Perkuat Digitalisasi Jadi Strategi Fuso Meraup Pangsa Pasar di 2021

Perkuat Digitalisasi Jadi Strategi Fuso Meraup Pangsa Pasar di 2021

Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) menyampaikan target tahunan di acara Media Gathering 2021. Pihaknya ingin meraup pangsa pasar sebanyak 48,1 persen dan penjualan 31,220 unit. Selain itu, distributor Mitsubishi Fuso Truck and Bus Corporation (MFTBC) di Indonesia juga mengumumkan penjualan truk melalui platform marketplace.

Untuk mencapai target perusahaan pada 2021, KTB menghadirkan serta memperkuat solusi digital melalui integrasi data dari berbagai sistem digital. Seperti Runner Telematics, Dealer Management System (DMS) serta berbagai sumber lain terkait data informasi pelanggan. Dengan cara itu, pihaknya ingin lebih dekat dengan pelanggan dan menyediakan layanan professional.

Pada kesempatan ini, KTB menginformasikan kerjasamanya dengan Kementerian Perhubungan, melalui penguatan sistem Runner Telematics terhadap regulasi Kemenhub PM 60/2019 Tentang Penyelenggaraan Angkutan Barang Dengan Kendaraan Bermotor di Jalan. Pada pelaksanaan teknisnya, parameter sistem GPS diatur dalam regulasi KP 2081/AJ801/DRJD/2019 Tentang Petunjuk Teknis Alat Pemantau Pergerakan Kendaraan Secara Elektronik Pada Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum. Semua fungsi yang tersedia dalam sistem Runner Telematics dapat diakses oleh sistem Kemenhub.

Selain memaksimalkan Dealer Management System (DMS), pihaknya juga mendorong penjualan di jalur digital melalui gerai resmi mereka di e-commerce. Sejak meluncurkan Official Store Mitsubishi Fuso pada awal September 2020 hingga awal Maret 2021, pihaknya berhasil melakukan penjualan sekitar 396 unit. Selain menyediakan paket penjualan, layanan after sales dan spare parts juga tersedia. Semua diberikan agar pelanggan dapat melakukan transaksi pembelian produk hingga purnajual secara online dengan mudah dan cepat.

"Untuk penjualan melalui online shop hingga awal maret itu sekitar 396 unit. Jadi kehadiran diler digital Mitsubishi Fuso di Tokopedia sangat memudahkan konsumen yang membutuhkan kendaraan niaga selama pandemi Covid-19, sehingga tak perlu berkunjung ke diler offline," ujar Direktur Sales & Marketing KTB, Duljatmono di acara Media Gathering 2021 pada Selasa (30/3).

Baca juga: Mitsubishi Fuso Kuasai Kendaraan Niaga 2020, Colt Diesel Paling Laku

Mitsubishi Fuso

Duljatmono mengakui kalau penjualan melalui diler masih lebih banyak ketimbang online. “Konsumen yang membeli kendaraan Fuso melalui online itu biasanya sudah paham. Mereka sudah mengetahui fitur maupun keunggulan mobil niaga yang kami jual. Sementara yang datang langsung ke diler itu biasanya pelanggan baru dan juga ingin melihat secara langsung serta ingin tes drive lebih dahulu," tukasnya.

Ia mengatakan ke depan bisnis online atau bisnis melalui digital bakal terus bergerak dan berkembang. "Skema bisnis ke depan, pastinya kita tetap menggunakan sistem digital. Karena platform online ini sangat berkontribusi terhadap penjualan kami," tegas pria ramah berkacatamata.

Hanya saja, saat ini proses administrasi tetap dilakukan secara manual melalui diler, meski konsumen membelinya melalui online. Menurutnya, kerja sama antara Mitsubishi Fuso dan Tokopedia berawal dari komitmen KTB untuk senantiasa hadir dalam memberikan kemudahan layanan kepada konsumen. "Karena keterbatasan ruang gerak masyarakat akibat PSBB di masa pandemi, mengharuskan kami beradaptasi dengan kebutuhan konsumen untuk melakukan transaksi jarak jauh," tambahnya.

Dalam Official Store Mitsubishi Fuso, terdapat 22 diler Mitsubishi Fuso yang terbagi ke dalam delapan wilayah yaitu Sumatera bagian Utara, Sumatera bagian Selatan, Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur (termasuk Bali dan NTB), Kalimantan, serta Indonesia bagian Timur. Semuanya dapat memenuhi permintaan untuk mobil niaga Mitsubishi Fuso se-Indonesia, dan konsumen bisa mendapatkan layanan sesuai domisili.

Selain itu, KTB juga mengenalkan produk bermesin common-rail untuk implementasi EURO4. "Fighter, produk MDT dari Mitsubishi Fuso, yang sudah dilengkapi dengan mesin common-rail, menerima banyak feedback positif dari pelanggan. Common-rail merupakan prasyarat implementasi Euro4, dengan konsumsi bahan bakar efisien dan dapat meningkatkan kenyamanan pengemudi sehingga lebih aman," jelas Duljatmono. (Bgx/Raju)

Baca juga: Catatan Setengah Abad Mitsubishi Fuso, dari Colt Bagong sampai Truk Listrik