• Wishlist

Komunikasi Digital, Tameng Mitsubishi Fuso dalam Strategi Bertahan Kala Pandemi COVID-19

Komunikasi Digital, Tameng Mitsubishi Fuso dalam Strategi Bertahan Kala Pandemi COVID-19

Data Gaikindo, pasar retail truk selama kuartal pertama 2020 sebanyak 16.867 unit. Besaran ini amblas 28 persen dibandingkan periode serupa 2019. Tahun lalu terkumpul lumayan banyak, 23.574 unit. Pemain besar seperti Mitsubishi Fuso (KTB) jua ikut kena imbas. Namun mereka mengaku intens menggalakkan jurus komunikasi digital pada konsumen.


“Dalam kondisi macam ini rasanya sangat menantang bagi saya sebagai presiden direktur baru. Namun kami berupaya untuk terus menjalin komunikasi. Berbagai strategi efektif aftersales juga terus dilakukan. Kami sedang menganalisis pandemi COVID-19 kapan kira-kira berakhir. Kalau sudah ada tanda pergerakan ekonomi kami, baru kami memulai tindakan agresif. Kemudian bisnis bisa berlangsung normal,” papar Naoya Takai, President Director Krama Yudha Tiga Berlian Motors, dalam jumpa pers virtual (20/5).


Kemudian soal bisnis KTB. Walau market harus terjerembap karena wabah, mereka masih menjaga pangsa pasar 47,8 persen. Kalau dibedah secara volume, turun 28 persen sepanjang Januari hingga April 2020 menjadi 9.628 unit. Di saat yang sama, ekonomi Indonesia triwulan pertama hanya tumbuh 2,97 persen. Inilah indikasi pasar tengah berkontraksi. Walau begitu, KTB setidaknya masih punya tameng untuk bertahan. Yakni mengoptimalkan komunikasi digital. Khusunya dalam mengamati market, menjalin komunikasi dengan diler, juga konsumen.


Baca Juga: Truk Listrik Mitsubishi Fuso eCanter Goda Calon Konsumen


“Saat pandemi COVID-19 pasar pasti turun. Kondisi ini memang harus terus-menerus melakukan usaha untuk menjaga demand. Caranya kami gencar melakukan komunikasi memantau pasar secara online. Ada komunikasi digital. Kami tetap memonitor pasar. Bisa melalui media sosial serta berbagai platform untuk menyebarkan program kami. Konsumen dan kepuasan ini harus kami jaga. Antara KTB dengan diler juga. Salah satunya program aftersales service. Jadi digital komunikasi ke depan bisa memaksimalkan layanan dan pemasaran,” imbuh Duljatmono, Marketing Director Sales & Marketing Division KTB.


Mitsubishi Fuso eCanter


Ia mengemukakan, perkembangan daerah untuk pasar fleet terus maju. Masyarakat dinilai mulai terbiasa menggunakan komunikasi digital. Sehingga mereka bisa mengetahui program apa saja yang diberikan KTB dan diler resmi. Menurut Duljatmono, respons positif dari berbagai layanan serta program diterima baik. Ini salah satu indikator dunia digital bisa jalan.


Harapan Rebound


Nah, sebelumnya mereka mematok target pertumbuhan 7 persen. Namun harus dikoreksi lantaran kondisi kurang baik. Sekadar info, tahun lalu total kendaraan niaga yang berhasil dipasarkan KTB 94,323 unit. Mitsubishi Fuso tetap mendominasi ceruk pasar dengan genggaman market share 44,2 persen. Jika dibedah lebih perinci. Tahun lalu Colt Diesel laku 36,575 unit dengan pangsa pasar 55,4 persen di segmen Light Dump Truck (LDT). Sedangkan Fuso dan Fighter terkirim 5,161 unit dengan market share 23,4 persen. Di lahan Medium Dump Truck (MDT), Fighter berkontribusi 1,581 unit.


“Mudah-mudahan setelah pandemi selesai. Permintaan dari sektor logistik bisa membaik lagi karena penyumbang utama penjualan. Setelah itu infrastuktur juga penting. Kalau tambang memang sedang menghadapi kondisi berat. Lalu terkait stimulus Rp 70 triliun untuk industri otomotif dari pemerintah. Jelas kami sangat senang. Semoga semester kedua pembangunan infrastruktur mulai jalan. Maka diharapkan pasar tidak terlalu drop. Sektor logistik juga terus jalan sehingga masih ada potensi market. Intinya kami sangat menyambut baik dorongan pemerintah. Tetap menjaga kebutuhan pasar. Kami berharap ekonomi bergerak,” Duljatmono menambahi.


Aftersales Turun


Untuk unit yang melakukan servis pada April dibanding Maret, juga ikut turun sekitar 18 persen. Namun Yogi Krisdian, After Sales Business Development Department Head KTB mengaku, permintaaan aftersales masih tinggi. “Sebab PSBB tidak diterapkan di semua wilayah. Beberapa diler yang buka masih ramai dan cukup tinggi permintaan. Kemudian layanan 24 jam itu sebetulnya masih ada. Tapi sekarang kustomer diminta tetap booking dahulu di luar jam kerja normal untuk melakukan perbaikan,” bebernya. (Alx/Odi)


Baca Juga: Mitsubishi Fuso Indonesia Kasih Paket Servis Spesial Hingga Juli 2020