Penerapan Euro 4 Diesel di Indonesia Ditunda, Ini Tanggapan Pabrikan

Penerapan Euro 4 Diesel di Indonesia Ditunda, Ini Tanggapan Pabrikan

Lantaran pandemi COVID-19, pemerintah akhirnya menunda kebijakan Euro 4 untuk mesin diesel. Semula dijadwalkan April 2021 harus mundar menjadi April 2022. Sebelumnya KLHK pada 2017 merilis aturan emisi Euro 4 yang diatur dalam P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/3/2017. Isinya tentang baku mutu emisi gas buang kendaraan bermotor tipe baru kategori M, N, dan O atau standar emisi Euro 4. Dan agen pemegang merek setuju dengan regulator lantaran ada sejumlah kendala.

Nah, dalam beleid itu, penggunaan minimal angka oktan (RON) yang digunakan kendaraan berbahan bakar bensin minimal 91. Sedangkan untuk diesel adalah dengan cetane number (CN) minimal 51. Kemudian keluarlah revisi penundaan KLHK. No S 786/MENLHK-PPKL/SET/PKL.3/5/2020 per Mei kemarin. Karena sejumlah sektor terimbas, uji coba pun ikut mundur.

Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) sebagai anggota Gaikindo, mengikuti aturan berlaku. Hal ini didasari pada loyonya ekonomi yang membuat pebisnis enggan berinvestasi pada kendaraan niaga. APM melihat, itu bisa memberatkan pelaku usaha karena ongkos modal untuk penggantian seluruh armada tidak murah.

Baca Juga: Menangkap Peluang Pasar Kendaraan Niaga di Jasa Logistik dan Bisnis Pengiriman

“Sejak pemerintah mengatakan bakal mengimplementasi Euro 4, maka kami segera bersiap diri. Begitu pula dengan kebijakan bahan bakar bio diesel B30. Seluruh engineer kami di Indonesia kerja bareng prinsipal di Jepang, untuk segera menyiapkan produk yang sesuai ketentuan,” ungkap Ernando Demily, Presiden Direktur PT Isuzu Astra Motor Indonesia.

Meski demikian, sebagai perusahaan manufaktur kendaraan niaga, IAMI mengaku tetap mendukung aturan pemerintah. Khusus pada penerapan standardisasi Euro 4. Sebab, menurut mereka, dalam jangka panjang regulasi itu dapat meningkatkan daya saing industri otomotif Indonesia di level global. Pabrikan bahkan siap dengan teknologi mesin commonrail sejak 2011 yang menjadi standar pada saat kebijakan emisi gas buang diterapkan.

“Kami memiliki Isuzu Giga, medium truk pertama di Indonesia yang sudah menggunakan mesin commonrail. Jadi sangat siap dengan Euro 4. Walau begitu, saat ini kami sedang menyiapkan segala sesuatunya. Sehingga pada saat penerapan aturan berlangsung, seluruh ekosistem kami telah siap,” tambah pria yang karib dipanggil Nando.

Baca Juga: Jurus Isuzu Indonesia Pertahankan Bisnis Kala Pandemi COVID-19

Tantangan Bisnis

Berdasar data Bloomberg Economic Growth Forecast (survey Juni 2020). Proyeksi pertumbuhan kuartal kedua 2020 memburuk di semua negara. Termasuk Indonesia yang diperkirakan bakal dekaden 3,1 persen. Maka tuntukan bisnis ke depan ialah keseimbangan antara isu kesehatan dan ekonomi. Untuk itu sebuah manufaktur mesti ambil pola pikir dan pendekatan bisnis berbeda. Isuzu mengaku, dalam menghadapi disrupsi akibat COVID-19 bakal mengaplikasi strategy 4R. Yaitu Reaction, Recession, Rebound dan Reimagine.

Kata krisis, ungkap Nando, terdiri dari dua makna yaitu thread (ancaman) dan opportunity (kesempatan). Saat ini titik keseimbangan antara keduanya sedang bergerak sangat kuat. Isuzu mengaku ingin mengambil dari sisi positif. Artinya, ada tantangan plus kesempatan untuk bertumbuh. Asalkan memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan tetap memiliki fondasi yang kuat .

Perusahaan yakin, antara industri logistik dan otomotif kendaraan komersial tetap punya kesempatan. Karena pada saat apapun, tetap ada kebutuhan logistik. Dan selama logistik berjalan maka kebutuhan pada kendaraan komersial masih ada. “Pada segmen logistik dalam menghadapi kondisi baru. Selain peningkatan biaya operasional untuk protokol kesehatan, ditambah juga dengan peraturan pemerintah seperti ODOL, emisi gas buang pada 2022. Maka penggunaan teknologi digitalisasi yang semakin gencar tentu saja dapat beimplikasi pada peningkatan nilai investasi,” imbuh dia.

Dalam sudut pandang manufaktur, solusinya dalam meningkatkan produktivitas yaitu melalui tiga cara. Pertama, memiliki unit yang sesuai dengan kebutuhan bisnis. Pastikan kemudahan dan kecepatan dalam after sales agar tidak langsam. Terakhir, berusaha menciptakan biaya operasional kian kompetitif. (Alx/Odi)

Baca Juga: Truk Listrik Scania Mulai Uji Operasional, Awal Tahun Depan Siap Dipakai

Contents
Baca SelengkapnyaSembunyikan

Anjar Leksana

Anjar Leksana

Anjar Leksana adalah wartawan multitalenta. Ia pernah jadi guru bahasa Inggris, sebelum kepincut jadi wartawan ekonomi di salah satu majalah. Tidak lama, ia lantas tertarik dengan dunia otomotif, yang hingga sekarang dilakoni. Kiprahnya di dunia jurnalistik otomotif diawali dengan menulis untuk majalah otomotif ternama seperti Autocar Indonesia, Autobild, hingga Black Experience. Pengalamannya mengulas mobil serta pengetahuannya di bidang industri menjadi modal berharga untuk menyuguhkan tulisan yang berkualitas.

Baca Bio Penuh

Model Truk Isuzu

  • Isuzu ELF NQR
    Isuzu ELF NQR
  • Isuzu ELF NLR
    Isuzu ELF NLR
  • Isuzu ELF NPS
    Isuzu ELF NPS
  • Isuzu ELF NMR
    Isuzu ELF NMR
  • Isuzu ELF Microbus
    Isuzu ELF Microbus
  • Isuzu GIGA FTR
    Isuzu GIGA FTR
  • Isuzu GIGA FRR
    Isuzu GIGA FRR
  • Isuzu GIGA FVR
    Isuzu GIGA FVR
  • Isuzu GIGA FVM
    Isuzu GIGA FVM
  • Isuzu GIGA FVZ
    Isuzu GIGA FVZ
Harga Truk Isuzu

GIIAS 2025

Tren & Pembaruan Terbaru

Anda mungkin juga tertarik

  • Berita
  • Artikel feature

Truk Unggulan Isuzu

Artikel Truk Isuzu dari Zigwheels

  • Motovaganza
  • Isuzu Traga Tawarkan Varian Warna Baru, Hadir Lebih Premium dan Modern
    Isuzu Traga Tawarkan Varian Warna Baru, Hadir Lebih Premium dan Modern
    Alvando Noya, 14 Mei, 2025
  • Isuzu Indonesia Berhasil Menjual 634 unit Selama GIIAS 2024
    Isuzu Indonesia Berhasil Menjual 634 unit Selama GIIAS 2024
    Zenuar Istanto, 02 Agu, 2024
  • Manfaat Double Filter yang Digunakan Isuzu LEF NMR Terbaru
    Manfaat Double Filter yang Digunakan Isuzu LEF NMR Terbaru
    Anjar Leksana, 03 Jul, 2024
  • Isuzu Elf dan Traga Sokong Kinerja Penjualan Positif IAMI selama 2023
    Isuzu Elf dan Traga Sokong Kinerja Penjualan Positif IAMI selama 2023
    Anjar Leksana, 26 Jan, 2024
  • Disokong Teknologi Honda, Isuzu Tampilkan Giga Fuel Cell di JMS 2023
    Disokong Teknologi Honda, Isuzu Tampilkan Giga Fuel Cell di JMS 2023
    Anjar Leksana, 15 Okt, 2023

Bandingkan

You can add 3 variants maximum*