Mercedes-Benz dan Karoseri Lokal Bersinergi, Hasilkan Truk yang Siap Kerja
Sinergi DCVI dan Metalindo Teknik Utama memastikan kendaraan niaga sesuai kebutuhan operasional sekaligus memperkuat industri karoseri nasional
Ketika melihat sebuah dump truck, logging truck atau water truck beroperasi di lapangan. Banyak orang mungkin hanya memperhatikan ukuran bodi dan kemampuannya mengangkut muatan berat. Padahal di balik kendaraan niaga itu. Terdapat proses panjang yang melibatkan kolaborasi antara agen pemegang merek (APM) dan karoseri. Salah satu contohnya ditunjukkan oleh PT Daimler Commercial Vehicles Indonesia (DCVI) bersama PT Metalindo Teknik Utama (MTU).
KEY TAKEAWAYS
Apa fungsi Body Builder Advisor (BBA) di Mercedes-Benz Truck Indonesia?
Tim BBA bertugas mendampingi proses pembangunan kendaraan bersama karoseri. Mulai dari perencanaan desain, distribusi beban, pemasangan bodi hingga memastikan seluruh aplikasi sesuai standar teknis Mercedes-Benz.Siapa mitra karoseri yang berkolaborasi dengan DCVI dalam kegiatan ini?
PT Metalindo Teknik Utama (MTU), karoseri nasional yang memproduksi berbagai kendaraan niaga seperti dump truck, logging truck, fuel truck, water truck hingga lowbed trailer.Jalinan kerja sama keduanya menjadi bagian penting dalam menghadirkan kendaraan niaga yang benar-benar sesuai kebutuhan operasional konsumen. Sebab setiap aplikasi kendaraan memiliki karakter berbeda. Mulai dari dump truck untuk sektor tambang, logging truck untuk industri kehutanan hingga fuel truck dan water truck yang membutuhkan konfigurasi khusus.
Peran Penting Body Builder Advisor
Dalam proses pembangunan kendaraan niaga, DCVI memiliki tim khusus bernama Body Builder Advisor (BBA). Tugas mereka bukan sekadar memberikan rekomendasi teknis. Namun turut mendampingi proses pengembangan kendaraan sejak tahap perencanaan hingga unit siap digunakan di lapangan. Mereka memastikan integrasi antara sasis Mercedes-Benz dengan bodi buatan karoseri berjalan sesuai standar pabrikan. Mulai dari distribusi beban, titik pemasangan bodi, konfigurasi sasis hingga karakter operasional kendaraan yang diinginkan pelanggan.
Menurut Ferdiansyah, corporate communication & public relations PT Daimler Commercial Vehicles Indonesia. Keberhasilan kendaraan niaga selalu lahir dari kolaborasi banyak pihak. “Selama 130 tahun perjalanan Daimler Truck, kami sadar bahwa kendaraan niaga tidak pernah berdiri sendiri. Keberhasilannya selalu ditentukan oleh kolaborasi banyak pihak. Mulai dari tim internal, diler, karoseri hingga konsumen yang mengoperasikannya setiap hari. Filosofi tersebut yang terus kami terapkan di Indonesia melalui kolaborasi bersama karoseri nasional. Yakni untuk menjawab kebutuhan konsumen sekaligus mendukung pertumbuhan sektor industri terkait,” ujar dia.
Setiap Truk Memiliki Kebutuhan Berbeda
Foto: DVCITruck Body Builder Advisor DCVI, Hendro Sembodo, menjelaskan bahwa keterlibatan tim BBA dimulai sejak tahap awal pengembangan kendaraan. Alasannya sederhana. Setiap aplikasi membutuhkan pendekatan berbeda agar performa dan keselamatan tetap terjaga.
“Setiap aplikasi kendaraan memiliki kebutuhan yang berbeda. Karena itu kami terlibat sejak tahap awal untuk melakukan pratinjau desain, distribusi beban. Termasuk titik pemasangan body hingga karakteristik operasional kendaraan yang diinginkan. Pendampingan ini bertujuan memastikan integrasi antara sasis dan body dapat berjalan baik. Sesuai standar teknis Mercedes-Benz Truck,” kata Hendro.
Ia mencontohkan aplikasi dump truck maupun logging truck yang memiliki tantangan operasional jauh lebih berat dibanding kendaraan jalan raya biasa. Karena itu dibutuhkan koordinasi teknis yang matang antara pabrikan dan karoseri. Sehingga kendaraan mampu bekerja optimal.
Metalindo Jadi Mitra Strategis
Salah satu mitra karoseri yang berkolaborasi dengan DCVI adalah PT Metalindo Teknik Utama. Perusahaan ini dikenal sebagai karoseri nasional yang mengembangkan berbagai aplikasi kendaraan niaga untuk kebutuhan on-road maupun off-road. Portofolio mereka cukup beragam. Mulai dari dump truck, logging truck, water truck, fuel truck, lube truck, lowbed trailer hingga box truck dan berbagai kendaraan operasional khusus lainnya. MTU juga didukung fasilitas produksi seluas empat hektare dengan kapasitas mencapai 1.500 unit per tahun.
Direktur PT Metalindo Teknik Utama, Syarifuddin Tangka, mengatakan. Kebutuhan pelanggan saat ini semakin spesifik. Sehingga kendaraan tidak cukup hanya kuat dan tahan lama. “Pelanggan saat ini tidak hanya mencari kendaraan yang kuat. Tetapi juga solusi bagi kebutuhan operasional mereka. Karena itu kolaborasi teknis dengan DCVI menjadi sangat penting. Dukungan melalui tim BBA membantu memastikan kendaraan yang kami bangun dapat memenuhi kebutuhan pelanggan. Sekaligus mempertahankan standar kualitas, keselamatan dan performa yang dibutuhkan,” papar dia.
Melihat Langsung Proses Produksi
Foto: DVCIUntuk memperlihatkan bagaimana proses tersebut berlangsung. DCVI turut mengajak sejumlah media nasional mengunjungi fasilitas produksi MTU di Karawang. Dalam kesempatan itu, para jurnalis dapat melihat langsung tahapan pembangunan bodi kendaraan niaga. Mulai dari proses instalasi komponen, fabrikasi, perakitan hingga pengecatan akhir sebelum kendaraan dikirim ke konsumen.
Lewat kegiatan ini, DCVI berharap pemahaman mengenai industri karoseri nasional semakin berkembang. Sekaligus menunjukkan bahwa kemajuan kendaraan niaga tidak hanya bergantung pada pabrikan. Melainkan juga sinergi erat antara APM, diler dan karoseri sebagai bagian dari ekosistem industri otomotif nasional. (ALX)
Baca Juga:
Daimler Indonesia Rilis Varian Anyar Mercedes-Benz Axor 1626 C
Isuzu Buktikan Mesin Diesel Modern Lebih Hemat dan Rendah Emisi
SAG Max Resmi Meluncur, REEV Bus Siap Masuk Indonesia pada Juni 2026
-
Jelajahi Mercedes Benz Axor
Cerita Terkait Mercedes Benz Axor
- Berita
Model Truk Mercedes Benz
Jangan lewatkan
IIMS 2026
Tren & Pembaruan Terbaru
- Terbaru
- Populer
Anda mungkin juga tertarik
- Berita
- Artikel feature
Truk Unggulan Mercedes Benz
- Populer
Bandingkan & Rekomendasi
Mercedes Benz Axor
Rp 568,7 - 902,5 Juta
Harga Axor
|
|
|
|
|
|
RPM at Max Power
2200
|
-
|
-
|
-
|
-
|
|
RPM at Max Torque
1200-1600
|
-
|
-
|
-
|
-
|
|
Max Torque
850 Nm
|
353 Nm
|
392 Nm
|
392 Nm
|
390 Nm
|
|
Tenaga Maksimum
238
|
115
|
136
|
136
|
136
|
|
Transmisi
Manual
|
Manual
|
Manual
|
Manual
|
Manual
|
|
|
Tren Tipper
- Populer
Artikel Truk Mercedes Benz Axor dari Zigwheels
- Motovaganza