Strategi BYD, Tetap Percaya Diri Lewat Produk dan Teknologi Meski Tanpa Insentif
BYD tetap menjaga harga, memperkuat kepercayaan konsumen, serta menyiapkan fasilitas produksi lokal dan teknologi PHEV
Insentif terhadap kendaraan energi terbarukan masih jadi isu penting di awal tahun bagi industri otomotif. Setelah merasakan dampak positif tahun lalu dari bantuan pemerintah, ketiadaan bantuan pemerintah pada tahun ini membuat berbagai macam pertanyaan strategis di sisi produsen untuk mengarungi pasar yang tengah lesu.
Meski memang penting, ketiadaan bantuan pemerintah ini disikapi positif oleh produsen. BYD misalnya, saat ini lebih berfokus pada tawaran produk, kualitas dan menjaga kepercayaan konsumen. Sesuatu yang dinilai lebih esensial untuk menjaga momentum positif pasar.
Luther Panjaitan, Head of Marketing PR & Government Relation BYD Indonesia menjelaskan di sela IIMS 2026, Jakarta, Selasa (10/2). Tawaran BYD, yang merasakan pertumbuhan besar di tengah penurunan pasar, tetap pada teknologi yang ditawarkan pada konsumen. Harga pun tidak berubah.
“Sampai saat ini kami masih menggunakan harga yang sama dengan tahun lalu. Belum ada perubahan walaupun kami lagi dalam proses kalkulasi. Jika kami dapat memberikan produk dengan fitur tinggi, teknologi tinggi, tapi dengan harga terjangkau, kenapa tidak?,” ucap Luther.
Luther menjelaskan, pendekatan ini bisa berdampak jangka panjang. Tidak hanya berupa harga, tapi juga keunggulan lain berupa tawaran teknologi dan purnajual yang terpercaya.
Selain itu, saat ini BYD tengah mempersiapkan kehadiran fasilitas produksi dalam negeri. Saat ini pabrik BYD sudah mengantongi beberapa sertifikasi untuk menunjukkan kesiapan produksi. Diharapkan produksi kendaraan BYD di fasilitas ini sesuai dengan standar global BYD, tanpa penurunan kualitas.
Tawaran Produk dan Teknologi Baru
BYD juga bergerak cepat dengan strategi pengenalan produk dan teknologi baru. Salah satunya lewat jenama premium Denza yang memperlihatkan model B5 pada ajang pameran BCA Expoversary. Model ini sebelumnya sudah dijajal Oto.com saat berkunjung ke Tiongkok awal tahun.
Luther sendiri enggan mengungkapkan lebih lanjut mengenai kehadiran model SUV petualang premium tersebut. Dirinya lebih menekankan pada teknologi plug-in hybrid vehicle (PHEV) yang ditawarkan pada B5. Ini merupakan teknologi yang siap ditawarkan BYD pada konsumen Tanah Air dengan segala keterbatasan infrastrukturnya.
“Ini merupakan teknologi yang dapat memenuhi kebutuhan, khususnya di regional-regional tertentu yang masih challenging di infrastruktur. Dan teknologi yang ditawarkan BYD ini lebih advanced daripada teknologi hybrid biasa,” ucap Luther.
BYD memang memiliki platform DM (dual motor) yang khusus untuk kendaraan PHEV. Mesin konvensional BYD memiliki thermal efficiency superior, ditambah dengan sistem manajemen kendaraan terkait baterai, motor listrik dan platform, menciptakan produk yang menawarkan tenaga, serta efisiensi tinggi di berbagai situasi.
Luther menjelaskan, kehadiran produk PHEV BYD bahkan sudah diakui di berbagai negara. Namun untuk di Indonesia, kehadiran model PHEV banyak dipandang sebelah mata oleh masyarakat yang menyamakan dengan teknologi hibrida konvensional. Ini yang coba diedukasi BYD ke depan pada masyarakat Indonesia.
“Saya concern teknologi yang baru ini dianggap semata-mata hybrid biasa. Salah satu yang akan kita lakukan sebenarnya adalah lebih banyak memperkenalkan platform berbasis DM. Ke depan kita juga merencanakan produk yang menjadi showcasing bagaimana DM bisa menembus limit yang hanya dimiliki mobil ICE dan hybrid biasa,” ucap Luther.
Luther yakin teknologi anyar PHEV BYD ini bisa diterima cepat masyarakat. Sebab, melihat dari penerimaan produk EV BYD yang sukses serta cepat diadopsi masyarakat Indonesia, penerimaan teknologi ini dapat diserap dengan baik.
BYD memang mencatatkan kinerja signifikan sepanjang 2025. Pabrikan Tiongkok ini mencatat lebih dari 54 ribu unit dan menguasai sekitar 52 persen pangsa pasar EV nasional. Kontribusi BYD terlihat pada puncak momentum pasar di kuartal empat tahun 2025, saat penjualan EV nasional melampaui 13 ribu unit per bulan dan pangsa EV mencapai 18 persen. Ini karena model-model BYD sesuai kebutuhan dan preferensi masyarakat Indonesia.
BYD terus memperkuat kehadirannya di Indonesia melalui pengembangan jaringan. Hingga saat ini, BYD telah hadir di berbagai lokasi strategis dan secara bertahap memperluas jangkauannya dari wilayah barat ke timur Indonesia, sejalan dengan upaya mendekatkan teknologi dan layanan BYD kepada konsumen di berbagai daerah. (STA/ODI)
Baca Juga:
Kiprah BYD Mengubah Peta EV Nasional dan Menjadi Pemain Kunci di Indonesia
Ketahui Lebih Detail Spesifikasi BYD Atto 3 Advanced Plus yang Jadi Pilihan Lengkap
Jual mobil anda dengan harga terbaik
Pembeli asli yang terverifikasi
Model Mobil BYD
IIMS 2026
Tren & Pembaruan Terbaru
- Terbaru
- Populer
Anda mungkin juga tertarik
- Berita
- Artikel feature
Mobil Unggulan BYD
- Terbaru
- Yang Akan Datang
- Populer
Video Mobil BYD Terbaru di Oto
Artikel Mobil BYD dari Carvaganza
Artikel Mobil BYD dari Zigwheels
- Motovaganza
- Review