan untuk mobil performa tingginya.

1 silinder 1 turbo

Disebut Car and Driver, Clarke memang belum mencipta prototipnya. Namun teorinya beserta 27 konsep unik pendukung rancangan ini sudah dipatenkannya.

Salah satu elemen penting dalam rancangannya adalah “Sinergi turbo dan induksi.” Konsepnya adalah menempatkan sistem induksi tercanggih, caranya? Dua buah throttle di setiap silindernya.

Konsep yang gila ini memungkinkan silinder terisi udara jauh lebih cepat untuk mencipta kompresi sesingkat mungkin. Hal ini sebelumnya memang kerap jadi problema di mobil turbo yang membutuhkan waktu pengisian udara begitu throttle dibuka. Sistem rancangan Clarke akan memadatkan mixture bensin dan udara dalam waktu instan dan energi yang jauh lebih responsif tercipta.

Di sinilah sistem kedua beraksi, yaitu turbo yang siap menyambut gas buang dari silinder. Caranya adalah menempatkan keong turbo berlokasi sedekat mungkin dengan klep exhaust. Karena turbonya bersifat individual untuk tiap silinder, penempatan keong yang memangkas jarak dengan mesin pun dimungkinkan. Akibat jaraknya dekat, dimensi turbo pun tak perlu terlalu besar. Bahkan menurut Clarke, ini 20% lebih kecil dibanding turbo konvensional. Turbo kecil artinya putaran inersia pun lebih minim, dan kompresor bisa bekerja lebih cepat.

Kedua sistem ini lantas membuat karakter tenaga menjadi lebih responsif dengan minim lag. Ini adalah mimpi jadi nyata bagi para insinyur, soalnya kelemahan turbo hingga saat ini adalah lag atau jeda yang berlebih.

Ide gila ini memang belum direspon oleh pabrikan manapun. Maklum, Clarke masih harus merealisasikan prototipnya terlebih dahulu, hingga ketahuan biaya produksi yang logis. Hal itu cukup masuk akal, soalnya dengan konsep ini, meski mesin mengecil kapasitasnya, namun jumlah komponennya membengkak. Throttle yang biasanya cuma satu permesin, kini ada delapan (mesin 4-silinder), lalu turbo yang umumnya Cuma satu, kini ada empat. Tapi, ide gila ini menarik untuk ditunggu. (VAN/RS)

Baca juga: Ada-Ada Saja, Ford Patenkan Gagang Pintu Anti-Bakteri

Coronavirus

Anda mungkin juga tertarik