Hyundai dan LG Bangun Pabrik Baterai Mobil Listrik di Karawang, Beroperasi Mulai 2024

Hyundai dan LG Bangun Pabrik Baterai Mobil Listrik di Karawang, Beroperasi Mulai 2024

Pembangunan fasilitas pabrik pembuatan baterai kendaraan listrik resmi dimulai, Rabu (15/9/2021) di Karawang New Industry City, Jawa Barat. Pabrik kerjasama Hyundai Motor Group dan LG Energy Solution ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan nota kesepahaman atau MoU dengan pemerintah Indonesia dalam mendirikan joint venture pembangunan pabrik sel baterai kendaraan listrik pada Juli lalu.

Seremonial peletakan batu pertama untuk pembangunan pabrik ini dilakukan oleh Presiden Joko Widodo bersama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, dan Menteri Investasi Bahlil Lahadalia di Karawang New Industry City. Lewat pertemuan virtual, hadir pula Chairman Hyundai Motor Group Euisun Chung, President & CEO Hyundai Mobil, Sung Hwan Cho dan Presiden & CEO LG Energy Solution, Jong-hyun Kim di Korea.

Kehadiran pabrik ini diharapkan dapat membantu Hyundai motor Group fokus pada pengembangan kemampuan untuk menjadi pemimpin global di pasar kendaraan listrik yang menjadi kunci daya saing di masa depan.

Hyundai Baterai Jokowi

“Dimulai dari kehadiran pabrik ini, ekosistem kendaraan listrik akan dapat sukses terbangun di Indonesia seiring dengan pengembangan dari berbagai industri terkait. Lebih jauh lagi, kami berharap Indonesia dapat memainkan peran penting di pasar kendaraan listrik di ASEAN,” ucap Euisun Chung dalam sambutannya.

Jong-hyun Kim mengungkapkan kehadiran pabrik baterai kendaraan listrik ini menandakan langkah besar dalam memulai era baru industri baterai untuk kendaraan listrik di Indonesia.

“Melalui kemitraan ini kita telah selangkah lebih maju dalam membangun rantai pasokan komprehensif kendaraan listrik yang pertama di dunia. LG Energy Solution akan melakukan yang terbaik untuk mengembangkan fasilitas manufaktur sel baterai bersama ini agar menjadi basis utama dalam memenangkan pasar kendaraan listrik global,” ucap Jong-hyun Kim.

Total nilai investasi antara kedua perusahaan Korea Selatan itu mencapai 1,1 Miliar US Dollar, di mana pembagian nilai saham atau kepemilikan sebesar 50 persen untuk masing-masing perusahaan.

Baca juga: Jokowi Apresiasi Pembangunan Pabrik Baterai Kendaraan Listrik Pertama di Indonesia

Hyundai Baterai Jokowi

Penuhi Kebutuhan 150.000 BEV

Pabrik baru ini dibangun di atas sebidang tanah seluas 330.000 meter persegi. Target pembangunan pabrik ini akan selesai pada semester pertama tahun 2023 mendatang.

Soal waktu produksi sel baterai rencananya akan dimulai pada semester awal tahun 2024. Pabrik ini ditargetkan memproduksi 10 GWh sel baterai lithium-ion dengan bahan katoda NCMA (nikel, kobalt, mangan, aluminium) setiap tahunnya. Produksi sebesar itu dapat memenuhi kebutuhan sekitar 150.000 unit BEV.

Ke depannya, produksi diharapkan dapat ditingkatkan kapasitasnya hingga 30 GWh. Ini untuk memenuhi pertumbuhan permintaan BEV di masa yang akan datang.

Produksi baterai ini akan diaplikasikan pada model kendaraan listrik milik Hyundai Motor dan Kia yang dibangun di atas platform khusus BEV dari Hyundai Motor Group yakni Electric-Global Modular Platform (E-GMP). Pabrik baru ini akan membantu Hyundai dan Kia memproduksi kendaraan dengan efisiensi, performa dan keamanan tingkat tinggi dengan cara memasok sel baterai yang dioptimalkan untuk beragam model kendaraan listrik.

Baca juga: Siap Produksi Kendaraan Listrik di Indonesia, Hyundai Minta 4 Hal Ini Kepada Pemerintah

Hyundai Baterai Jokowi

Kedua perusahaan juga berharap untuk mendapatkan pasokan sel baterai kendaraan listrik yang stabil di tahun-tahun mendatang, menyusul permintaan global atas kendaraan listrik yang terus meningkat. Hyundai akan berkontribusi pada peningkatan efisiensi produksi pabrik didukung oleh keahliannya dalam hal manufaktur kendaraan dan kompartemen.

Hyundai juga akan mendukung kerja sama ini untuk memproduksi sel baterai dengan tingkat performa dan keamanan terdepan yang didukung oleh sistem pengelolaan terintegrasi.

Pemerintah Indonesia sendiri akan menawarkan berbagai insentif dan dukungan demi turut mendukung stabilitas dari sisi operasional pabrik tersebut. Kehadiran pabrik ini juga menjadi strategi pemerintah untuk keluar dari jebakan negara pengekspor bahan mentah dan melepaskan ketergantungan dari produk impor yang akhirnya memberikan peningkatan nilai tambah ekonomi yang semakin tinggi.

Indonesia diketahui memiliki cadangan nikel terbesar di dunia. Potensi ini digambarkan dalam tiga sampai empat tahun ke depan menjadikan Indonesia berada di jajaran depan produsen utama produk-produk barang jadi berbasis nikel. (Sta/Raju)

Sumber Foto: Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden

Baca juga: Visi Mobilitas Masa Depan Indonesia, Hyundai Luncurkan Kampanye Sarat Inovasi

Model Mobil Hyundai

  • Hyundai Palisade
    Hyundai Palisade
  • Hyundai Staria
    Hyundai Staria
  • Hyundai Ioniq
    Hyundai Ioniq
  • Hyundai Santa Fe
    Hyundai Santa Fe
  • Hyundai Kona
    Hyundai Kona
  • Hyundai H1
    Hyundai H1
  • Hyundai Kona Electric
    Hyundai Kona Electric
Mobil Hyundai

GIIAS 2021

Anda mungkin juga tertarik

  • Yang Akan Datang

Video Mobil Hyundai Terbaru di Oto

Oto
Tonton Video Mobil Hyundai