Rekam Jejak 210 Tahun Peugeot, dari Gerinda Kopi Hingga Mobil Listrik

Rekam Jejak 210 Tahun Peugeot, dari Gerinda Kopi Hingga Mobil Listrik

Nama Peugeot mungkin akrab di telinga kita yang berkecimpung atau mengikuti dunia otomotif. Pabrikan asal Prancis itu adalah salah satu nama besar. Beberapa modelnya tersohor ke seluruh dunia. Di tahun 1980-1990, Anda mungkin mengenal nama Peugeot 505 atau Si Mungil Peugeot 208. Dua model yang menjadi ikon karena kualitasnya.

Belakangan memang nama Peugeot di Tanah Air kalah bersinar. Pabrikan asal Jepang, Jerman, atau Korea lebih banyak dibicarakan. Padahal Peugeot bukan sembarangan. Menyebut nama Peugeot, berarti kita tengah membicarakan dedikasi, kerja keras, inovasi. Pada 26 September 2019 lalu, pabrikan berlambang Singa itu merayakan usia yang ke-210 tahun.

Usia dua abad lebih ini menjadikan Peugeot sebagai brand otomotif tertua yang masih eksis hingga kini. Banyak catatan sudah mereka buat. Perjalanan panjang sudah mereka lalui. Berikut kilas baliknya.

lokasi pertama perusahaan Peugeot

1810 -- Awal Kehadiran

Keluarga Peugeot berasal dari Valentigney, Montbeliard, sebuah wilayah administrasi di timur Prancis. Jean-Pierre Peugeot, lahir 1743, merupakan sang perintis usaha keluarga. Selama hidupnya, dia banyak terjun ke industri, seperti bisnis tenun, pewarnaan, pabrik minyak dan pabrik biji-bijian.

Pada 26 September 1810, perusahaan Peugeot Freres Aines didirikan Jean-Frederic dan Jean-Pierre II Peugeot. Perusahaan ini menjalankan berbagai macam bisnis mulai dari dunia perkakas, perangkat jam, rangka payung, dan industri fashion. Mereka terkenal dengan alat penggiling kopi. Selain itu, Peugeot juga berkecimpung pada revolusi mobilitas dari sepeda hingga mobil.

Peugeot 210 logo

1847 -- Lahirnya Lambang Le Lion

Lambang singa sebagai logo brand Peugeot sudah ada sejak 1847 ketika mereka memproduksi barang-barang dari baja. Gambar ini digunakan untuk menggambarkan kualitas dan kulitas pisau gergaji yang dibuat. Disimbolkan lewat taring singa. Hal ini melambangkan fleksibilitas, kekuatan, dan kecepatan memotong. Sementara simbol panah menjadi arti dari kecepatan.

Pada 20 November 1858, Emile Peugeot mendaftarkan lambang singa ini sebagai merek dagangnya. Hampir 1 abad kemudian, logo ikonik ini muncul di bonet mobil-mobil produksi Peugeot. Pertama kali dipasang di model 203. Kini, kita akan dengan mudah mengenali produk Peugeot lewat Le Lion.

Pabrik Peugeot

1889 -- Kendaraan Motor Pertama

Armand Peugeot, cucu Jean Pierre, sejak awal memiliki ketertarikan terhadap hal-hal yang berbau kendaraan dan mesin. Ia mengenalkan konsep “Le Grand Bi” di mana dia menciptakan sepeda dengan ban depan yang besar dari ban belakang pada 1882, bersamaan dengan berbagai jenis sepeda lainnya.

Keyakinannya kian tinggi setelah bertemu dengan Gottlieb Daimler yang menyakinkan akan kelayakan dirinya untuk bisa memproduksi mobil. Kendaraan pertama dari Peugeot adalah mobil tiga roda bertenaga uap yang dirancang oleh Leon Serpollet, diproduksi pada 1889. Hanya empat contoh dari mobil ini yang dibuat. Tenaga uap yang dihasilkan sangat berat dan besar dan membutuhkan waktu pemanasan yang lama.

Pada 1890, setelah bertemu Gottlieb Daimler dan Emile Levassor, satu terobosan lagi dibuat. Tenaga uap ditinggalkan untuk membuat mobil beroda empat dengan mesin pembakaran internal dan berbahan bakar bensin yang dibuat oleh Panhard di bawah lisensi Daimler. Mobil tersebut lebih canggih dari mobil-mobil lain di jamannya, dengan suspensi tiga poin dan transmisi sliding gear.

Beberapa mobil kemudian mulai diproduksi, 29 mobil diproduksi pada 1892, 40 unit pada 1894, 72 unit pada 1895, 156 unit pada 1898, dan 300 unit pada 1899. Model-model mobil tipe awal ini diberi nomor “tipe”.

Peugeot Type 3

Type 3 merupakan mobil manufaktur pertama Peugeot dan juga di dunia. Ada 64 unit. Mobil ini melakukan perjalanan dari Balengtigney menuju Paris dalam balapan Pars-Brest-Paris sejauh 2.045 km. Pada 1893, Type 3 menjadi mobil pertama yang digunakan warga Italia.

Pada 1896, Armand Peugeot memisahkan diri dari perusahaan keluarga untuk membentuk perusahaannya sendiri, Societe Anonyme des Automobiles Peugeot. Ia membangun pabrik baru di Audincourt untuk lebih fokus sepenuhnya pada produksi mobil.

Di tahun itu juga Peugeot menggunakan mesin yang mereka buat sendiri dan tidak tergantung lagi pada Daimler. Dirancang oleh Rigoulot, mesin pertamanya mempunyai tenaga 8 hp (6.0 kW) horizontal ganda dan kembar yang dipasangkan ke Peugeot Tipe 15. Hal ini juga menjadi dasar dari salinan mesin yang hampir sama yang diproduksi oleh Rochet-Schneider.

Pada 1901, Peugeot memulai debutnya pada kemudi berkapasitas kecil 653cc satu silender, dijuluki Bébé dan memancarkan citra konservatifnya. Mobil ini langsung menjadi pemimpin gaya mobil pada saat itu.

Peugeot 201

1929 -- Penggunaan Kode Unik

Hal yang baru terjadi pada 1929. Peugeot memperkenalkan mobil produksi massal pertamanya yaitu 201. Inilah mobil termurah di pasar mobil Perancis, dan pertama digunakan untuk merek dagang Peugeot (dan juga terdaftar) – tiga digit dengan angka nol di bagian tengah.

Seri 201 ini meraih sukses, mereka bahkan membuat terobosan dengan menggunakan mendapatkan suspensi depan pada 1931. Sukses berlanjut dengan dikeluarkannya 301 pada 1932, disusul 401 dan 601 pada 1934. Penggunaan nomenklatur ini berlanjut hingga sekarang. Line-up Peugeot memiliki model 208, 308, dan 508. Meski kemudian berkembang menjadi 4 angka seperti 3008 dan 5008.

Peugeot 202

1934 -- Masa Perang

Pada 1934 Peugeot mengenalkan 402 BL Eclipse Decapotable, mobil konvertibel pertama dengan hardtop yang bisa dibuka tutup – sebuah ide yang kemudian diikuti oleh Ford Skuliner pada 1950an dan muncul kembali di era modern diwakili oleh Mitsubishi 3000GT Spyder pada 1995. Baru baru ini, banyak perusahaan yang menawarkan hardtop yang bisa dibuka tutup, termasuk Peugeot sendiri dengan 206 cc.

Tiga model yang menarik di era tahun tiga puluhan adalah Peugeot 202, Peugeot 302, dan Peugeot 402. Mobil-mobil ini mempunyai lekuk bodi yang berkelok, dengan lampu belakang yang berkisi bar miring, terinspirasi oleh aliran udara dari Chrysler.

Seri 402 2.1 liter mulai diproduksi pada 1935 dan diproduksi sampai akhir 1941, meskipun pendudukan Prancis direbut oleh Jerman. Model level 202 dibuat secara seri dari tahun 1938-1942. Seri 202 ini berasil mengangkat penjualan Peugeot pada 1939 sampai 52,796 unit, persis dibelakang Citroen. Produksi regular dimulai lagi pada pertengahan 1946, dan berlangsung sampai 1949.

Peugeot Scooter S55

1953 -- Peugeot Scooter

Selama Perang Dunia I, Peugeot berpaling dan memproduksi senjata. Mereka menjadi produsen utama dalam hal senjata dan kendaraan militer, dari sepeda ke tank dan granat. Usai perang, produksi mobil dilanjutkan kembali dengan sungguh-sungguh. Selama abad ke 20, Peugeot melakukan ekspansi, pada 1926 memecah bisnisnya (sepeda dan motor) keluar dari Cycles Peugeot.

Ditarik ke belakang mereka sudah memproduksi sepeda sejak Grand Bi pada 1882. Terobosan dilakukan pada 1953 ketika Peugeot melansir kendaraan roda dua pertama mereka yaitu Scooter S55.
Setelah itu rangkaian inovasi dibuat, misalnya peluncuran SC/SX 80cc yang menjadi skuter pertama dengan bodi plastik pada 1982. Peugeot menjadi ionir electric scooter dengan Scoot'Elec pada 1995, dan skuter pertama yang menggunakan pengereman ABS lewat Elystar pada 2002.

Peugeot Eclipse 401

1962 -- Kelahiran Ikon

Peugeot tak mau ketinggalan bermain di model coupe dan cabriolet. Diawali pada 1934 dengan kelahiran Eclipse 401 dan 601. Keduanya menggunakan atap besi yang bisa dilipat. Inovasi ini merupakan karya desainer dan pahlawan Prancis Georges Paulin.

Namun pad 1962, kemampuan Peugeot menghasilkan coupe-cabriolet melesat ketika menghadirkan 404 cabriolet. Mobil ini didesain oleh Pininfarina. Ikon tahun 1960-an ini menjadi buruan para kolektor. Peugeot juga terus menciptakan beberapa model dengan gaya coupe seperti 308 CC dan RCZ.

1965 -- Kelahiran PSA

PSA (Peugeot Societe Anonyme) dibentuk sebagai payung dari perusahaan otomotif dengan nama yang sama. Pada 1974 Peugeot membeli 30 persen saham dari Citroen, dan menjadi PSA Peugeot Citroen menyusul merger Citroen PA dan Peugeot SA pada 1976. Terakhir pada 2016 menjadi PSA Group yang membawahi brand Citroen, DS Automobiles, Opel, Peugeot, dan Vauxhall.

Peugeot 205

1983 -- Pemecah Rekor

Pada 1983, Peugeot menghadirkan 205 yang diikuti versi kencang 205 GTi. Kelahirannya menandai sukses Peugeot di segmen mobil kecil. Peugeot 205 Turbo 16 memenangkan World Rally Chsmpionship sebanyak dua kali pada 1985 dan 1986.

Tak kurang 5 juta unit 205 diproduksi dan dijual. Ia digantikan model baru Peugeot 206 pada 1988, yang kemudian juga membuat rekor baru dengan penjualan lebih dari 6.5 juta unit. Sukses mobil-mobil kecil Peugeot berlanjut dengan kehadiran Peugeot 207 yang diluncurkan pada 2006. Mobil ini menjadi mode terlaris di Eropa. Kemudian 208, diperkenalkan pada 2012, dan menjadi salah satu mobil terlaris hingga saat ini.

Peugeot HDi Engine

1999 -- Teknologi Ramah Lingkungan

Dunia makin sadar jika masalah lingkungan sudah sangat parah. Industri kendaraan dianggap bertanggung jawab karena menyumbangkan gas buang sehingga perlu dilakukan langkah perbaikan. Banyak pemerintah yang mulai mengetatkan aturan emisi dan CO2.

Peugeot menjawabnya dengan menghadirkan 607 dilengkapi mesin HDi dengan Diesel Particulate Filter (dikenal dengan FAP di Prancis). FAP secara otomatis menyingkirkan 99% partikel berbahaya yang dihasilkan mesin diesel. Mereka kemudian memproduksi banyak model menggunakan mesin HDi.

Usaha mengurangi karbon dan menghasilkan mesin yang irit bahan bakar terus dilakukan. Mereka memperkenalkan mesin ramah lingkungan dan juga hemat lewat mesin bensin PureTech dan diesel Blue HDi.

908 HDi FAP

2009 -- Pionir Motorsport

Peugeot menjadi pioneer dalam urusan motor racing sejak lama. Albert Lemaître memenangi kejuaraan dunia pertama balap mobil, Paris–Rouen, menggunakan Peugeot bertenaga 3 hp. Total 5 kendaraan Peugeot lolos di ajang ini dan semuanya sanggup masuk finish. Lemaître menyelesaikan lomba 3 menit 30 detik di belakang Comte de Dion yang menggunakan tenaga uap dan tidak lolos kompetisi resmi.

Selama dua abad kemudian, berbagai prestasi diukir. Peugeot Sport menjadi jawara World Rally Championship 5 kali (1985, 1986, 2000, 2001, 2002), Dakar Rally 7 kali (1987, 1988, 1989, 1990, 2016, 2017, 2018), 24 Hours of Le Mans 3 kali (1992, 1993, 2009) mengandalkan 908 HDi FAP, plus juara World Endurance Championship 2 kali (1992, 1993).

Di bidang olahraga lain, Peugeot juga menjadi sponsor kejuaraan tenis French Open selama 14 tahun, official partner Lancome Trophy hingga 2003, dan menggelar turnamen golf Peugeot RCZ Cup.

Peugeot EX1 Concept

2010 - Sekarang

Pengakuan akan karya Peugeot didapatkan dari berbagai belahan dunia. Mereka 7 kali meraih gelar Car of The Year Eropa lewat Peugeot 504 (1969), 405 (1988), 307 (2002), 308 (2014), 3008 (2017), 208 (2020). Plus penghargaan Car of the Year lainnya di Irlandia, Italia, dan Spanyol.

Saat perayaan 200 tahun, pada 2010, Peugeot memperkenalkan mobil konsep listrik EX1, RCZ Coupe, da mobil listrik Peugeot iOn. Beragam inovasi dan teknologi juga terus lahir, misal i-Cockpit, Park Assist, Grip Control, dan Car Play.

Peugeot di Indonesia

Kendaraan Peugeot sudah lama hadir di Indonesia, dan mulai 1970-an, Peugeot ditangani oleh PT Multi France Motor yang kemudian menjadi divisi dari PT Astra International. Mobil Peugeot yang mencetak sukses di Indonesia adalah Peugeot 505 sedan kelas menengah atas pada 1980-an, serta hatchback kecil Peugeot 206, dan sedan menengah Peugeot 406 pada tahun 2000-an.

Meski tak memiliki pasar sebesar mobil keluaran Jepang, Peugeot masih tetap memiliki pasarnya sendiri. Hal ini terbukti dari cukup banyak Peugeot yang ada di Indonesia sekarang ini. Apakah Anda salah satu penggemar mobil keluaran Prancis in? (Raju)

Bahan: Peugeot, Autonews, Foto: Peugeot, netcarshow