McLaren PHK 1.200 Karyawan Imbas Pandemi COVID-19

McLaren PHK 1.200 Karyawan Imbas Pandemi COVID-19

Pandemi virus Corona kembali memakan korban pabrikan mobil. Kali ini manufaktur kendaraan premium McLaren asal Inggris. McLaren Group, yang membawahi pabrikan McLaren Automotive dan tim balap McLaren Racing, mengumumkan akan mem-PHK seperempat dari total jumlah karyawannya dalam waktu dekat. PHK ini merupakan bagian dari restrukturisasi perusahaan yang disebabkan oleh anjloknya penjualan karena krisis kesehatan global (pandemi COVID-19) dan krisis ekonomi.

Penyebab lainnya adalah merosotnya pendapatan dari Formula 1. Karena balapan jet darat ini sejak musim dimulai sudah dibatalkan dan ditunda. Bahkan penyelenggara telah mengumumkan bahwa musim F1 akan dimulai lagi pada 2021.

Total jumlah karyawan yang bakal kena PHK mencapai 1.200 orang. Sektor yang bakal terkena dampak paling buruk dari layoff adalah bisnis McLaren Automotive, yang memproduksi mobil-mobil supercar. Tapi perusahaan tidak menyebutkan secara detail apakah PHK akan berefek pada pengembangan sejumlah mobil baru seperti Speedtail atau 765 LT. Sedangkan dari divisi balap F1 di bawah McLaren F1 Team yang paling sedikit. Jumlahnya hanya sekitar 70 orang saja. Tapi itupun belum final.

McLaren Group Executive Chairman Paul Walsh mengatakan, sebelum pihaknya memutuskan PHK, McLaren Group telah mengambil sejumlah langkah-langkah ‘dramatis’. Tapi tetap saja tidak bisa menutup. Karena situasi ekonomi yang sangat berat, pabrikan terpaksa melakukan PHK terhadap ribuan karyawan.

Langkah-langkah dramatis yang diambil di antaranya adalah rencana menggadaikan kantor pusat grup di Woking dan menggadaikan sejumlah mobil McLaren langka dan historis sebagai jaminan pinjaman. Agar perusahaan bisa tetap survive, para pembalap F1 sudah dengan sukarela dipotong gajinya, termasuk gaji karyawan di level petinggi. Salah satunya McLaren Racing CEO Zak Brown.

“Kini kami tidak punya pilihan lain, selain mengurangi jumlah tenaga kerja,” ujar Walsh. “Sekarang ini adalah masa-masa yang sangat berat bagi perusahaan kami, terutama bagi karyawan kami. Namun, kami tetap ingin tumbuh sebagai bisnis yang efisien, sustainable dengan kembali pada pertumbuhan bisnis yang jelas.”

Di F1 sendiri, McLaren akan melakukan sejumlah efisiensi karena mereka bakal mengurangi budget balapan musim 2021 menjadi hanya US$ 145 juta. Padahal budget musim 2019 sebesar US$ 269 juta. Tim-tim kaya lainnya seperti Red Bull, Ferrari dan Mercedes juga akan mengambil langkah serupa.

“Budget musim 2021 tentu akan mempengaruhi komposisi tim kami dan kami akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan agar tetap siap menghadapi musim 2021 dan menjadi pemenang kembali di masa depan?” imbuh Walsh. (Eka)

Baca Juga: McLaren 600LT Spider Menandai Produksi Mobil yang ke-20.000

    • Overview
    • Tentang Kami
    • Kontak Kami
    • Others
    • Kebijakan Privasi
    • S&K
    • Dapatkan di Google Play
    • Tersedia di App Store