Kenali Lebih Dekat Varian Mercedes-Benz Axor

Kenali Lebih Dekat Varian Mercedes-Benz Axor
Gambar
Review Pengguna

Truk Mercedes-Benz Axor tersedia dalam ragam pilihan. Mulai dari kelas 16 Ton hingga 48 Ton. Menurut mereka, kelengkapan ini guna menjawab permintaan segmen heavy-duty truck di Tanah Air.


Layaknya mobil kupe Mercedes-Benz, Axor juga hanya punya dua pintu. Tapi lupakan desain pilar-less dan guratan indah di sekeliling bodi. Hanya ada pahatan serbakotak dengan dimensi yang sangat besar. Ya, karena ini sebuah truk untuk disiksa di medan berat, sembari mengangkut berbagai muatan. Desain cantik hanya sebuah nilai plus.



Tepat hari Kamis (16/05/19), mereka membawa tiga unit perwakilan dari beberapa varian. Bukan hanya dipajang, namun dipersilakan untuk mengujinya. Kamipun mencoba salah satu unit di medan berat. Tapi sebelum mengulas, kenali dulu spesifikasi dan perbedaan antarvarian berikut.


Axor 2528 C (6x4) M/T


Seri ini berjenis dump truck, biasa diperuntukkan beroperasi di area konstruksi. Makanya, tertera imbuhan C (Construction). Cara mengangkut muatannya, dengan bak yang dipasangkan di atas, bukan ditarik seperti trailer. Karena itu, saat dalam keadaan kosong (tanpa bak dan muatan), suspensinya sangat keras dan memantul, dampak dari penyesuaian setelan.


Gross Vehicle Weight (GVW) mencapai 26,5 ton. Bagi yang belum tahu, GVW merupakan berat sebuah kendaraan, ditambah dengan berat muatan maksimal sesuai rekomendasi pabrik. Informasi ini biasa disajikan untuk mobil-mobil komersial.


Guna menunjang beban tadi, mesin diesel berkode OM 906 LA jadi sumber tenaganya. Berkonfigurasi enam silinder segaris, dengan kubikasi 6.37-Liter. Tak terlalu besar untuk ukuran truk, namun bisa memberikan output sebesar 280PS di 2.200rpm dan torsi 1.100Nm pada rentang 1.200-1.600 rpm. Penyaluran tenaga dilakukan oleh transmisi 9-speed manual. Saat mengarungi medan sulit, gardan sudah dilengkapi differential lock Inter-wheel dan Inter-axle. Peranti itu seharusnya sanggup mengeluarkan truk bongsor ini jika tersangkut di track sulit.


Axor 4028 T (4x2) M/T


Berbeda dengan varian sebelumnya, 4028 merupakan perwakilan jenis Tractor Head. Maksudnya, truk yang menarik trailer. Jika bak dump truck bertumpu penuh pada sasis belakang, beban trailer tak ditopang seutuhnya. Hanya disangkutkan, dan ada tambahan roda lagi di buritan. Makanya, dalam keadaan tanpa muatan pun suspensinya masih tergolong nyaman.


Kemampuannya cukup mumpuni. GVW di angka 16 Ton, dan Gross Combination Weight (GCW) 36 ton. Nah, satu tambahan informasi lagi. GCW adalah bobot maksimal kombinasi kendaraan dengan muatan trailernya. Jadi, informasi ini hanya tertera di jenis tractor head.


Jantung pacunya sama persis dengan seri 2528, berkode OM 906 LA. Begitupun output mesin enam silinder 6.37-liter sebesar 280PS/2,200 dan torsi 1,100Nm/1,200-1,600rpm. Penyalurannya juga mengadaptasi gearbox manual 9-speed. Bedanya, ini 4x2 yang hanya dilengkapi differential lock inter-wheel saja. Artinya, saat menanjak atau terjebak di medan berat, tak bisa lolos semudah saudaranya.


Axor 3340 S (6x4) AMT


Axor 3340 S juga berjenis tractor head. Truk ini memiliki angka GCW paling besar, 65 ton. Sedangkan GVWnya 33,5 ton. Karena ia paling “berotot”, jantung pacu berkode OM 457 LA ditanamkan dengan konfigurasi enam silinder segaris. Jangan kaget, kubikasi mesin dieselnya mencapai 12-liter. Artinya, per satu silindernya bervolume 2000cc. Ini jadi yang terbesar ketimbang model lain. Begitupun outputnya. Ia mampu mengeluarkan tenaga 401PS di putaran 1.900 rpm dan torsi 2.000Nm secara instan, pada 1.100 rpm.


Untuk memacu tenaganya, seri 3340 S dibekali transmisi Automated Manual Transmission (AMT). Yang artinya gearbox manual, dengan pengoperasian dibuat otomatis. Maksudnya, tetap menggunakan kopling kering, tapi perpindahannya digantikan motor elektrik. Sayangnya, rangkaian gigi semacam ini tergolong lambat di setiap shifting. Namun gejala selip dapat terminimalisir. Jumlah percepatannya cukup banyak, 12-speed (maju) dan 4-speed (mundur). Sangat khas kendaraan heavy duty.


Agar traksinya maksimal di medan berat, terutama di tanjakan, jenis ini dibekali differential lock inter wheel dan inter axle. Keduanya bekerja di sumbu roda paling depan dan belakang saja, makanya diberi imbuhan 6x4. Saat melewati turunan curam, level engine brake juga bisa diatur dalam dua level. Satu lagi, peranti penahan lajunya sudah dilengkapi sensor ABS pada empat rem teromol full air S-cam dual circuitnya. Tak perlu khawatir kehilangan kontrol saat melalui berbagai medan. Perantinya sudah cukup lengkap. (Hlm/Van)


Baca Juga: Melihat Kerennya Fuso Fighter

Jelajahi Mercedes Benz Axor

      • Overview
      • Tentang Kami
      • Kontak Kami
      • Others
      • Kebijakan Privasi
      • S&K
      • Dapatkan di Google Play
      • Tersedia di App Store