jakarta-selatan

DCVI Kenalkan Axor, Truk Jagoan Mercedes-Benz

  • 16 Mei, 2019
  • 403 Kali Dilihat

PT Daimler Commercial Vehicles Indonesia (DCVI), Agen Pemegang Merek (APM) jajaran truk Mercedes-Benz di Tanah Air. Mereka baru saja mengenalkan jagoannya, Axor. Sebetulnya, truk ini sudah meluncur sejak 2017. Namun kali ini, pengenalannya lebih mendalam. Bahkan awak media diajak untuk mengetesnya langsung di medan off-road, guna membuktikan ketangguhannya.



Rangkaian kegiatan selama dua hari (15-16 Mei 2019), dimulai acara buka puasa bersama di kawasan Dago, Bandung. Dihadiri langsung oleh Maximilian Knorr, Marketing Director DCVI, termasuk para teknisi yang selanjutnya menjelaskan spesifik produk mereka.


“Axor sudah meluncur sejak 2017. Tipenya terbagi tiga, tapi yang menjadi best seller 2528 C. Imbuhan C sendiri maksudnya construction, diperuntukkan beroperasi di area konstruksi. Walau begitu, truk ini malah sering digunakan pada area pertambangan. Lalu angka 25 itu Gross Vehicle Weight (GVW). Maksudnya, beban maksimal yang diangkut sebesar 25 ton. Sedangkan angka 28, mengartikan tenaganya yang mencapai 280 HP. Ada juga dua tractor head. Truk penarik trailer ini dinamakan 3340 S, dan 4028 T. Kapasitas mesinnya berbeda. Yang berimbuhan S lebih besar dan menggunakan transmisi semi otomatis, sedangkan yang T itu lebih kecil dengan transmisi manual,” ujar Max.


Menurut klaim mereka, seluruh jajaran Axor memiliki tiga keunggulan utama. Durable, safety dan efisiensi. Ketiganya jadi aspek penting pada kendaraan berat. Maklum, truk semacam ini memang bakal disiksa setiap hari. Jalur yang dilalui juga berat. Makanya, hal tadi wajib dipenuhi.



Mengenai penjualannya di Indonesia, pihak DCVI cukup optimis. Walaupun di 2019 sedikit menurun. Hal ini dikonfirmasi Max, “Kami mulai menjual Axor pada awal 2017. Selama satu tahun (2018), penjualannya meningkat hingga tiga kali lipat. Rentangnya sekitar 1000 sampe 2000 unit. Jujur, di kuartal satu 2019 tidak sebaik itu. Kami rasa, salah satunya karena pemilu. Industri otomotif memang biasa terpengaruh di tahun politik. Lalu harga batu bara juga sempat turun.”


“Penjualan terbesarnya masih di Pulau Jawa, terutama Jakarta dan Tangerang. Namun kebanyakan dari mereka mengoperasikannya di luar Jawa. Seperti Kalimantan, Sumatra dan daerah industri lain. Selain Jawa, sebetulnya ada potensi cukup besar. Kami pernah menyewa jasa konsultan bisnis, yang menyarankan jangan masuk Sulawesi. Tapi kami tetap teguh dan nyatanya pasarnya bagus,” tambahnya.


Terlepas itu semua, ternyata fokus DCVI di Indonesia saat ini justru bukan mengenai target penjualan. “Sebetulnya kami lebih fokus pada kepuasan pelanggan ketimbang angka penjualan. Makanya, program kami digalakkan pada pengembangan mitra diler. Seperti pelatihan pengoperasian dan mekanik pada setiap konsumen yang membeli. Berapapun jumlah unit yang mereka boyong, kami berikan pelatihan gratis. Bahkan jika hanya satu,” jelasnya


Setelah itu, kami diberikan kesempatan mengujinya langsung pada arena milik TNI Angkatan Darat di Padalarang. Penasaran bagaimana rasanya? Nantikan artikelnya di Road Test OTO.com. (Hel/Odi)


Baca Juga: Daimler Memperkenalkan Perangkat Pemantau Armada

kali dibagikan

Truk Mercedes Benz Pilihan