Tata Prima 2528 LX 2528K, Targetkan Sektor Pertambangan dan Infrastruktur

Tata Prima 2528 LX 2528K, Targetkan Sektor Pertambangan dan Infrastruktur

PT Tata Motors Distribusi Indonesia (TMDI) memperkenalkan Tata Prima LX 2528K di pameran Gaikindo International Indonesia Auto Show (GIIAS) 2017. Truk besar berpenggerak 6x4 ini berada di kelas heavy duty, yang dirancang untuk digunakan di medan off-road di area pertambangan dan pembangunan infrastruktur.

Banyak hal yang menjadi pemicu Tata meluncurkan truk ini dan optimis meraih pangsa pasar yang belum pernah dicicipinya. Wilda Bachtiar, Commercial Vehicle Marketing Manager PT Tata Motors Distribusi Indonesia (TMDI), menjelaskannya saat diskusi bersama wartawan.

Pemicu utamanya, antara lain, mulai menggeliat kembali sektor pertambangan sejak 2016 lalu. Menurutnya Wilda, semester pertama 2017 menunjukkan peningkatan signifikan dari semester sama tahun lalu. Kemudian target pemerintah yang cukup tinggi di 2018, terutama pada investasi pembangunan infrastruktur. “Keduanya sedang tumbuh dengan pesat, dan tipikal kendaraan yang dibutuhkan ya seperti Prima 2528 ini,” ujarnya.

Prima 2528.k-1 (1280x853)

Sejak pertengahan 2016, pertumbuhan batubara mengalami peningkatan cukup signifikan. Tren harga hampir kembali lagi ke tren tertinggi di 2010, dan kini sudah mendekati seperti harga 2008. “Pada masa-masa itu, penjualan truk cukup besar. Jadi ini merupakan momen yang pas untuk Tata Motors memperkenalkan produk terbarunya.” Kata Wilda.

Harga batubara tidak memicu permintaan truk tanpa produksi yang tinggi. Angka produksi batubara tertinggi terjadi 2011, kemudian menurun di 2014 sampai 2015, yang berdampak penurunan penjualan truk juga. Menurut APBI (Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia), 2016 sudah menunjukkan gelagat yang positif. Efeknya langsung terlihat di penjualan truk 6x4 di semester awal 2017. “Meningkat antara 150%-250%. Itu adalah salah satu indikator yang kita tangkap dan saat yang tepat meluncurkan 2528,” tambah Wilda.

Pemicu lain yang tak kalah penting, saat ini India menjadi tujuan ekspor batubara terbesar mengalahkan Tiongkok dan Jepang. Tata Motors yang berasal dari India juga, memiliki keuntungan besar terutama dalam memanfaatkan jaringan yang dimiliki untuk memasarkan produk mereka.

Tanpa ada jaminan kualitas produk, tentu bakal ditinggalkan konsumennya. Tata Motors sangat memahami itu dan menjamin layanan purnajual kendaraan mereka. Paling utama, masalah Downtime atau masa kendaraan tidak digunakan saat sedang dalam proses servis. Semakin kecil downtime, konsumen semakin senang. Berarti truk memiliki kapabilitas tinggi untuk kondisi ekstrem.

Solusi dari Tata, kendaraan Tata didesain dengan durabilitas tinggi yang hampir semuanya sudah spesifikasi Heavy Duty (HD). Karena pelaku pertambangan sangat jeli soal spesifikasi truk yang dibeli. Bahkan Tata sangat perhatian pada kapabilitas off-road untuk di pertambangan, dengan menerapkan High-Low gear dan undercarriage yang memenuhi klasifikasi HD. Mesin tetap mengandalkan Cummins yang sudah umum digunakan dan terbukti keandalannya. Torsi dihasilkan termasuk terbesar di kelasnya dan dipasangkan dengan transmisi 9-percepatan buatan ZF.

Tata Motors terlihat sangat serius terjun ke pasar 6x4 lewat Prima LX 2528. Truk ini sudah mengalami trial selama 2,5 tahun. Produk yang tampil di GIIAS 2017 sudah dikembangkan spesifik untuk pasar Indonesia. Konsumen mendapat garansi 2 tahun atau 100 ribu kilometer. Lebih banyak dibandingkan pesaingnya yang rata-rata hanya memberi jaminan 1 tahun atau 50 ribu km. “Intinya kita menginginkan kendaraan yang kapabel untuk keperluan operation, serta efisien dan reliable, kuat dan bisa diandalkan,” tutup Wilda.

Baca Juga: Bisnis E-Commerce Meningkat, Kendaraan Niaga Kebagian Berkah

Model Mobil Tata