GIICOMVEC 2020: Mengenal Lebih Dekat Bus Transjakarta, Scania K250IB 4x2

GIICOMVEC 2020: Mengenal Lebih Dekat Bus Transjakarta, Scania K250IB 4x2

United Tractors memamerkan bus Transjakarta bermerk Scania dalam ajang GIICOMVEC. Ini menjadi satu kesempatan langka untuk dapat berkenalan lebih dekat dengan transportasi umum kesayangan penduduk Jakarta. Ternyata di balik tubuh biru mengotak yang familiar itu tersimpan potensi tinggi serta teknologi canggih Swedia.

Bus Transjakarta ini bukan yang bermodelkan gandeng superpanjang atau mikrolet feeder. Ia memiliki nama lengkap Scania K250lB 4x2, berjenis City Bus. Menggendong bodi hasil karya Karoseri Laksana. Bagian wajah didominasi warna hitam, memberikan imaji windshield futuristis bak frame di smartphone. Di samping, pintu penumpang terposisi di atas, menyesuaikan tinggi platform halte. Sementara itu, pintu pengemudi hanya dari sisi kiri, masuk dari bawah karena kokpit tidak setinggi lantai penumpang.

Bus Scania Transjakarta K250lB 4x2

Secara teknis, sasis sanggup menopang berat sampai 19,5 ton - termasuk bodi dan muatan alias Gross Vehicle Weight. Pasalnya sasis depan memiliki load maksimum 7,5 ton, sementara belakang 12 ton. Kendati begitu, total GVW legal mencapai 16 ton.

K250IB punya kapabilitas mumpuni untuk mengangkut seluruh bobot itu. Ia dibekali pemacu daya turbodiesel 5-silinder berkubikasi 9-liter. Sanggup mengail tenaga sebesar angka nomenklatur, total 250 hp pada 1.900 rpm. Torsi tentu tampak fantastis bila terbiasa melihat data mobil penumpang. Nilai sebesar 1.250 Nm siap memuntir roda belakang dengan sangat kuat. Terekstrak sejak 1.000 rpm sampai 1.350 rpm. Jantung pacu penuh potensi ini pun tak masalah menenggak biodiesel B30. Malah diklaim bisa minum biodiesel B100. Bertugas menahan laju,  rem Antilock dan Electronic Braking System (ABS / EBS) menjamin deselerasi.

Baca Juga: Volvo Ajak Media dan Pelanggan Mencicipi Bus B11R Premium Buatan Adiputro

Masuklah saya ke area ruang kerja pengemudi Transjakarta. Ini merupakan kesempatan langka, melihat lebih dekat detail apa saja dalam area kokpit. Suasana cukup sibuk dengan tombol-tombol pengoperasian. Eksistensi tuas justru minim karena K250IB ini menganut transmisi otomatis. Perpindahan gigi dilakukan lewat tombol persis sebelah kanan kolom kemudi dengan tiga pilihan: Drive, Neutral, Reverse. Ada built in Retarder Programmable shift gear agar perjalanan stop and go tetap mulus sekaligus efisien.

Kokpit pengemudi Bus Trasjakarta K250lB Scania

Belum beranjak dari sisi kanan dasbor, di atas selektor transmisi terdapat switch ketinggian suspensi. Ya, kaki-kaki bus ini disematkan air springs. Konstruksi gardan depan berupa dua bilah per udara dengan portal axle. Di belakang, jumlahnya ada empat, berada di bawah anti-roll bar dan shockbreaker. Berkat perangkat ini, postur tubuh dapat diatur ketinggiannya secara elektronik. Tersedia pula fungsi kneeling guna merendahkan kepala.

Baca Juga: Truk Listrik Mitsubishi Fuso eCanter Goda Calon Konsumen di GIICOMVEC 2020

Jika belum tahu bagaimana sang sopir membuka pintu kala bus sudah sampai ke halte tujuan, posisinya persis di area sikut kanan. Dua tombol merah sejajar ditujukan sebagai pembuka sisi kanan dan kiri. Dua tombol hijau di bawah berfungsi untuk menutup. Di konsol ini juga berdiri tuas rem parkir berbentuk menyerupai joystick gim.

Tatanan tombol lain terpampang di area tengah dasbor. Mayoritas berfungsi sebagai sakelar lampu, mulai dari lampu kabin hingga headlamp. Ada pengatur telepon pada palang kanan atas. Di area dagu muka lingkar kemudi melekat peranti pengatur cruise control. Ini bantu mengurangi tingkat stres selama bekerja.

layar informasi pada kokpit pengemudi

Selain permainan "tekan sana dan sini", diberikan perangkat instrumental sebagai penyaji informasi bagi pengemudi. Di dasbor, panel instrumen memaparkan secara sederhana terkait kecepatan, putaran mesin, indikator bensin, temperatur mesin, dan Multi Information Display berbahasa Indonesia. Esensial nan sederhana tanpa basa-basi. Kendati begitu ada monitor tambahan direkatkan mengambang dekat pilar A.

Layar dijadikan sebagai penampang perangkat On Board Unit. Alat komunikasi terintegrasi antara pusat kendali, bus, dan halte yang dilalui. Semua saling bertukar informasi, salah satunya dapat dirasakan saat menunggu bus di halte. Kita jadi tahu daftar bus yang bakal lewat sekaligus estimasi waktu kedatangan.

Sanggup memuat 60 penumpang

Kurang lebih itu detail dalam kokpit. Terlihat menyibukkan lantaran banyak kendali. Meski begitu, tetap berusaha membuat pekerjaan terasa ringan dan nyaman melalui teknologi berkendara dan girboks otomatis. Melewati sekat ke area penumpang, semua terasa familiar. Persis seperti kendaraan umum yang saya gunakan sehari-hari. (Krm/Tom)

Baca Juga: GIICOMVEC 2020: Karoseri Adiputro Hadirkan Medium Bus Terbaru

      • Overview
      • Tentang Kami
      • Kontak Kami
      • Others
      • Kebijakan Privasi
      • S&K
      • Dapatkan di Google Play
      • Tersedia di App Store