Menjajal Royal Enfield Himalayan di Habitat Offroad

  • 2018/09/Royal-Enfield-Himalayan-Test-Ride-7.jpg
  • 2018/09/Royal-Enfield-Himalayan-Test-Ride-6.jpg
  • 2018/09/Royal-Enfield-Himalayan-Test-Ride-5.jpg
  • 2018/09/Royal-Enfield-Himalayan-Test-Ride-4.jpg
  • 2018/09/Royal-Enfield-Himalayan-Test-Ride-3.jpg
  • 2018/09/Royal-Enfield-Himalayan-Test-Ride-2.jpg
  • 2018/09/Royal-Enfield-Himalayan-Test-Ride-1.jpg
  • 2018/09/Royal-Enfield-Himalayan-Event-4.jpg
  • 2018/09/Royal-Enfield-Himalayan-Event-3.jpg
  • 2018/09/Royal-Enfield-Himalayan-Event-2.jpg
  • 2018/09/Royal-Enfield-Himalayan-Event-1.jpg

Sebelumnya OTO.com pernah mencicipi Royal Enfield Himalayan di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2018. Ketika itu, tempatnya sangat terbatas karena cuma di area test ride. Lalu medan yang dilewati berupa block paving atau bisa disebut onroad.

Pabrikan asal India itu, kali ini memberikan kesempatan kedua untuk menjajal Royal Enfield Himalayan. Lokasi yang dilibas kini full offroad dalam acara bertajuk Himalayan Demo Day. Rintangan dari mulai tanah, lumpur, sampai kubangan air lengkap tersaji. Kegiatan yang bertempat di Motocross Circuit di wilayah Perigi, Pondok Aren, Tangerang Selatan ini berlangsung Minggu (9/9).

Seperti pertama kali mencoba Himalayan, kami tetap terintimidasi dengan perawakannya yang jangkung. Ukuran ban depan 21 inci dan belakang 17 inci serta suspensi jenjang jadi penyebabnya. Ditambah lagi bobot motor ini mencapai 191 Kg, tidak bisa dikatakan ringan.

Meski begitu, ketika duduk di joknya kepercayaan diri kami muncul. Suspensi belakangnya langsung amblas, sehingga kaki pemilik tinggi badan 168 cm ini masih bisa menapak ke tanah walau tidak sempurna. Posisi duduknya juga sangat nyaman, dipadu stang tinggi nan lebar serta pijakan kaki agak ke depan. Meski sebenarnya di lintasan offroad, kami hampir tidak duduk di joknya sama sekali untuk memanipulasi distribusi bobot agar kendaraan mudah dikendalikan.

Kunci kontak diputar ke posisi on, tombol starter ditekan. Tidak terasa getaran yang berlebihan layaknya menunggang motor Royal Enfield lain. Alasannya, penggunaan rangka baru half-duplex split cradle. Kemudian kopling saya tekan, masuk gigi satu dan selongsong gas dibuka, motor langsung melaju.

Tarikannya tidak terlalu menjambak namun tetap bertenaga. Performa jantung mekanis 411 cc SOHC milik Himalayan cukup baik. Di atas kertas sanggup menghasilkan torsi puncak 32 Nm pada 4.250 rpm dan tenaga maksimal 24,8 PS pada 6.500 rpm. Padananya sistem transmisi 5-percepatan. Diajak melewati tanjakan curam dalam kecepatan menengah, masih asyik.

Kelebihan lain dari motor ini ada di handling yang ringan. Sungguh Himalayan mudah dikendalikan baik ke kiri dan kanan. Ditambah lagi cengkeraman ban semi offroad dari Pirelli Scorpion MT60 juga istimewa. Ketika dipakai berkelok-kelok melewati tanah gembur, rasanya masih percaya diri. Bahkan saat melibas jalan lumpur sekalipun.

Hanya satu rintangan yang membuat kami kewalahan, kubangan air. Di sana saya agak oleng dan terjatuh ke kanan. Saat inilah terasa sekali bobot Himalayan berat. Cukup sulit untuk membuatnya kembali bangkit dari kubangan, butuh bantuan dua orang untuk memandu agar kami bisa berkendara lagi.

Wejangan Jusri Pulubuhu

Pendiri Jakarta Defensice Drive Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu mengatakan terjatuhnya penguji di kubangan karena posisi kaki terlalu terbuka. Dia mengatakan kaki harus tertutup agak mengempit tangki motor. Jusri merupakan instruktur yang mengarahkan saya dan teman-teman wartawan lain saat Himalayan Demo Day berlangsung.

Informasi penting lain yangkami dapat dari pria berkepala pelontos itu, posisi berkendara ketika bertemu lintasan licin. Dia berpesan untuk tidak terlalu berdiri dan tidak duduk, bisa dikatakan agak jongkok selama menunggang motor. "Kalau duduk pusat bobot kendaraan dan pengendara ada di pantat. Padahal pantat itu berada di ketinggian 90 atau 100 cm. Sedangkan kalau jongkok, pusat berat ada di foot step dan motor lebih mudah dikendalikan," paparnya.

Di samping itu, pandangan tetap ke depan. Ini sangat penting untuk menjaga kestabilan. Menurut Jusri bila pandangan terlalu ke bawah, memperhatikan tanah, maka kestabilan saat berkendara jadi terganggu dan kemungkinan jatuh semakin tinggi.

Layak Untuk Pemula?

Menurut kami, untuk pengendara pemula agaknya harus pikir-pikir dulu. Bobot Himalayan yang berat dan tubuh motor jangkung jadi alasan. Motor ini agaknya lebih cocok bagi petualang yang ingin naik kelas. Dari kapasitas mesin kecil (150 cc) namun belum siap menunggang motor gede. Maka Himalayan bisa jadi alternatif untuk batu loncatan.

Apalagi dari sisi harga, masih terjangkau. Royal Enfield membanderol Himalayan Rp 95,4 juta (OTR Jakarta) padahal kapasitas mesinnya 411 cc. Bandingkan dengan kuda besi adventure lain seperti BMW G310GS yang dijual Rp 137,5 juta (OTR Jakarta). Padahal kapasitas jantung mekanis BMW lebih kecil, cuma 313 cc.

Dari sisi spesifikasi, Himalayan memang sangat sederhana. Suspensi depan masih teleskopik, panel instrumen belum full digital dan lampu depan masih bohlam. Fitur LED hanya ada di lampu belakang. Kemudian motor ini belum dibekali sistem keselamatan anti-lock braking system (ABS). Kelebihannya ada di tampilan retro khas Royal Enfield. Ini merupakan ciri khas yang tidak dimiliki motor adventure brand lain. (Lod/Van)

Baca Juga: 

Baghendra Lodra

Baghendra Lodra

Lodra adalah salah satu anggota tim termuda di oto.com. Meski demikian, pengalamannya di dunia jurnalistik tidak bisa dipandang sebelah mata. Ia pernah bekerja untuk kantor berita Antara, dan memiliki gelar S2 di belakang namanya. Untuk mobilitas sehari-hari, Suzuki Address menjadi andalannya.

Baca Bio Penuh

Model Motor Royal Enfield

  • Royal Enfield Classic 350
    Royal Enfield Classic 350
  • Royal Enfield Hunter 350
    Royal Enfield Hunter 350
  • Royal Enfield Meteor
    Royal Enfield Meteor
  • Royal Enfield Bullet 350
    Royal Enfield Bullet 350
  • Royal Enfield Super Meteor 650
    Royal Enfield Super Meteor 650
  • Royal Enfield Interceptor 650
    Royal Enfield Interceptor 650
  • Royal Enfield Continental GT 650
    Royal Enfield Continental GT 650
  • Royal Enfield Scram 411
    Royal Enfield Scram 411
  • Royal Enfield Himalayan
    Royal Enfield Himalayan
Harga Motor Royal Enfield

Promo Royal Enfield Himalayan, DP & Cicilan

  • Himalayan Standard DP Rp 24,4 Juta Angsuran Rp 5,74 Juta x 48 Bulan Rp 144,9 Juta OTR Lihat Promo

IIMS 2024

Video Motor Royal Enfield Himalayan Terbaru di Oto

Oto
  • Royal Enfield Himalaya, Jalan Sempit Tak Masalah | Cinematic
    Royal Enfield Himalaya, Jalan Sempit Tak Masalah | Cinematic
    20 Oct, 2020 .
  • Royal Enfield Himalayan 2020 | First Impression | Apa Bedanya? | OTO.com
    Royal Enfield Himalayan 2020 | First Impression | Apa Bedanya? | OTO.com
    28 Jul, 2020 .
  • Royal Enfield Himalayan | First Ride | IIMS 2018 | OTO.com
    Royal Enfield Himalayan | First Ride | IIMS 2018 | OTO.com
    25 Apr, 2018 . 29 kali dilihat
Tonton Video Motor Royal Enfield Himalayan

Bandingkan & Rekomendasi

Royal Enfield Himalayan
BMW G 310 GS
BMW G 310 GS
Rp 133 Juta
Harga BMW G 310 GS
Benelli TRK 502X
KTM 390 Adventure
Royal Enfield Scram 411
Kapasitas 411
313
499.6
373
411
Tenaga Maksimal 24.5
34
46.9
43
24.3
Jenis Mesin Single Cylinder, 4-Stroke, Air Cooled, SOHC, Fuel injection
Single Cylinder, 4-Stroke, 4-Valve, Water Cooled, DOHC Engine
Inline 2 Cylinders, 4-Stroke, Liquid Cooled, 4 Valves DOHC
Single Cylinder, 4-Stroke, Liquid-Cooled
Single Cylinder, 4-Stroke, Air Cooled, SOHC Engine
Torsi Maksimal 32 Nm
28 Nm
46 Nm
37 Nm
32 Nm
Ground Clearance 220 mm
-
-
200 mm
200 mm
Ban depan 90/90 R21
110/80 R19
110/80 R19
-
100/90 R19
Ukuran velg depan R21
R19
R19
-
R19
Mode Berkendara Off Road, Street
Touring, Sport
Sport, Tour, Road
Road, Race, Touring
Off Road, Street
Bandingkan Sekarang

Tren Adventure Touring

Artikel Motor Royal Enfield Himalayan dari Zigwheels

  • Motovaganza
  • Review
  • Royal Enfield Moto Himalaya 2022 Part 4: Melelahkan dan Penuh Risiko, Tapi Tak Akan Terlupakan
    Royal Enfield Moto Himalaya 2022 Part 4: Melelahkan dan Penuh Risiko, Tapi Tak Akan Terlupakan
    Zenuar Istanto, 01 Sep, 2022
  • Royal Enfield Moto Himalaya 2022 Part 3: Rute Lebih Bersahabat, Tapi Udara Dingin Begitu Menusuk
    Royal Enfield Moto Himalaya 2022 Part 3: Rute Lebih Bersahabat, Tapi Udara Dingin Begitu Menusuk
    Zenuar Istanto, 30 Agu, 2022
  • Royal Enfield Moto Himalaya 2022 Part 2: Berkendara Ekstrem Bersama Himalayan
    Royal Enfield Moto Himalaya 2022 Part 2: Berkendara Ekstrem Bersama Himalayan
    Zenuar Istanto, 29 Agu, 2022
  • Royal Enfield Moto Himalaya 2022 Part 1: Menguji Fisik, Mental dan Skill Berkendara
    Royal Enfield Moto Himalaya 2022 Part 1: Menguji Fisik, Mental dan Skill Berkendara
    Zenuar Istanto, 25 Agu, 2022
  • Moto Himalaya 2022 Dimulai, Berpetualang 1.000 Km bersama Royal Enfield Himalayan
    Moto Himalaya 2022 Dimulai, Berpetualang 1.000 Km bersama Royal Enfield Himalayan
    Zenuar Istanto, 16 Agu, 2022
  • Royal Enfield New Himalayan: Tunggangan Serbabisa
    Royal Enfield New Himalayan: Tunggangan Serbabisa
    Helmi Alfriandi, 22 Sep, 2020

Bandingkan

You can add 3 variants maximum*