Penjualan Awal Tahun Turun Karena Pilpres, Fuso Siap Kejar di Semester Dua

Penjualan Awal Tahun Turun Karena Pilpres, Fuso Siap Kejar di Semester Dua
Gambar
Review Pengguna

PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), optimis menyongsong musim penjualan truk di semester dua 2019. Meski penurunan terjadi sejak awal tahun, namun mereka menaruh harapan besar, terjadi pertumbuhan saat menutup musim 2019.


“Saya prediksi tumbuh di semester dua. Tahun ini targetnya di 45 persen. Sekarang sebenarnya kondisinya masih baik, tapi tertahan oleh hasil pemilu. Jadi ada penundaan, nanti biasanya setelah pemilu, (penjualan) start lagi,” jelas Duljatmono, Direktur Pemasaran dan Penjualan PT Krama Yudha Tiga Berlian Motor (KTB) ketika kami temui, beberapa waktu lalu (16/5).


Untuk diketahui, penjualan truk Mitsubishi Fuso menurun pada awal 2019. Hasil ini merupakan imbas dari situasi politik dan ekonomi yang terus memanas di masa Pemilu Presiden (Pilpres) yang berlangsung tahun ini. Belum lagi sentimen pro kontra selama proses pemilu yang terus memanjang. Penurunan hampir 2 persen pun menggerus penjualan Fuso, dan angka itu cukup membuat distributor gundah.



Pada 2018, di kuartal 1 (Januari-April), KTB berhasil mencipta penjualan ke level 16.721 unit truk. Hasil ini membuat mereka menguasai 45,4 persen pasar kendaraan komersial. Tahun ini, di periode sama, mereka baru menjual 13.431 unit. Market share di segmennya pun baru 43,5 persen.


“Di segmen ini (kendaraan komersial) konsumen sangat dipengaruhi oleh situasi ekonomi dan politik. Kami memang memprediksi terjadinya penurunan, namun tidak seperti ini,” tutur Duljatmono.


Seperti diketahui, pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini, memang cenderung melambat. Badan Pusat Statistik (BPS) merilis, kuartal 1 2019 perekonomian hanya naik 0,01 persen dibanding periode sama tahun lalu. Dari 5,06 persen ke 5,07 persen. Selain faktor pertumbuhan ekonomi global yang juga melambat, perekonomian domestik juga dipengaruhi kondisi politik.


Penjualan truk, nahasnya tak bisa mengelak dari situasi ini. Maklum, konsumen mereka adalah pelaku usaha yang bisnisnya sangat dipengaruhi oleh fakor-faktor makro. “Pertumbuhan ekonomi, suku bunga, rate dollar dan harga minyak, itu pengaruh. Kalau itu oke, (penjualan) truk oke,” pungkasnya.


Siasat Fuso


Seperti sudah disebut, sebagai penyedia kendaraan komersial, KTB tak bisa mengelak dari kondisi ekonomi yang berpengaruh pada daya beli konsumen. Namun mereka berujar, tak tinggal diam. Ada strategi yang sudah disiapkan untuk menyiasati situasi ini.


“Memanfaatkan peluangnya dengan produk yang berkualitas. Varian kendaraan kami pun banyak, jadi konsumen bisa memlih di sektor apapun sesuai dengan kebutuan dan kondisinya,” jawab Duljatmono.


Ketika konsumen memaksa untuk menahan pembelian pun, ia membaca ada kebutuhan dukungan aftersales yang pasti dibutuhkan pengguna. KTB pun menjamin sektor ini terus dioptimalkan demi menyeimbangkan rasio keuntungan mereka di 2019. “Dari sisi support service, kami siapkan semuanya. Mau servis apa saja, dimana-mana 24 jam kami siap,” tutupnya. (Van)


Baca Juga: Kenali Lebih Dekat Varian Mercedes-Benz Axor

Jelajahi Mitsubishi Fighter FM 65 FS

Bandingkan & Rekomendasi

      • Overview
      • Tentang Kami
      • Kontak Kami
      • Others
      • Kebijakan Privasi
      • S&K
      • Dapatkan di Google Play
      • Tersedia di App Store